IMPLEMENTASI PROGRAM SEDATI DALAM MENINGKATKAN NILAI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL ACEH DI SMP KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI PROGRAM SEDATI DALAM MENINGKATKAN NILAI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL ACEH DI SMP KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Yosefa Br Sitanggang - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fitriani Yulianti - 198307132015012101 - Dosen Pembimbing I
Novia Zalmita - 198711152015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101040009

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Yosefa Br Sitanggang, (2025). Implementasi Program SEDATI Dalam Meningkatkan Nilai Budaya Dan Kearifan Lokal Aceh di SMP Kota Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Fitriani Yulianti, S.Pd., M.Pd dan Novia Zalmita, S.Pd., M.Pd.

Pemahaman yang kurang terhadap budaya dan kearifan lokal Aceh terutama tidak mampu menggunakan bahasa Ibu yaitu Bahasa Aceh menunjukkan menurunnya pemahaman generasi muda terhadap identitas Budaya Aceh akibat pengaruh globalisasi. Program SEDATI (Sehari Berbudaya Pasti) merupakan upaya untuk menanamkan nilai budaya dan kearifan lokal Aceh melalui pendidikan formal dengan memperkenalkan kembali Bahasa Aceh, tarian tradisional, makanan khas Aceh, kesenian dan budaya Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program SEDATI dalam Meningkatkan Nilai Budaya dan Kearifan Lokal Aceh di SMP Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru koordinator Program SEDATI di 10 SMP Kota Banda Aceh. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program SEDATI dilakukan melalui tiga tahap yaitu, (1) perencanaan, meliputi penentuan guru koordinator serta pembentukan tim koordinator, penentuan jadwal dan tema budaya yang akan ditampilkan; (2) pelaksanaan meliputi penggunaan Bahasa Aceh, pengenalan tarian tradisional, penggunaan baju adat dengan motif pintu Aceh, makanan khas Aceh serta partisipasi aktif siswa dalam kegiatan budaya dan (3) evaluasi dilakukan dengan observasi langsung dilapangan serta dokumentasi kegiatan. Melalui Program SEDATI dapat menanamkan nilai budaya, menumbuhkan rasa cinta budaya dan kearifan lokal Aceh dan membentuk karakter siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Program SEDATI efektif sebagai sarana pelestarian budaya dan kearifan lokal Aceh. Namun, pelaksanaan ini masih terdapat hambatan yaitu pelatihan guru, keterbatasan modul dan referensi literatur Budaya Aceh.

Kata Kunci: Implementasi, Program SEDATI, Nilai Budaya, Kearifan Lokal Aceh.

Yosefa Br Sitanggang, (2025). Implementation of the SEDATI Program to Enhancing Acehnese Cultural Values and Local Wisdom in Junior High Schools in Banda Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Fitriani Yulianti, S.Pd., M.Pd. and Novia Zalmita, S.Pd., M.Pd. The lack of understanding of Acehnese culture and local wisdom, especially the inability to use the mother tongue, namely the Acehnese language, shows a decline in the understanding of the younger generation of Acehnese cultural identity due to the influence of globalization. The SEDATI (A Certain Cultural Day) program is an effort to instill Acehnese cultural values and local wisdom through formal education by reintroducing the Acehnese language, traditional dances, Acehnese specialties, Acehnese arts and culture. This study aims to describe the Implementation of the SEDATI Program in Improving Aceh's Cultural Values and Local Wisdom in Banda Aceh City Junior High School. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. The research subjects consisted of school principals and coordinating teachers of the SEDATI Program in 10 junior high schools in Banda Aceh City. Data collection through interviews and documentation was then analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of the SEDATI Program is carried out through three stages, namely, (1) planning, including the determination of the coordinating teacher and the formation of a coordinating team, the determination of the schedule and cultural themes to be displayed; (2) the implementation includes the use of the Acehnese language, the introduction of traditional dances, the use of traditional clothes with Acehnese door motifs, Acehnese specialties and active participation of students in cultural activities and (3) evaluation is carried out by direct observation in the field and documentation of activities. Through the SEDATI Program, it can instill cultural values, foster a sense of love for Acehnese culture and local wisdom and shape the character of students. The conclusion of this study shows that the SEDATI Program is effective as a means of preserving Aceh's local culture and wisdom. However, this implementation still has obstacles, namely teacher training, limited modules and references to Acehnese Cultural literature. Keywords: Implementation, SEDATI Program, Acehnese Cultural Values, Local Wisdom.

Citation



    SERVICES DESK