PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI


Pengarang

ELSIE FARASWATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yuhasriati - 196612311991022001 - Dosen Pembimbing I
Gracia Mandira - 199408072022032022 - Dosen Pembimbing II
Suhartati - 197410211999032001 - Dosen Pembimbing III
Sri Wahyuni, M.Pd - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104210079

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP / Prodi PG PAUD (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Elsie Faraswati (2025). Pengembangan Video Animasi Untuk Mengenalkan Pendidikan Seks Anak Usia Dini. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dra. Yuhasriati, M.Pd dan Gracia Mandira, S.Pd., M.Pd.

Pendidikan seks untuk anak usia dini sebaiknya diawali dengan mengenalkan perbedaan gender, supaya anak mengerti betul perbedaan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development atau disingkat dengan R&D, pada penelitian ini menggunakan model Four-D yang memiliki beberapa tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebarluasan). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berita dan jurnal terkait fenomena kekerasan seksual pada anak dan validasi oleh ahli media dengan menggunakan validasi instrumen. Selanjutnya dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media setelah produk video animasi selesai dikembangkan. Hasil pada penelitian ini adalah validasi ahli materi dan mendapatkan skor 95%. Pada hasil validasi oleh ahli media dilakukan sebanyak 2 kali, pada tahap pertama mendapatkan skor sebanyak 40% dan tahap kedua mendapatkan skor 87,5%. Kemudian peneliti melakukan validasi media oleh praktisi (guru) di TK Poteumeureuhom peneliti mendapatkan hasil skor 100% dan TK FKIP USK peneliti mendapatkan skor 87,5%. Peneliti melakukan menonton bersama dengan anak-anak menggunakan laptop dengan bantuan proyektor, kemudian peneliti menjelaskan dan menanyakan kembali isi tentang video animasi dan anak mampu menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan hal ini membuktikan bahwa media video animasi sangat bermanfaat dan layak digunakan. Hasil penelitian dalam video animasi meliputi materi yang disajikan perbedaan gender serta perbedaan berpakaian antara laki-laki dan perempuan, pemahaman mengenai sentuhan yang boleh dan tidak boleh, penjelasan tentang siapa saja yang diperkenankan menyentuh tubuh anak, serta tindakan yang harus dilakukan jika ada seseorang menyentuh bagian tubuh yang tidak seharusnya disentuh dsn tersedia di akun YouTube FKIP PGPAUD USK.

Kata kunci: Pendidikan seks, Video Animasi, Anak Usia Dini.

ABSTRACT Elsie Faraswati (2025). Development of Animated Video to Introduce Sex Education to Early Childhood. [Thesis, Syiah Kuala University]. Supervised by Dra. Yuhasriati, M.Pd and Gracia Mandira, S.Pd., M.Pd. Sex education for early childhood should begin with introducing gender differences so that children clearly understand the distinction between males and females. This study aims to develop a learning medium in the form of an animated video to introduce sex education to young children. The research method used is Research and Development (R&D), employing the Four-D model which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Data collection techniques in this study include literature review by examining news and journals related to the phenomenon of sexual violence against children, as well as media expert validation using an instrument validation sheet. Further validation was conducted by material experts and media experts after the animated video product was fully developed. The results of this study show that material expert validation obtained a score of 95%. Media expert validation was conducted twice, with the first stage obtaining a score of 40% and the second stage 87.5%. Validation by practitioners (teachers) at TK Poteumeureuhom resulted in a score of 100%, while at TK FKIP USK the score was 87.5%. The researcher also conducted a group viewing session with children using a laptop and projector, followed by explanation and questioning related to the animated video. The children were able to answer the questions, indicating that the animated video medium is highly beneficial and suitable for use. The content of the animated video includes gender differences and differences in clothing between boys and girls, understanding about appropriate and inappropriate touch, explanation of who is permitted to touch a child's body, and actions to take when someone touches parts of the body that should not be touched. The video is available on the PG-PAUD FKIP USK YouTube channel. Keywords: Sex Education, Animated Video, Early Childhood

Citation



    SERVICES DESK