KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KETERLIBATAN SISWA MELALUI MODEL PBL DENGAN KONTEKS IBADAH BULAN RAMADHAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KETERLIBATAN SISWA MELALUI MODEL PBL DENGAN KONTEKS IBADAH BULAN RAMADHAN


Pengarang

Nadiyah Daulay - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmah Johar - 197011171998032002 - Dosen Pembimbing I
Usman - 197412312001121003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2306203020018

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S2) / PDDIKTI : 84102

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide-ide
matematis baik itu secara lisan, tulisan, gambar, grafik, diagram, aljabar, atau simbol -simbol
matematika. Kemampuan komunikasi matematis dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran
matematika masih rendah, oleh karena itu, diharapkan model pembelajaran yang dapat
meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan keterlibatan siswa. Model yang diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan keterlibatan siswa yaitu model PBL
dengan konteks ibadah bulan Ramadhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan
komunikasi matematis dan keterlibatan siswa setelah memperoleh pembelajaran melalui konteks
ibadah bulan Ramadhan dengan model PBL, untuk mengetahui hubungan antara kemampuan
komunikasi matematis dan keterlibatan siswa, dan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi
matematis ditinjau dari keterlibatan siswa melalui model PBL. Penelitian ini menggunakan mixed
method jenis sequential explanatory design dikarenakan ada data kualitatif kemampuan
komunikasi matematis siswa ditinjau dari keterlibatan siswa. Desain penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas VII SMPN 2 Banda Aceh dengan sampel kelas eksperimen, dan 5 orang siswa sebagai
subjek penelitian. Pemilihan sampel dilakukan secara random sampling. Instrumen yang digunakan
yaitu tes kemampuan komunikasi matematis, angket keterlibatan siswa, dan lembar observasi
keterlibatan siswa. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dan keterlibatan
siswa melalui model PBL dengan konteks ibadah bulan Ramadhan. Selanjutnya teknik
pengumpulan data kualitatif penelitian ini yaitu observasi keterlibatan siswa dan tes kemampuan
komunikasi matematis yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan
bahwa kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari keterlibatan siswa melalui model PBL
sudah baik. Hal ini terlihat dari hasil pencapaian kemampuan komunikasi matematis yang ditinjau
dari keterlibatan siswa terhadap 5 orang subjek sudah berada pada kategori baik, artinya subjek
telah memperoleh pembelajaran dengan baik karena pada saat pembelajaran subjek terlibat aktif
serta memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik.

Mathematical communication ability is the ability of students to express mathematical ideas either orally, in writing, pictures, graphs, diagrams, algebra, or mathematical symbols. Mathematical communication skills and student involvement in learning mathematics are still low, therefore, a learning model that can improve mathematical communication skills and student involvement is expected. The model that is expected to improve mathematical communication skills and student involvement is the PBL model with the context of Ramadhan worship. The objectives of the study were to determine the improvement of mathematical communication and student engagement after learning through the context of Ramadhan worship with the PBL model, to describe mathematical communication skills in terms of student engagement through the PBL model, and to determine the relationship between mathematical communication skills and student engagement. This study used mixed method type sequential explanatory design because there was qualitative data on students' mathematical communication ability in terms of student engagement. The research design used in this study was one group pretest posttest. The population in this study were all seventh grade students of SMPN 2 Banda Aceh with a sample of experimental class, and 5 students as research subjects. The sample selection was done by random sampling. The instruments used were mathematical communication ability test, student involvement questionnaire, and student involvement observation sheet. Quantitative data analysis techniques using the T test. Based on the results of the study obtained that there is an increase in students' mathematical communication skills and student involvement through the PBL model with the context of Ramadhan worship. Furthermore, the qualitative data collection technique of this research is observation of student involvement and validated mathematical communication ability test. Data were analyzed by reducing data, presenting data and drawing conclusions. Based on the results of the study, it can be concluded that mathematical communication skills in terms of student involvement through the PBL model is good. This can be seen from the results of the achievement of mathematical communication skills in terms of student involvement of 5 subjects already in the good category, meaning that the subject has obtained good learning because during learning the subject is actively involved and has good mathematical communication skills.

Citation



    SERVICES DESK