DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP MASYARAKAT DI GAMPONG NUSA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DAMPAK PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP MASYARAKAT DI GAMPONG NUSA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

NABILA AGUSTIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mujiburrahmad - 198810282015041003 - Dosen Pembimbing I
Azhar - 196711021993031003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010093

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian prodi Agribisnis., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, termasuk di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Gampong Nusa merupakan salah satu desa wisata yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 kategori homestay terbaik. Keberhasilan tersebut menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, sosial budaya, serta pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengembangan desa wisata terhadap masyarakat Gampong Nusa, ditinjau dari tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 32 responden yang terdiri dari pemilik homestay dan masyarakat umum. Analisis data dilakukan dengan metode perhitungan indeks dan interpretasi berdasarkan skala Likert untuk melihat persepsi masyarakat terhadap dampak yang dirasakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata berpengaruh baik terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini tercermin dari meningkatnya kualitas infrastruktur, fasilitas umum yang memadai, akses informasi yang lebih terbuka, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Aktivitas wisata juga menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan pendapatan penduduk setempat, meskipun manfaat ekonomi masih lebih dominan dirasakan oleh kelompok yang memiliki aset atau usaha wisata. Dari aspek sosial budaya, pengembangan desa wisata mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan, memperkuat rasa keadilan sosial, dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian budaya lokal. Tradisi seperti tarian, permainan rakyat, dan kuliner khas terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata. Namun, partisipasi masyarakat belum sepenuhnya merata, sehingga masih dibutuhkan upaya pemberdayaan agar semua lapisan warga dapat terlibat optimal. Sementara itu, dari aspek lingkungan, pengembangan desa wisata memberikan dampak baik terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, mengelola limbah, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Edukasi wisata lingkungan, seperti kegiatan pengelolaan sampah dan konservasi hayati, membantu masyarakat memahami pentingnya keberlanjutan ekosistem.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan wisata di Gampong Nusa telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi, pelestarian budaya, dan kesadaran lingkungan masyarakat. Namun, keberlanjutan desa wisata memerlukan dukungan berkelanjutan berupa peningkatan kualitas SDM, pemerataan manfaat ekonomi, dan strategi konservasi lingkungan agar keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian alam dapat terus terjaga.

The growth of the tourism sector in Indonesia plays a crucial role in improving the welfare of rural communities, including in Gampong Nusa, Lhoknga District, Aceh Besar Regency. Gampong Nusa is one of the tourist villages that successfully received the Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 award for the best homestay category. This achievement highlights the village’s great potential for local economic development, socio-cultural empowerment, and environmental preservation based on community participation. This study aims to analyze the impact of tourism village development on the community of Gampong Nusa, viewed from three main aspects: economic, socio-cultural, and environmental. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires distributed to 32 respondents, consisting of homestay owners and local residents. Data analysis was conducted using index calculations and interpretations based on the Likert scale to assess community perceptions of the perceived impacts. The results indicate that the development of the tourism village has had a positive influence on the community’s economy. This is reflected in the improvement of infrastructure quality, adequate public facilities, greater access to information, and the enhancement of human resource capacity. Tourism activities have also created new job opportunities and increased local income, although the economic benefits tend to be more significant for those who own assets or tourism-related businesses. From a socio-cultural perspective, the development of the tourism village encourages active community participation in decision-making, strengthens social justice, and raises awareness of local cultural preservation. Traditions such as dances, folk games, and traditional culinary practices continue to be preserved and have become tourism attractions. However, community participation remains uneven, requiring further empowerment efforts to ensure all residents are optimally involved. Meanwhile, from an environmental perspective, tourism village development has positively influenced community awareness of cleanliness, waste management, and the wise use of natural resources. Environmental tourism education activities—such as waste management and biodiversity conservation programs—help the community understand the importance of ecosystem sustainability. Overall, this study concludes that the development of tourism in Gampong Nusa has made a tangible contribution to improving the local economy, preserving culture, and increasing environmental awareness. However, the sustainability of the tourism village requires ongoing support through human resource development, equitable economic benefit distribution, and effective environmental conservation strategies to maintain the balance between tourism growth and natural preservation.

Citation



    SERVICES DESK