PENILAIAN RISIKO KOROSI PADA GEDUNG RKU 2 DAN RKU 3 UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENILAIAN RISIKO KOROSI PADA GEDUNG RKU 2 DAN RKU 3 UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

Andiki Sahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syarizal Fonna - 197810272008121001 - Dosen Pembimbing I
Israr - 198506212020061101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2104102010068

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

620.112 23

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko korosi pada Gedung RKU 2 dan RKU 3 Universitas Syiah Kuala yang telah berusia lebih dari 35 tahun. Metode yang digunakan adalah Half-Cell Potential Mapping (HCPM) untuk mengukur nilai potensial korosi serta Profometer 5+ untuk menentukan posisi dan kedalaman tulangan. Penelitian dilakukan pada kolom-kolom terpilih di lantai dasar dengan mempertimbangkan kondisi visual awal. Hasil pengujian menunjukkan adanya variasi tingkat korosi, mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Pada Gedung RKU 2, kolom 1–3 tergolong dalam kategori korosi tinggi akibat retaknya beton dan tereksposnya tulangan, sedangkan kolom 4 hanya mengalami korosi rendah hingga menengah. Pada Gedung RKU 3, kondisi serupa juga ditemukan dengan sebagian kolom menunjukkan kerusakan serius terutama di area bawah yang sering terpapar genangan air. Faktor lingkungan seperti kelembaban, drainase yang buruk, dan kerusakan selimut beton mempercepat laju korosi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beberapa kolom memerlukan rehabilitasi struktural segera, sementara kolom lainnya cukup dilakukan pemantauan rutin. Penilaian risiko ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan perawatan preventif agar umur layan bangunan dapat diperpanjang dan tetap aman untuk aktivitas akademik. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan pentingnya inspeksi berkala sebagai upaya mitigasi kerusakan dini pada struktur beton bertulang. Hasil studi ini dapat dijadikan rujukan bagi penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi perawatan dan perlindungan beton terhadap korosi.

This study aims to assess the risk of corrosion in RKU 2 and RKU 3 buildings at Syiah Kuala University, which are more than 35 years old. The methods used are Half-Cell Potential Mapping (HCPM) to measure corrosion potential values and Profometer 5+ to determine the position and depth of reinforcement. The study was conducted on selected columns on the ground floor, taking into account the initial visual conditions. The test results showed variations in the level of corrosion, ranging from low to high. In the RKU 2 Building, columns 1– 3 were classified as having high corrosion due to concrete cracks and exposed reinforcement, while column 4 only experienced low to moderate corrosion. In the RKU 3 Building, similar conditions were also found with some columns showing serious damage, especially in the lower areas that were often exposed to standing water. Environmental factors such as humidity, poor drainage, and damage to the concrete cover accelerated the rate of corrosion. The conclusion of this study is that some columns require immediate structural rehabilitation, while others only require routine monitoring. This risk assessment is expected to serve as a basis for preventive maintenance planning to extend the service life of the building and ensure its safety for academic activities. In addition, this study also emphasizes the importance of periodic inspections as a mitigation measure against early damage to reinforced concrete structures. The results of this study can be used as a reference for further research focusing on concrete maintenance and protection strategies against corrosion.

Citation



    SERVICES DESK