Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SATWA YANG DILINDUNGI JENIS BURUNG TIONG MAS (GRACULA RELIGIOSA) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAPAK TUAN)
Pengarang
ZIKRI SABILILLAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ainal Hadi - 196810241993031001 - Dosen Pembimbing I
Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Penguji
Kadriah - 196701011992032001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010167
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.046 951 6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
ZIKRI SABILILLAH
(2025)
Tindak Pidana Perdagangan satwa Liar Yang Dilindungi Jenis Burung Tiong Mas (Gracula Religiosa) (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tapaktuan)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vi,50) pp.,tabl.,bibl.,
Ainal Hadi, S.H., M.Hum.
Tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi diatur dialam Pasal 21 ayat (2) angka (1) dan Pasal 40 angka (2) Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi. Diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Pada kenyataannya, walaupun sudah ada payung hukumnya, tindak pidana ini masih terjadi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tapaktuan.
Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis tiong mas, modus operandi dari tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis tiong mas, serta upaya penanggulannya.
Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Data diperoleh melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dengan responden. Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan menelaah dan mempelajari peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan literatur yang terkait.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya yakni karenakan faktor ekonomi, adanya peminat, kurangnya pemahaman hukum terkait, serta lemanya penegakan hukum yang dilakukan. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana menghubungi calon pembeli menggunakan handphone, kemudian membawa burung menggunakan kandang atau karung beras dan bertemu secara langsung dengan pembeli atau dengan cara ditawarkan di media sosial. Upaya penanggulangannya berupa monitoring dan sosialisasi yang dilakukan baik oleh kepolisian maupun lembaga-lembaga terkait, melalui program edukasi yang komprehensif. Pendidikan lingkungan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian hayati.
Diharapkan kepada pemerintah dan segala lembaga-lembaga terkait dapat meningkatkan kinerjanya dalam upaya memberantas tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis burung tiong mas. Serta diberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku.
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DAN PERNIAGAAN ORGAN TUBUH GAJAH SEBAGAI SATWA DILINDUNGI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI IDI) (TAUFIQURRAHMAN, 2024)
STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI STABAT NOMOR 651/PID.SUS/2015/PN STB TENTANG PERDAGANGAN SATWA LIAR YANG DILINDUNGI (Ahmad Reza, 2016)
PENGULANGAN TINDAK PIDANA MEMILIKI BAGIAN-BAGIAN SATWA YANG DILINDUNGI DAN PENERAPAN HUKUMNYA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN) (Afrijal, 2018)
TINDAK PIDANA MEMPERNIAGAKAN PARUH BURUNG RANGKONG GADING DI WILAYAH HUKUM POLDA ACEH (Muhammad Hekal, 2020)
TINDAK PIDANA PENGANGKUTAN SATWA YANG DILINDUNGI DAN PENANGGULANGANNYA (SUATU PENELITIAN DI BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM ACEH) (MUHAMMAD RIZAL, 2015)