STATISTIK KRIMINAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN JARIMAH KHALWATRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STATISTIK KRIMINAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN JARIMAH KHALWATRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

ILHAM MILAHI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mohd. Din - 196412311990021006 - Dosen Pembimbing I
Nellyana Roesa - 198206262006042003 - Penguji
Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010365

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

340.595 981 1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Statistik kriminal sebagai upaya penanggulangan jarimah khalwat bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tingkat pelanggaran yang terjadi di kota Banda Aceh. Pasal 1 angka 23 dirumuskan khalwat adalah perbuatan yang berada ditempat tertutup atau tersembunyi antara 2 (dua) orang yang berlainan jenis kelamin yang bukan mahram tanpa ikatan perkawinan yang mengarah kepada perbutan zina. Namun dalam penanggulangan jarimah khalwat diperlukan informasi jumlah data mengenai jumlah jarimah khalwat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan karakteristik pelaku jarimah khalwat di kota Banda Aceh. Menjelaskan upaya yang dilakukan wilayatul hisbah dalam menanggulangi jarimah khalwat dan menjelaskan hambatan yang di hadapai wilayatul hisbah dalam menanggulangi jarimah khalwat.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan studi pustaka. Data statistik diperoleh dari Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh mengenai jumlah kasus jarimah khalwat yang terjadi antara tahun 2021 hingga 2024.
Hasil penelitian yang diperoleh, karakteristik pelaku didominasi oleh kelompok usia remaja (18-25 tahun) sebesar 57,58%, diikuti oleh anak-anak (33,94%) dan dewasa (8,48%). Pelaku terbanyak berasal dari luar Banda Aceh (66%). Upaya yang dilakukan Wilayatul Hisbah dalam menanggulangi jarimah khalwat meliputi patroli rutin, operasi terpadu, sosialisasi, serta kerja sama dengan masyarakat. Namun, ada kendala yang dihadapi berupa rendahnya profesionalitas petugas, keterbatasan jumlah personel penyidik, rendahnya kepedulian masyarakat sekitar, dan keterbatasan dalam pengawasan lokasi rawan pelanggaran.
Disarankan agar Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan pembaharuan terkait data pelaku jarimah khalwat dengan lebih akurat, serta di perlukan pengawasan secara optimal kepada para penduduk yang berasal dari luar Banda Aceh dan tempat-tempat yang rawan terjadi jarimah khalwat. Untuk lembaga pendiudikan agar melakukan pembinaan kepada para remaja untuk menghindari khalwat, serta kepada pemerintah Aceh untuk melakukan alokasi dana yang cukup serta menambah personel wilayatul hisbah terutama perempuan untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi satpol PP dan Wilayatul hisbah.

Criminal statistics as an effort to prevent khalwat crimes aim to provide information on the level of violations occurring in Banda Aceh city. Article 1, number 23 defines khalwat as an act of being in a closed or hidden place between two people of different sexes who are not mahram without a marriage bond, which leads to zina. However, to prevent khalwat crimes, information on the number of cases is necessary. The purpose of this study is to explain the characteristics of khalwat perpetrators in Banda Aceh city, to explain the efforts made by Wilayatul Hisbah in preventing khalwat crimes, and to explain the obstacles faced by Wilayatul Hisbah in preventing these crimes. The method used in this study is an empirical juridical method with data collection techniques through interviews and literature review. Statistical data were obtained from Wilayatul Hisbah Banda Aceh city regarding the number of khalwat cases that occurred between 2021 and 2024. The results obtained show that the characteristics of perpetrators are dominated by youth aged 18-25 years (57.58%), followed by children (33.94%), and adults (8.48%). Most perpetrators come from outside Banda Aceh (66%). Wilayatul Hisbah's efforts to prevent khalwat crimes include routine patrols, integrated operations, socialization, and cooperation with the community. However, there are obstacles, such as the lack of professionalism among officers, limited number of investigators, low public awareness, and limited supervision of areas prone to violations. It is recommended that Wilayatul Hisbah Banda Aceh city update the data on khalwat perpetrators more accurately, and conduct optimal supervision of residents from outside Banda Aceh and areas prone to khalwat crimes. For educational institutions to provide guidance to youth to avoid khalwat, and for the Aceh government to allocate sufficient funds and add personnel to Wilayatul Hisbah, especially female officers, to optimize the tasks and functions of Satpol PP and Wilayatul Hisbah.

Citation



    SERVICES DESK