ANALISIS KESULITAN GURU PPKN DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KESULITAN GURU PPKN DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Ahsana Amalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maimun - 198104202010121003 - Dosen Pembimbing I
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1906101010021

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

375

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ahsana Amalia. (2025). Analisis Kesulitan Guru PPKn dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA Kota Banda Aceh [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Maimun S.Pd., MA dan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si.
Penelitian ini berfokus pada menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru PPKn di SMA Kota Banda Aceh dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk untuk (1) mendeskripsikan bagaimana kemampuan guru PPKn dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SMA Kota Banda Aceh, (2) mendeskripsikan apa saja hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SMA Kota Banda Aceh, (3) mendeskripsikan upaya guru PPKn dalam menyesuaikan kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SMA Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu orang guru PPKn di masing-masing SMA Negeri 4, 5, dan 8 Banda Aceh.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi dengan guru. selanjutnya dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka masih mengalami beberapa kesulitan, seperti kesulitan dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), menganalisis Capaian Pembelajaran (CP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta kesulitan dalam penggunaan teknologi dan minimnya buku pembelajaran. (2) Bentuk kesulitan yang dihadapi mencakup aspek perencanaan pembelajaran, khususnya dalam TP, CP, dan ATP, serta tantangan teknis terkait penggunaan teknologi dan minimnya sumber belajar yang tersedia. (3) upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka seperti memberikan penguatan kompetensi guru dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, serta kepribadian. Serta upaya lainnya seperti memberikan pelatihan, kegiatan MGMP, konsultasi dengan ahli, serta dukungan dari kepala sekolah, pengawas, serta dinas pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru PPKn di SMA Kota Banda Aceh telah memiliki kompetensi pedagogik yang baik, namun masih menghadapi kendala dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka, seperti keterbatasan dalam penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional, serta tantangan dalam pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Saran yang diberikan adalah perlunya pelatihan khusus, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan fasilitas dari pemerintah dan dinas pendidikan untuk menunjang implementasi kurikulum secara optimal.

Kata kunci: Kesulitan Guru, Perangkat Pembelajaran, Kurikulum Merdeka

ABSTRACT Ahsana Amalia. (2025). Analysis of Civics Teachers' Difficulties in Developing Independent Curriculum Learning Tools in Banda Aceh City High Schools [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Maimun S.Pd., MA and Dr. Saiful, S.Pd., M.Si. This research focuses on analyzing the difficulties faced by Civics teachers in Banda Aceh City High Schools in preparing learning tools for the Independent Curriculum. The study aims to: (1) describe the ability of Civics teachers in preparing Independent Curriculum learning tools; (2) identify the obstacles they encounter in the process; and (3) explain the efforts made by these teachers to overcome the difficulties they face. A qualitative descriptive approach was used in this study. The research subjects consisted of one Civics teacher from each of SMA Negeri 4, 5, and 8 Banda Aceh. Data were collected through interviews and documentation, and then analyzed using three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that (1) The results of the study show that (1) teachers' ability to develop learning tools for the Independent Curriculum still faces several challenges, such as difficulties in formulating Learning Objectives (TP), analyzing Learning Outcomes (CP), compiling the Flow of Learning Objectives (ATP), as well as utilizing technology and the limited availability of learning resources. (2) These difficulties primarily emerge in aspects of learning planning particularly in TP, CP, and ATP and in technical issues such as the use of digital tools and lack of instructional materials. (3) To address these challenges, teachers have made various efforts, including strengthening their competencies in pedagogical, professional, social, and personal aspects. Other efforts include participating in training sessions, engaging in MGMP (Subject Teacher Forum) activities, consulting with experts, and receiving support from school principals, supervisors, and the local education office. The conclusion of this study indicates that Civics teachers in Banda Aceh City High Schools possess good pedagogical competence but continue to encounter obstacles in preparing learning tools for the Independent Curriculum. These include limitations in mastering certain pedagogical and professional components, as well as difficulties in optimizing the available facilities. Therefore, it is recommended that targeted training, continuous mentoring, and adequate facility support from the government and educational authorities be provided to ensure the successful implementation of the curriculum. Keywords: Teacher Difficulties, Learning Tools, Independent Curriculum

Citation



    SERVICES DESK