AKTIVITAS CUKA AREN (ARENGA PINNATA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AKTIVITAS CUKA AREN (ARENGA PINNATA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO


Pengarang

RISYA PUTRIMAYA BERAMPU - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Faisal Jamin - 197709112005011001 - Dosen Pembimbing I
Rastina - 198306062008122002 - Dosen Pembimbing II
Masda Admi - 198111262015011101 - Penguji
Darniati - 198310262008122002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2102101010120

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.089 69

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Candida albicans adalah flora normal pada saluran pencernaan, urogenital, dan kulit hewan, namun dapat menjadi patogen penyebab kandidiasis. Terapi antijamur yang digunakan dapat menimbulkan resistensi dan efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami, seperti cuka aren (Arenga pinnata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas cuka aren dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan metode Kirby-bauer. Perlakuan dilakukan sebanyak 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, membedakan konsentrasi cuka aren (Arenga pinnata) pada 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Kontrol positif yang digunakan adalah itraconazole, sedangkan kontrol negatif menggunakan aquades. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat. Rata – rata diameter zona hambat yang diamati menunjukkan bahwa itraconazole menghasilkan zona hambat sebesar 14,7 mm. Pada konsentrasi cuka 2,5%, 5% dan 7,5% tidak ditemukan zona hambat, sedangkan pada konsentrasi 10% terbentuk zona hambat dengan rata-rata diameter 3,6 mm. Sementara itu, aquades yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cuka aren memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans yang ditunjukkkan oleh terbentuknya zona hambat yang terbentuk.
Kata kunci: Asam asetat, Candida albicans dan Cuka Aren

Candida albicans is a normal flora in the digestive tract, urogenital tract, and skin of animals, but can be a pathogen causing candidiasis. Antifungal therapy used can cause resistance and side effects, so natural alternatives are needed, such as palm vinegar (Arenga pinnata). This study aims to determine the activity of palm vinegar in inhibiting the growth of Candida albicans in vitro. This type of research is a laboratory experimental study using the Kirby-bauer method. Treatments were carried out in 6 treatments with 3 repetitions, different concentrations of palm vinegar (Arenga pinnata) at 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. The positive control used was itraconazole, while the negative control used aquades. The result showed the presence of an inhibition zone. The average diameter of the observed inhibition zone showed that itraconazole produced an inhibition zone of 14,7 mm. At vinegar concentration of 2,5%, 5% and 7,5% no inhibition zone was found, while at a concentration 10% an inhibition zone was formed with an average diameter of 3,6 mm. Meanwhile, aquades used as a negative control did not show any inhibition zone. Based on the results of this study, it can be concluded that palm vinegar has the ability to inhibit the growth of Candida albicans as indicated by the information of an inhibition zone. Keywords: Acetic acid, Candida albicans and Palm vinegar

Citation



    SERVICES DESK