PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PERUNDUNGAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PERUNDUNGAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)


Pengarang

Putri Cairaturrahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nursiti - 197210152003122003 - Dosen Pembimbing I
Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Penguji
Muhammad Insa Ansari - 197707122008121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2103101010150

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.76

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Putri
Cairaturrahmi,
(2025)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK
SEBAGAI KORBAN PERUNDUNGAN (Suatu
Penelitian Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda
Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vi, 55). pp., tabl., bibl.,

(Dr. Nursiti, S.H., M.Hum.)
Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014
tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak (selanjutnya disebut UU Perlindungan Anak) menyatakan
bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh
melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ketentuan ini
menegaskan larangan terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan
terhadap anak. Namun, dalam kenyataannya, kasus perundungan anak masih
terjadi di Kota Banda Aceh.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan aturan
perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban perundungan di Wilayah
Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh dan untuk mengetahui serta menjelaskan
faktor penghambat berjalannya UU Perlindungan Anak.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Data penelitian
diperoleh dari data primer berupa hasil wawancara dengan responden dan
informan, serta data sekunder berupa literatur kepustakaan, mencakup buku teks,
jurnal, teori, dan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan penegakan hukum
dalam memberikan perlindungan terhadap anak sebagai korban perundungan di
wilayah hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh diatur dalam UU Perlindungan
Anak Dalam praktiknya, anak korban perundungan berhak mendapatkan
pendampingan dari pekerja sosial dan proses persidangan yang ramah anak,
dengan perhatian pada kondisi psikologisnya. Faktor-faktor penghambat
berjalannya UU Perlindungan Anak meliputi kurangnya pemahaman hukum di
kalangan masyarakat, ketidaksiapan pihak sekolah dalam melaporkan kasus
perundungan, serta ketidakbersediaan orang tua untuk melibatkan diri dalam
proses hukum. Selain itu, pelaku yang berasal dari keluarga dengan posisi
berpengaruh dalam penegakan hukum juga dapat menjadi tantangan dalam
menyelesaikan kasus perundungan.
Disarankan agar kepolisian, kejaksaan, dan dinas terkait mengadakan
sosialisasi intensif untuk menciptakan wadah terkoordinasi antar lembaga, dan
pihak sekolah harus bersikap kooperatif dan terbuka. Kerja sama yang baik
dengan orang tua, pihak berwenang, dan lembaga terkait sangat diperlukan untuk
mengatasi masalah ini secara efektif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK