ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK TERHADAP PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK PADA JENJANG SMA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK TERHADAP PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK PADA JENJANG SMA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Cut Putri Ardista - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mirza Desfandi - 198212132010121001 - Dosen Pembimbing I
Puspita Annaba Kamil - 199012202023212039 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101040005

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cut Putri Ardista. (2025). Analisis Implementasi Program Sekolah Penggerak terhadap Peningkatan Proses Pembelajaran Peserta Didik pada Jenjang SMA di Kota Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Mirza Desfandi, S.Pd., M.Soc.Sc, dan Dr. Puspita Annaba Kamil, S.Pd., M.Pd.
Salah satu permasalahan utama dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah masih dominannya metode pembelajaran konvensional yang minim akan partisipasi aktif siswa, sehingga kurang mampu mengembangkan pemahaman mendalam dan keterampilan berpikir kritis. Sebagai respons terhadap persoalan ini, Kemendikbudristek meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar dan Program Sekolah Penggerak (PSP) yang bertujuan mendorong inovasi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik. Namun, pelaksanaan PSP di lapangan, termasuk di Kota Banda Aceh, masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesiapan guru, keterbatasan fasilitas, pelatihan yang belum merata, serta kendala dalam proses digitalisasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana implementasi Program Sekolah Penggerak terhadap peningkatan proses pembelajaran peserta didik di jenjang SMA di Kota Banda Aceh, 2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program tersebut, dan 3) menganalisis dampak penerapan Program Sekolah Penggerak terhadap proses pembelajaran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi pada tiga sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak di Kota Banda Aceh, yaitu SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 7. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Penggerak mendorong guru untuk beralih dari metode ceramah ke pembelajaran berpusat pada siswa, menerapkan diferensiasi, serta memanfaatkan media digital dan lingkungan sekitar. Faktor pendukung meliputi pelatihan berkala, dukungan kepala sekolah, MGMP, In House Training, komunitas belajar, serta Platform Merdeka Mengajar. Adapun hambatan yang ditemukan mencakup pelatihan yang belum merata, guru senior yang kurang adaptif terhadap teknologi, keterbatasan fasilitas (seperti proyektor dan software GIS), buku cetak yang belum memadai, izin orang tua untuk kegiatan luar kelas, beban administratif yang tinggi, dan minimnya pendanaan dari pemerintah daerah. Dampak dari program ini terlihat pada siswa yang menjadi lebih aktif berdiskusi, percaya diri, berpikir kritis, serta terbiasa bekerja sama dalam proyek, didukung oleh penggunaan media dan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.
Kata kunci: Implementasi, Program Sekolah Penggerak, Proses Pembelajaran

Cut Putri Ardista. (2025). Analysis of the Implementation of the School Mover Program to Improve the Teaching and Learning Process of High School Students in Banda Aceh City. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Under Direction of Dr. Mirza Desfandi, S.Pd., M.Soc.Sc, and Dr. Puspita Annaba Kamil, S.Pd., M.Pd. One of the main problems in Indonesia's education system is the continued dominance of conventional teaching methods that offer minimal active student participation. This approach limits the development of deep understanding and critical thinking skills. In response, the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology launched the Merdeka Belajar policy and the Sekolah Penggerak Program (SPP), aimed at encouraging innovation in learning and improving students' holistic learning outcomes. However, the implementation of SPP in the field, including in Banda Aceh City, still faces several challenges such as teacher readiness, limited facilities, uneven training distribution, and obstacles in digitalization. This study aims to 1) examine how the Sekolah Penggerak Program is implemented to improve the learning process of high school students in Banda Aceh City, 2) identify supporting and inhibiting factors in its implementation, and 3) analyze the impact of the program on the learning process of students. This research employed a qualitative approach with a descriptive method and a case study design. Data were collected through interviews and documentation at three high schools implementing the Sekolah Penggerak Program: SMAN 1, SMAN 3, and SMAN 7 Banda Aceh. Informants were selected using purposive sampling. The findings show that the program encourages teachers to shift from lecture-based to student-centered learning, implement differentiated instruction, and utilize digital media and the school environment. Supporting factors include regular training, principal support, MGMP, In-House Training, learning communities, and the Merdeka Mengajar Platform. Inhibiting factors include uneven training distribution, senior teachers’ limited adaptability to technology, inadequate facilities (such as projectors and GIS software), insufficient textbooks, lack of parental support for field-based learning, high administrative workload, and limited funding from local government. The program has led to students becoming more active in discussions, confident, critical in thinking, and collaborative in project-based learning—supported by diverse media and engaging learning approaches. Keywords: Implementation, School Mover Program, Learning Process

Citation



    SERVICES DESK