PERBANDINGAN KUALITAS FISIK, PH DAN KADAR ASAM LAKTAT PADA SILASE DAN FERMENTASI KULIT KELAPA MUDA ( COCOS NUCIFERA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN KUALITAS FISIK, PH DAN KADAR ASAM LAKTAT PADA SILASE DAN FERMENTASI KULIT KELAPA MUDA ( COCOS NUCIFERA L.)


Pengarang

LUCCYANA DAMAYANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sitti Wajizah - 196902281993032001 - Dosen Pembimbing I
Hendra Koesmara - 198703052019031008 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105104010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pakan merupakan salah satu bahan baku yang mempunyai dampak besar terhadap keberlangsungan usaha peternakan. ketersediaan pakan ternak sangat bervariasi sepanjang tahun. Produksi biomassa tanaman hijauan meningkat ketika hujan turun, namun produksinya menurun secara signifikan pada musim kemarau. Kulit kelapa muda merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak., untuk menjamin ketersediaan dan meningkatkan nilai nutrisi kulit kelapa muda, diperlukan berbagai strategi dalam pengawetan dan penyediaannya terutama untuk mempertahankan kualitas, salah satunya melalui teknologi pembuatan silase dan fermentasi. MA-11 merupakan jenis mikroorganisme yang sering digunakan untuk mengoptimalkan degredasi serat dalam proses fermentasi. Pada penambahan mikroorganisme tersebut diharapkan dapat menunjang dalam pembuatan fermentasi kulit kelapa muda (Cocos nucifera L.) Kulit kelapa muda dapat meningkatkan kualitas nutrisinya secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbandingan kualitas fisik (warna, aroma, tekstur, jamur) pH dan kadar asam laktat yaitu dengan teknologi silase dan teknologi fermentasi. Penelitian ini membuat pakan silase dan fermentasi kulit kelapa muda dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi & Teknologi Hijauan Pakan, Departemen Peternakan, uji pH dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Ternak Ruminansia Departement Peternakan dan analisis bakteri asam laktat dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Susu Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari hinggan 17 April 2025. Jenis penelitian mengguanakan metode eksperimen, dengan mengguanakan uji t (t-test) yang terdiri atas 2 perlakuan yaitu silase dan fermentasi mengguanakan MA-11 terhadap kulit kelapa muda dengan masing-masing terdiri atas 10 ulangan dan 2 perlakuan, sehingga memperoleh 20 unit percobaan. Silase dan fermentasi dilakuakan selam 21 hari. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas fisik (warna, aroma, tekstur, dan jamur) nilai pH dan kadar asam laktat. Hasil pengamatan pengolahan kulit kelapa terhadap kualitas fisik silase dan fermentasi tidak tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap kullaitas fisik. Pada penilaian warn menunjukkan bahwa silase dan fermentaasi memiliki kualitas yang baik, dengan skor masing-masing 3,43 dan 3,44. Pada aspek aroma fermentasi lebih tinggi 3,92 dibandingkan silase 3,78, keduanya masuk kategori baik. Tekstur silase dan fermentasi mendapat skor 2,63 dan 2,56 termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, skor penilaian keberdaan jamur pada fermentasi mencapai 4,60 lebih tinggi dari silase 3,26 yang menunjukkan kualitas sangat baik pada perlakuan fermentasi. Nilai pH sebagai indikator penting untuk silase dan fermentasi. pH 3,2-4,2 menunjukkan kualitas sangat baik, sedangkan pH diatas 4,8 menandakan kualitas buruk. Asam laktat berperan dalam menurunkan pH, sehingga menghambat bakteri perusak.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa silase dan fermentasi dengan MA-11 tidak memberikan perbedaan nyata (P>0,05) terhadap warna, tekstur, aroma. Namun, fermentasi dengan dengan MA-11 secara signifikan menekan pertumbuhan jamur (P

Feed is one of the raw materials that has a major impact on the sustainability of the livestock business. the availability of animal feed varies greatly throughout the year. Forage crop biomass production increases when it rains, but production decreases significantly in the dry season. Young coconut skin is one of the wastes that can be utilized as animal feed. To ensure the availability and increase the nutritional value of young coconut skin, various strategies are needed in preserving and providing it, especially to maintain quality, one of which is through silage and fermentation technology. MA-11 is a type of microorganism that is often used to optimize fiber degredation in the fermentation process. The addition of these microorganisms is expected to support the fermentation of young coconut skin (Cocos nucifera L.) Young coconut skin can improve its nutritional quality optimally. The purpose of this study was to compare the physical quality (color, aroma, texture, mold) pH and lactic acid content with silage technology and fermentation technology. This research made silage feed and fermented young coconut skin carried out in the Laboratory of Nutrition Science & Technology of Forage Feed, Department of Animal Husbandry, pH test was carried out in the Laboratory of Ruminant Animal Science and Technology, Department of Animal Husbandry and lactic acid bacteria analysis was carried out in the Milk Processing Technology Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This research was conducted on January 22 to April 17, 2025. This type of research uses the experimental method, using the t-test which consists of 2 treatments, namely silage and fermentation using MA-11 against young coconut skin with each consisting of 10 replicates and 2 treatments, thus obtaining 20 experimental units. Silage and fermentation were done for 21 days. The parameters observed in this study were physical quality (color, aroma, texture, and mold) pH value and lactic acid content. The results of observations of coconut peel processing on the physical quality of silage and fermentation did not provide significant differences in physical quality. The color assessment shows that silage and fermentation have good quality, with scores of 3.43 and 3.44 respectively. In the aspect of aroma, fermentation was higher at 3.92 compared to silage at 3.78, both in the good category. The texture of silage and fermentation scored 2.63 and 2.56, respectively, including in the medium category. Meanwhile, the assessment score for the presence of mold in fermentation reached 4.60 higher than silage 3.26 which showed very good quality in the fermentation treatment. The pH value is an important indicator for silage and fermentation. pH 3.2-4.2 indicates excellent quality, while pH above 4.8 indicates poor quality. Lactic acid plays a role in lowering pH, thus inhibiting destructive bacteria. The conclusion of this study showed that silage and fermentation with MA-11 did not give significant differences (P>0.05) on color, texture, aroma. However, fermentation with MA-11 significantly suppressed mold growth (P

Citation



    SERVICES DESK