PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Nidhara Trismauliza - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mahfud - 198004152005011003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010435

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.026 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 365 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri. Meskipun telah ada aturan mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan, namun masih dijumpai kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Kepolisian Resor Banda Aceh.

Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan mekanisme penyidikan dalam menangani tindak pidana pencurian dengan kekerasan, upaya penyidik dalam menanggulangi tindak pidana pencurian dengan kekerasan, serta hambatan penyidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan penelitian yuridis empiris. Penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku, teori, peraturan perundang-undangan.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa pelaksanaan penyidikan dalam kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan wilayah kepolisian di Resor Banda Aceh yaitu dengan memproses laporan atau informasi, mendatangi tempat kejadian perkara melalui TPTKP, olah tempat kejadian perkara dan pembuktian, pembuatan berita acara pemeriksaan di TKP. Upaya penyidik dalam mengurangi kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan diantaranya melakukan patroli rutin di sekitar wilayah yang sering terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan perlindungan hukum pada masyarakat, penyebaran jumlah penyidik, sosialisasi dan edukasi. Kendala yang dihadapi oleh penyidik dalam penanganan kasus ini, tidak ada saksi di TKP, dan kendala dalam menghadirkan saksi.

Disarankan kepada pihak penyidik untuk menambahkan CCTV untuk mempermudah penangkapan pelaku dalam kasus pencurian dengan kekerasan, mempermudah penangkapan pelaku dalam kasus pencurian dengan kekerasan, melakukan patroli rutin, diharapkan kesadaran dari masyarakat dalam membantu pelaksanaanya penyidikan dengan menjadi saksi.

Article 365 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) is punishable by imprisonment for a maximum of nine years for theft preceded by, accompanied by, or followed by violence or threats of violence against a person with the intention of preparing for or facilitating the theft, or in the event of being caught in the act, to enable escape by the perpetrator or their accomplices, or to retain control over the stolen goods. Although there are already regulations regarding theft with violence, cases of violent theft are still found in the jurisdiction of the Banda Aceh Police Resort. The purpose of this thesis is to explain the investigation mechanism in handling violent theft crimes, the investigators’ efforts in addressing violent theft, and the obstacles faced during the investigation process. This research uses an empirical juridical approach. Field research was conducted by interviewing respondents and informants. Literature research was conducted by studying books, theories, and legislation. The results of the research indicate that the process of investigation in violent theft cases in the Banda Aceh Police Resort includes processing reports or information, visiting the crime scene through preliminary crime scene investigation (TPTKP), conducting crime scene analysis and evidence collection, and preparing the official crime scene investigation report. Investigators' efforts to reduce cases of violent theft include routine patrols in areas where such crimes frequently occur, providing legal protection to the community, assigning more investigators, and conducting public awareness and education campaigns. Obstacles faced by investigators in handling these cases include the absence of witnesses at the crime scene and difficulties in presenting witnesses. It is recommended that investigators install more CCTV cameras to facilitate the apprehension of perpetrators in violent theft cases, conduct regular patrols, and that public awareness be increased so that people are willing to assist investigations by acting as witnesses.

Citation



    SERVICES DESK