ORGANOLEPTIK DAN KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER DENGAN RNPEMBERIAN RANSUM KOMERSIL YANG SEBAGIAN DISUBSTITUSI RNDENGAN TEPUNG KULIT UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) FERMENTASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ORGANOLEPTIK DAN KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER DENGAN RNPEMBERIAN RANSUM KOMERSIL YANG SEBAGIAN DISUBSTITUSI RNDENGAN TEPUNG KULIT UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) FERMENTASI


Pengarang
Dosen Pembimbing

Ir zulfan,Msc 196506071990111001 - - - Dosen Pembimbing I
Cut Aida Fitri - 196701121993032001 - Dosen Pembimbing II
Fita Ridhana - 199112122023212076 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2105104010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ketersediaan daging ayam broiler tidak hanya dilihat dari jumlahnya, akan tetapi penampilan dan kualitas fisiknya perlu pula diperhatikan. Kualitas fisik dan organoleptik daging merupakan salah satu acuan konsumen untuk memilih daging. Di sisi lain, peternakan ayam broiler mengalami kendala-kendala dalam budidayanya terutama biaya ransum yang tinggi yang mencapai 60–70% dari seluruh biaya produksi. Permasalahan ini dapat diatasi, antara lain, dengan memanfaatkan limbah tanaman ubi seperti kulit ubi kayu untuk diolah menjadi bahan baku pakan unggas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kulit ubi yang difermentasi dengan menggunakan ragi tape sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap organoleptik dan kualitas fisik daging ayam broiler.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 18 Januari - 26 Maret 2025 yang dimulai sejak masa persiapan kandang dan bahan pakan, pemeliharaan ayam 4 minggu, dan pengujian organoleptik dan kualitas fisik daging ayam broiler. Uji organoleptik karkas dan daging ayam dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging, Depertemen Perternakan, Universitas Syiah Kuala Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain MB 202p produksi PT Japfa Comfeed Indonesia. Ransum perlakuan adalah R 0+= 100% RK, R 0-= 75% RK + 25% BPS yang mengandung 0% TKUF, 15% jagung, 6,4% tepung ikan, 3,1% dedak, dan 0,5% top mix, R 1= 75% RK + 25% BPS yang mengandung 5% TKUF, 10% jagung, 6,4% tepung ikan, 3,1% dedak, dan 0,5% top mix, R 2= 75% RK + 25% BPS yang mengandung 10% TKUF, 5% jagung, 6,4% tepung ikan, 3,1% dedak, dan 0,5% top mix, R 3= 75% RK + 25% BPS yang mengandung 15% TKUF, 0% jagung, 6,4% tepung ikan, 3,1% dedak, dan 0,5% top mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) subsampel dengan 5 perlakuan, 4 ulangan, dan 2 subsampel. Setiap ulangan merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam. Pada akhir pemeliharaan empat minggu, sebanyak dua ekor ayam dari setiap unit percobaan dengan kriteria rataan berat badan mendekati rataan berat badan dalam unitnya diambil untuk diuji organoleptik dan kualitas fisiknya. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika hasil berbeda nyata maka analisis dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan.
Hasil sidik ragam memperlihatkan penggunaan tepung kulit ubi kayu fermentasi (TKUF) 10% sebagai bahan pakan substitusi (BPS) pengganti jagung tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas warna kuning karkas, namun pada level penggunaan 15%, intensitas warna kuning karkas menurun sangat nyata dengan skor 2,23 yang masuk ke dalam kategori kurang kuning. Penggunaan TKUF sampai 15% tidak memberi perbedaan nyata (P>0,05) pada tingkat kesukaan panelis terhadap organoleptik karkas pada konformasi dan aroma karkas dengan skor mendekati 5 yang masuk ke dalam kategori suka. Namun, tingkat kesukaan warna karkas menurun sangat nyata (P0,05) organoleptik daging ayam yang dimasak pada tingkat kesukaan rasa daging, warna, flavor, dan keempukan daging ayam broiler yang dimasak yang berasal dari ayam broiler yang diberikan ransum yang mengandung (TKUF) sebagai pengganti jagung, dengan rataan skor pilihan panelis mendekati 5 yang tergolong kategori suka. Penggunaan 15% TKUF tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH daging, susut masak, dan tingkat keempukan daging, yang semua nilai termasuk ke dalam kategori normal.
Dapat disimpulkan bahwa tepung kulit ubi kayu fermentasi dapat digunakan sebagai substitusi jagung hingga level 10% dalam bahan pakan substitusi untuk menggantikan sebagian ransum komersil tanpa menurunkan kualitas visual karkas dan mutu daging ayam broiler secara organoleptik dan fisik.

The availability of broiler chicken meat is not only seen from the quantity, but also its appearance and physical quality need to be considered. The physical and organoleptic quality of meat is one of the consumer's references for choosing meat. On the other hand, broiler chicken farming experiences obstacles in its cultivation, especially the high cost of rations which reaches 60-70% of the total production costs. This problem can be overcome, among others, by utilizing cassava plant waste such as cassava skin to be processed into raw materials for poultry feed. The purpose of this study was to determine the effect of the use of fermented cassava skin flour using tape yeast as a partial substitute for commercial rations on the organoleptic and physical quality of broiler chicken meat. This research was conducted at the Animal Husbandry Field Laboratory (LLP), Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University on January 18 - March 26, 2025 which began from the preparation period of the cage and feed ingredients, 4-week chicken maintenance, and organoleptic testing and physical quality of broiler chicken meat. Organoleptic tests of chicken carcasses and meat were conducted at the Meat Processing Science and Technology Laboratory, Department of Animal Husbandry, Syiah Kuala University. This study used 100 broiler chicks (DOC) strain MB 202p produced by PT Japfa Comfeed Indonesia. The treatment rations were R 0+= 100% RK, R 0-= 75% RK + 25% BPS containing 0% TKUF, 15% corn, 6.4% fish meal, 3.1% bran, and 0.5% top mix, R 1= 75% RK + 25% BPS containing 5% TKUF, 10% corn, 6.4% fish meal, 3.1% bran, and 0.5% top mix, R 2= 75% RK + 25% BPS containing 10% TKUF, 5% corn, 6.4% fish meal, 3.1% bran, and 0.5% top mix, R 3= 75% RK + 25% BPS containing 15% TKUF, 0% corn, 6.4% fish meal, 3.1% bran, and 0.5% top mix. This study used a Completely Randomized Design (CRD) subsample with 5 treatments, 4 replications, and 2 subsamples. Each replication is an experimental unit consisting of 5 chicks each. At the end of four weeks of maintenance, two chickens from each experimental unit with the criteria of average body weight close to the average body weight in its unit were taken to be tested for organoleptic and physical quality. Data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) and if the results were significantly different, the analysis was continued with the Duncan Multiple Range test. The results of the analysis of variance showed that the use of 10% fermented cassava skin flour (TKUF) as a substitute feed ingredient (BPS) to replace corn did not significantly affect the intensity of the yellow color of the carcass, but at the level of use of 15%, the intensity of the yellow color of the carcass decreased very significantly with a score of 2.23 which is included in the category of less yellow. The use of TKUF up to 15% did not provide a significant difference (P>0.05) in the level of panelist preference for carcass organoleptics in carcass conformation and aroma with a score approaching 5 which is included in the category of liking. However, the level of preference for carcass color decreased very significantly (P0.05) in the organoleptic of cooked chicken meat at the level of preference for meat taste, color, flavor, and tenderness of cooked broiler chicken meat originating from broiler chickens given rations containing (TKUF) as a substitute for corn, with an average panelist choice score approaching 5 which is included in the category of liking. The use of 15% TKUF had no significant effect (P>0.05) on the pH value of meat, cooking loss, and level of meat tenderness, all of which were included in the normal category. It can be concluded that fermented cassava skin flour can be used as a corn substitute up to 10% in substitute feed ingredients to replace part of the commercial ration without reducing the visual quality of the carcass and the organoleptic and physical quality of broiler chicken meat.

Citation



    SERVICES DESK