INTERAKSI MAHASISWA PAPUA DENGAN MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH DALAM MEWUJUDKAN KEADABAN WARGA NEGARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INTERAKSI MAHASISWA PAPUA DENGAN MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH DALAM MEWUJUDKAN KEADABAN WARGA NEGARA


Pengarang

NAZIR UFRANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maimun - 198104202010121003 - Dosen Pembimbing I
Irwan Putra - 198801012019031015 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nazir Ufrani. (2025). Interaksi Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh dalam Mewujudkan Keadaban Warga Negara. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Maimun S.Pd., MA dan Dr. Irwan Putra, S.Pd., M.Pd.
Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sering kali menghadapi tantangan sosial dan budaya, seperti diskriminasi, stereotip negatif, dan kesulitan beradaptasi. Namun, kondisi berbeda justru terlihat di Banda Aceh, di mana Mahasiswa Papua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal melalui upaya adaptasi budaya dan komunikasi yang baik. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana proses interaksi sosial antara Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh ; (2) Bagaimana model interaksi antara Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh dalam membentuk keadaban warga Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses interaksi antara Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh yang berperan dalam membentuk keadaban warga Negara dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan di Ie Masen Ulee Kareng dan Kopelma Darussalam Banda Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus guna mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan 10 Mahasiswa Papua yang berkuliah di Universitas Syiah Kuala, 4 masyarakat, 4 tokoh, dan 2 pemuda, selanjutnya dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses interaksi sosial antara Mahasiswa Papua dan Masyarakat Kota Banda Aceh menunjukkan dinamika positif yang melalui tahapan kontak awal, komunikasi, adaptasi, hingga penerimaan. Meskipun dihadapkan pada tantangan bahasa dan perbedaan budaya, Mahasiswa Papua menunjukkan keterbukaan untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal, sementara Masyarakat Aceh merespons dengan sikap inklusif dan penuh simpati. Berdasarkan teori sistem sosial Talcott Parsons, proses ini mencerminkan fungsi adaptasi, integrasi, dan pencapaian tujuan bersama. (2) Model interaksi yang terbentuk bersifat asosiatif melalui kerja sama, akomodasi, akulturasi, dan awal asimilasi budaya. Nilai-nilai keadaban warga negara seperti dari sikap saling menghormati, toleransi terhadap perbedaan budaya, partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, dan komunikasi terbuka tercermin kuat dalam hubungan ini, memperkuat kohesi sosial dan membentuk masyarakat yang harmonis serta saling menghormati.

Kata Kunci: Interaksi; Mahasiswa Papua; Masyarakat Banda Aceh; Keadaban Warga Negara

Nazir Ufrani. (2025). Interaction of Papuan Students with the People of Banda Aceh City in Realizing Citizen Civilization. Faculty of Teacher Training and Education. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Maimun S.Pd., MA and Dr. Irwan Putra, S.Pd., M.Pd. Papuan students studying in various parts of Indonesia often face social and cultural challenges, such as discrimination, negative stereotypes, and difficulty adapting. However, different conditions are seen in Banda Aceh, where Papuan students are able to build harmonious relationships with local communities through cultural adaptation efforts and good communication. The formulation of the problems of this study are; (1) How is the process of social interaction between Papuan Students and the people of Banda Aceh City; (2) How is the interaction model between Papuan Students and the People of Banda Aceh City in shaping the civilization of citizens. This research aims to examine the process of interaction between Papuan Students and the People of Banda Aceh City which plays a role in shaping the civilization of citizens in everyday life. This research was conducted in Ie Masen Ulee Kareng and Kopelma Darussalam Banda Aceh using a qualitative approach with the type of case study research to gain an in-depth understanding of the phenomenon. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation with 10 Papuan students studying at Syiah Kuala University, 4 communities, 4 leaders, and 2 youths, then analyzed with three stages, namely data reduction, data display, and verification. The results showed that (1) The process of social interaction between Papuan students and the people of Banda Aceh City showed positive dynamics through the stages of initial contact, communication, adaptation, and acceptance. Although faced with language challenges and cultural differences, Papuan students show openness to adjust to local values, while the Acehnese community responds with an inclusive and sympathetic attitude. Based on Talcott Parsons' social system theory, this process reflects the functions of adaptation, integration, and achieving common goals. (2) The interaction model formed is associative through cooperation, accommodation, acculturation, and the beginning of cultural assimilation. The values of citizen civilization such as mutual respect, tolerance of cultural differences, active participation in social life, and open communication are strongly reflected in this relationship, strengthening social cohesion and forming a harmonious and respectful society. Keywords: Interaction; Papuan Students; Banda Aceh Community; Citizen Civilization

Citation



    SERVICES DESK