Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEUREUDU)
Pengarang
Mahmudi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nurhafifah - 197710092003122001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010044
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.026 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tindak pidana pencurian dengan pemberatan adalah suatu perbuatan pidana
yang berkaitan dengan harta kekayaan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 363
ayat (1) dimana orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan diancam
pidana selama 7 tahun, selain memenuhi unsur-unsur tindak pidana pencurian
tindakan pelaku juga disertai dengan hal-hal yang memberatkan pidananya yaitu
dilakukan pada kondisi dan cara tertentu. Walaupun tindak pidana pencurian
dengan pemberatan ini sudah diatur secara jelas dalam KUHP. Tindak pidana
pencurian dengan pemberatan ini masih saja terjadi di Wilayah Hukum Pengadilan
Negeri Meureudu.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab
terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor dengan pemberatan, pertimbangan
hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian sepeda
motor dengan pemberatan dan upaya aparat penegak hukum dalam penanggulangan
tindak pidana pencurian sepeda motor dengan pemberatan.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris dengan
metode penelitian kepustakaan dan lapangan. Pada tahap penelitian kepustakaan
dilakukan dengan menelaah buku-buku teks, dan juga peraturan perundang-
undangan. Sedangkan pada tahap penelitian lapangan dilakukan dengan cara
mewawancarai responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak
pidana pencurian sepeda motor dengan pemberatan yaitu faktor internal yang ada
pada diri pelaku dan faktor eksternal yang meliputi faktor individu, faktor
pendidikan, faktor ekonomi dan faktor lingkungan. Hakim dalam
mempertimbangkan putusannnya tetap berpegang pada pedoman dalam
memutuskan perkara tindak pidana dengan dikuatkan keyakinan hakim berdasarkan
fakta-fakta di persidangan. Upaya aparat penegak hukum dalam menanggulangi
tindak pidana pencurian kendaraan bermotor adalah dengan melaksanakan patroli
rutin, memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap pelaku, serta
memberikan respon yang cepat terhadap setiap laporan dari masyarakat.
Disarankan untuk mengatasi faktor penyebab terjadinya kejahatan
memerlukan pendekatan yang komprehensif. Disarankan kepada hakim Pengadilan
Negeri Meureudu dalam mempertimbangkan suatu putusan selain mengikuti
pedoman yang berlaku juga dapat mempertimbangkan efektivitas penegakan
hukum. Disarankan aparat penegak hukum agar memberi himbauan kepada
masyarakat untuk memperkuat sistem keamanan di rumah dengan menggunakan
kunci ganda dan selalu pastikan meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci.
The crime of theft with aggravation is a criminal act related to property as regulated in Article 363 paragraph (1) where the person who commits theft with aggravation is punishable by 7 years, in addition to fulfilling the elements of the crime of theft the perpetrator's actions are also accompanied by matters that aggravate the punishment, namely committed under certain conditions and in certain ways. Although the crime of theft with aggravation has been clearly regulated in the Criminal Code. The crime of theft with aggravation still occurs in the jurisdiction of the Meureudu District Court. The purpose of writing this thesis is to explain the factors causing the occurrence of the crime of theft of motorcycles with aggravation, the consideration of judges in imposing punishment on the perpetrators of the crime of theft of motorcycles with aggravation and the efforts of law enforcement officials in overcoming the crime of theft of motorcycles with aggravation. This research is an empirical juridical research with literature and field research methods. In the literature research stage is done by examining textbooks, and also legislation invitation. While in the field research stage is done by interviewing respondents. The results showed that the factors causing the crime of criminal theft of motorcycles with aggravation are internal factors that exist in the perpetrator and external factors which include individual factors, educational factors, economic factors and environmental factors. The judge in considering his decision still adheres to the guidelines in deciding criminal cases with the strengthening of the judge's conviction based on the facts at trial. The efforts of law enforcement officials in tackling the crime of theft of motorized vehicles are by carrying out routine patrols, giving severe punishment to the perpetrators, and providing a quick response to every report from the public. It is suggested that to overcome the factors that cause crime requires a comprehensive approach. It is suggested that the judge of the Meureudu District Court in considering a decision in addition to following applicable guidelines can also consider the effectiveness of law enforcement. It is suggested that law enforcement officials should give an appeal to the community to strengthen the security system at home by using double locks and always make sure to leave the house locked.
TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAPAKTUAN) (Mujiburrahman, 2023)
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUTACANE) (Yoggi Harianto, 2023)
TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEUREUDU) (Magfirah, 2023)
KARAKTERISTIK TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (DINDA NURUL HASANAH, 2019)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR DI BANDA ACEH (M.Rizki Fadila, 2017)