TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS TANPA SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM SATUAN LALU LINTAS POLISI RESORT ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS TANPA SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM SATUAN LALU LINTAS POLISI RESORT ACEH BESAR)


Pengarang

AFRINA ANDRIYANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Anta Rini Utami - 198612242019032007 - Dosen Pembimbing I
Syarifuddin - 195812311989031018 - Penguji
Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2103101010374

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan mengatakan bahwa : “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.” Pasal ini menjadi dasar hukum tentang wajibnya memiliki SIM. Meskipun sudah ada aturan yang mengatur tentang SIM, tetapi dalam kenyataannya masih banyak anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor dijalan tanpa memiliki SIM di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Polisi Resort Aceh Besar.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor
penyebab anak melakukan pelanggaran lalu lintas tanpa SIM, upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas tanpa SIM, dan hambatan yang dihadapi oleh aparat kepolisian dalam mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas tanpa SIM yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Polisi Resort Aceh Besar.
Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian yuridis empiris yaitu
penelitian hukum yang di lakukan dengan cara menganalisis dan mengkaji suatu persoalan secara langsung, baik yang dilakukan dengan wawancara maupun dengan melakukan suatu pengamatan langsung.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa faktor-faktor penyebab anak
melakukan pelanggaran lalu lintas tanpa SIM di Kabupaten Aceh Besar yaitu orang tua yang mengizinkan anak berkendara demi kemudahan transportasi anak, kemudahan dalam mendapatkan kendaraan bermotor, pengaruh lingkungan, kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. Upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas tanpa SIM oleh anak ialah memberikan pendidikan dan penyuluhan, kerja sama dengan orang tua, kerja sama dengan pihak sekolah, memberikan sanksi dan penindakan yang tepat. Adapun hambatan yang dihadapi oleh aparat kepolisian adalah kurangnya kesadaran hukum pada anak, kurangnya kerja sama dengan intansi lain, keterbatasan wewenang, keterbatasan teknologi.
Disarankan kepada orang tua untuk lebih aktif dan tegas dalam mengawasi
anak, menjalin kerja sama dengan pihak sekolah untuk membantu pihak kepolisian dalam mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas tanpa SIM oleh anak, dan diharapkan kepada pihak kepolisian Satuan Lalu Lintas Polisi Resort Aceh Besar untuk meningkatkan razia rutin di titik-titik rawan pelanggaran.

Article 77 paragraph (1) of Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation states that: "Every person who drives a motorized vehicle on the road must have a driving license according to the type of motorized vehicle being driven." This article is the legal basis for the obligation to have a driving license. Although there are already regulations governing driving licenses, in reality there are still many children who are not old enough to drive motorbikes on the road without having a driving license in the jurisdiction of the Aceh Besar Police Traffic Unit. The purpose of writing this thesis is to determine the factors that cause children to commit traffic violations without a driving license, efforts made by police officers to prevent traffic violations without a driving license, and obstacles faced by police officers in preventing traffic violations without a driving license committed by children in the jurisdiction of the Aceh Besar Police Traffic Unit. The research method used is empirical legal research, namely legal research that is carried out by analyzing and studying a problem directly, either by interviewing or by conducting direct observation. The results of this study explain that the factors that cause children to commit traffic violations without a driving license in Aceh Besar Regency are parents who allow children to drive for the sake of easy transportation for children, easy access to motorized vehicles, environmental influences, and lack of parental supervision of children. Efforts made by the police to prevent traffic violations without a driving license by children are to provide education and counseling, cooperate with parents, cooperate with schools, and provide appropriate sanctions and actions. The obstacles faced by the police are the lack of legal awareness in children, lack of cooperation with other agencies, limited authority, and limited technology. It is recommended that parents be more active and firm in supervising their children, cooperate with schools to assist the police in preventing traffic violations without a driving license by children, and it is hoped that the Aceh Besar Police Traffic Unit will increase routine raids at points prone to violations.

Citation



    SERVICES DESK