UJI KINERJA MESIN KERAJINAN LIMBAH BATOK KELAPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI KINERJA MESIN KERAJINAN LIMBAH BATOK KELAPA


Pengarang

Annisa Chair Andriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Idkham - 197911212005011004 - Dosen Pembimbing I
Mustaqimah - 198103022005012001 - Dosen Pembimbing II
Syahrul - 196312111990021001 - Penguji
Muhammad Dhafir - 197203302002121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2005106010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : fakultas teknik pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar, luas lahan yang ditanami kelapa di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 3.342,3 ribu hektar, menunjukkan penyebaran yang luas dari tanaman ini. Dengan luas lahan yang besar, produksi kelapa juga meningkat, mencapai jumlah yang mencengangkan sebesar 2.871 ribu ton sehingga memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah batok kelapa. Limbah ini dapat diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Hal ini mencerminkan kontribusi yang signifikan dari tanaman kelapa dalam produksi pertanian dan perekonomian secara keseluruhan.
Namun, proses pengolahan kerajinan masih memiliki kendala, seperti waktu pengerjaan yang lama dan hasil yang kurang optimal. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mesin multifungsi yang dapat mengolah limbah batok kelapa menjadi bahan baku kerajinan mesin ini dirancang dengan lima jenis mata kerja (pembersih luar, pembersih dalam, penghalus, pemotong, dan pelubang) yang dapat dilakukan secara paraler penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 5 bagian sampel kelapa yang telah di belah menjadi 2 bagian metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah persiapan alat dan bahan, termasuk mesin kerajinan dan perlengkapan pendukung, kedua, dilakukan pengukuran berat awal limbah batok kelapa sebelum diproses ketiga dilakukan pengoperasian mesin, di mana limbah batok kelapa melewati tahapan pembersihan luar, pembersihan dalam, penghalusan, pemotongan, dan pelubangan. Selama proses ini, pengukuran waktu pengerjaan dilakukan menggunakan stopwatch untuk mengetahui kecepatan pengerjaan di setiap tahapan keempat, setelah proses pengolahan selesai, dilakukan pengukuran kembali berat limbah batok kelapa yang telah diproses guna mengetahui tingkat kehilangan hasil selama proses produksi selanjutnya dikur kebutuhan daya dari mesin kerajinan limbah batok kelapa. Keunggulan utama dari mesin ini adalah kemampuannya untuk dioperasikan oleh beberapa operator secara bersamaan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Pengujian dilakukan untuk mengukur kapasitas kerja mesin, efisiensi, distribusi hasil pengolahan, serta konsumsi energi listrik
Hasil pengujian mesin ini mencapai efisiensi kerja sebesar 93%, dengan kapasitas teoritis 16,6 unit/jam dan kapasitas efektif 15,6 unit/jam, mampu memproses bahan lebih cepat dibandingkan metode manual, dengan waktu pengerjaan hingga 18 menit per unit,dengan konsumsi energi mesin 0,23 kWh per bahan. Mesin menunjukkan keunggulan dalam efisiensi, waktu pengerjaan, dan konsistensi hasil dibandingkan metode manual, yang lebih memakan waktu dan bergantung pada keterampilan individu. penggunaan mesin sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerajinan dari limbah batok kelapa, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas industri kerajinan berbasis limbah batok

Indonesia, as one of the largest coconut producing countries, the area of ​​land planted with coconuts in Indonesia in 2022 reached 3,342.3 thousand hectares, indicating the widespread distribution of this plant. With a large land area, coconut production has also increased, reaching an astonishing 2,871 thousand tons, thus having great potential in utilizing coconut shell waste. This waste can be processed into crafts with high economic value. This reflects the significant contribution of coconut plants to agricultural production and the economy as a whole. However, the craft processing process still has obstacles, such as long processing time and less than optimal results.Therefore, this study aims to develop a multifunctional machine that can process coconut shell waste into raw materials for crafts. This machine is designed with five types of workpieces (external cleaner, internal cleaner, smoother, cutter, and perforator) that can be done in parallel. This study was conducted using 5 parts of coconut samples that had been split into 2 parts. The methods used in this study were preparation of tools and materials, including craft machines and supporting equipment. Second, the initial weight of coconut shell waste was measured before being processed. Third, the machine was operated, where the coconut shell waste went through the stages of external cleaning, internal cleaning, smoothing, cutting, and perforating. During this process, the measurement of the processing time was carried out using a stopwatch to determine the speed of work at each stage. Fourth, after the processing process was completed, the weight of the processed coconut shell waste was measured again to determine the level of loss of results during the production process. The main advantage of this machine is its ability to be operated by several operators simultaneously, so that it can increase work productivity. Testing was carried out to measure the working capacity of the machine, efficiency, distribution of processing results, and electricity consumption.The test results of this machine achieved a work efficiency of 93%, with a theoretical capacity of 16.6 units/hour and an effective capacity of 15.6 units/hour, capable of processing materials faster than manual methods, with a processing time of up to 18 minutes per unit, with a machine energy consumption of 0.23 kWh per material. The machine shows advantages in efficiency, processing time, and consistency of results compared to manual methods, which are more time consuming and depend on individual skills. the use of machines as a solution to increase the productivity and quality of craft products from coconut shell waste, while optimizing the use of environmentally friendly waste therefore, this study can be a reference in the development of appropriate technology to increase the productivity of the coconut shell waste-based craft industry.

Citation



    SERVICES DESK