ANALISIS RANTAI NILAI KOPI ARABIKA GAYO (COFFEA ARABICA) DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS RANTAI NILAI KOPI ARABIKA GAYO (COFFEA ARABICA) DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Herdian Shidiq - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nida El Husna - 197805052001122004 - Dosen Pembimbing I
Rasdiansyah - 197012122001121002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005105010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Teknologi Hasil Pertanian (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Analisis rantai nilai mencakup analisis nilai (aktivitas Utama dan pedukung), margin dan nilai tambah yang dilakukan oleh pelaku rantai nilai kopi Arabika Gayo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pintu Rime Gayo dan Kecamatan Timang Gajah di Kabupaten Bener Meriah. Objek pada penelitian ini adalah petani kopi Arabika, petani pengolah, pedagang pengepul, koperasi dan pengolah di Kecamatan Pintu Rime Gayo dan Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis profil pelaku dan aktivitas rantai nilai kopi Arabika Gayo, analisis margin dan analisis nilai tambah dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada rantai nilai kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah terdiri atas 3 (tiga) aliran produk yaitu (1) petani pengolah - pedagang pengepul - koperasi (greenbean), (2) petani - pengolah I (greenbean) dan (3) petani - pengolah II (kopi bubuk). Margin pemasaran tertinggi dari semua pelaku pada tiap saluran rantai nilai kopi Arabika Gayo terdapat pada pelaku pengolah II mencapai Rp 132.500 per kg dengan margin keuntungan sebesar Rp 87.287/kg sedangkan margin terendah terdapat pada pedagang pengepul hanya mencapai Rp 1.000/kg dengan margin keuntungan sebesar Rp 653/kg. Nilai tambah tertinggi terdapat pada koperasi yang mendapatkan nilai tambah sebesar Rp 46.300/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 46,30% dan perolehan nilai tambah terendah terdapat pada pedagang pengepul yang hanya mendapatkan nilai tambah sebesar Rp 698/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 0,014%.

Value chain analysis includes value analysis (main and supporting activities), margin and added value carried out by actors in the Gayo Arabica coffee value chain. This research was conducted in Pintu Rime Gayo District and Timang Gajah District in Bener Meriah Regency. The objects of this research were Arabica coffee farmers, processing farmers, collectors, cooperatives and processors in Pintu Rime Gayo District and Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. Data analysis in this research was conducted using profile analysis of actors and activities of the Gayo Arabica coffee value chain, margin analysis and added value analysis using the survey method. The results of the study showed that the Gayo Arabica coffee value chain in Bener Meriah Regency consists of 3 (three) product flows, namely (1) processing farmers - collectors - cooperatives (greenbean), (2) farmers - processors I (greenbean) and (3) farmers - processors II (ground coffee). The highest marketing margin of all actors in each channel of the Gayo Arabica coffee value chain is found in processor II reaching IDR 132,500 per kg with a profit margin of IDR 87,287/kg while the lowest margin is found in collectors only reaching IDR 1,000/kg with a profit margin of IDR 653/kg. The highest added value is found in cooperatives that get added value of IDR 46,300/kg with a value added ratio of 46.30% and the lowest added value is found in collectors who only get added value of IDR 698/kg with a value added ratio of 0.014%.

Citation



    SERVICES DESK