Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN KUE DENGAN PIHAK WARUNG KOPI (SUATU PENELITIAN DI GAMPONG BANDAR BARU KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
SARAFINA UFAIRAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Eka Kurniasari - 197105152003122002 - Dosen Pembimbing I
Kadriah - 196701011992032001 - Penguji
Mukhlis - 196804211994021002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2103101010134
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.02
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 1338 KUH Perdata menyebutkan bahwa "semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya". Dalam praktiknya, tidak semua perjanjian terlaksanakan seperti yang diperjanjikan. Terkadang para pihak tidak memenuhi apa yang sudah
diperjanjikan, sehingga muncul peristiwa wanprestasi dalam perjanjian konsinyasi antara produsen kue dan pihak warung kopi Gampong Bandar Baru.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian konsinyasi antara produsen kue dengan pihak warung kopi. Selain itu, skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian tersebut. Terakhir, penelitian ini juga menjelaskan upaya
penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian konsinyasi antara produsen kue dan pihak warung kopi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan ialah untuk memperoleh data primer, yaitu melalui wawancara responden. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder,
yaitu mengkaji buku-buku, dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian konsinyasi antara produsen kue dan pihak warung kopi dilakukan secara lisan dan melalui 3 tahapan yaitu: pra-contractual, contractual, dan post-contractual. Terdapat tiga bentuk wanprestasi yaitu, terlambatnya pembayaran hasil penjualan oleh pihak
warung kopi, terlambatnya pengantaran kue oleh produsen kue, dan kerusakan kue saat penjualan. Penyelesaian dalam perjanjian konsinyasi antara produsen kue dan warung kopi diselesaikan melalui musyawarah, pendekatan ini memungkinkan kedua belah pihak menyelesaikan masalah dengan baik.
Disarankan kepada produsen kue dan pihak warung kopi dalam pembuatan perjanjian konsinyasi untuk dibuat secara tercatat untuk memberikan kepastian hukum mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak. Adapun perjanjian konsinyasi haruslah dibuat secara lebih terperinci guna menghindari timbulnya
permasalahan dan kesalahpahaman, kedua belah pihak disarankan untuk melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang telah diperjanjikan di awal sehingga sedikitnya terjadi peristiwa wanprestasi dan hak dari para pihak dapat terpenuhi.
Abstract Article 1338 of the Civil Code states that "all legally made agreements apply as law to those who make them." In practice, not all agreements are implemented as agreed. Sometimes the parties do not fulfill what has been agreed, so that events of default arise in the consignment agreement between the cake producer and the coffee shop in Gampong Bandar Baru. The purpose of writing this thesis is to explain the implementation of the consignment agreement between the cake producer and the coffee shop. In addition, this thesis aims to explain the forms of default that occur in the agreement. Finally, this study also explains the efforts to resolve defaults in the consignment agreement between the cake producer and the coffee shop. The method used in this research is empirical juridical. Data obtained through field research and literature research. Field research is to obtain primary data, namely through interviews with respondents. While literature research is to obtain secondary data, namely by examining books and laws and regulations related to the problems in this study. The results of this study indicate that the implementation of the consignment agreement between the cake producer and the coffee shop is carried out verbally and through 3 stages, namely: pre-contractual, contractual, and post-contractual. There are three forms of default, namely, late payment of sales proceeds by the coffee shop, late delivery of cakes by the cake producer, and damage to cakes during sales. Settlement in the consignment agreement between the cake producer and the coffee shop is resolved through deliberation, this approach allows both parties to resolve the problem well. It is recommended that cake producers and coffee shops in making consignment agreements be made in writing to provide legal certainty regarding the rights and obligations of each party. The consignment agreement should be made in more detail to avoid problems and misunderstandings, both parties are advised to carry out their obligations as agreed at the beginning so that at least a default occurs and the rights of the parties can be fulfilled.
PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN PAKAIAN DENGAN PEDAGANG PAKAIAN DI KOTA BANDA ACEH (Khairul Habibi, 2018)
PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN KUE BOLU DENGAN PIHAK SWALAYAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Muhd. Al-manfaluthy, 2019)
WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSINYASI ANTARA PRODUSEN KUE ACEH TRADISIONAL DENGAN PEDAGANG KECIL DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (MUNAWARAH, 2020)
PENILAIAN KONSEP LIVABLE SETTLEMENT DI PERMUKIMAN KOTA BANDA ACEHRN STUDI KASUS: GAMPONG LAMBUNG KECAMATAN MEURAXA DAN BANDAR BARU KECAMATAN KUTA ALAM (Elsa Maulida, 2025)
SOSIALISASI NILAI-NILAI POLITIK OLEH PARTAI POLITIK KEPADA MASYARAKAT DI DESA BANDAR BARU KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH (Muji Rahman, 2014)