ANALISIS DAMPAK ADOPSI DAN BEBAN KOGNITIF PENGGUNA UNTUK PERANCANGAN ANTARMUKA SISTEM ELECTRONIC MEDICAL RECORD DI RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS DAMPAK ADOPSI DAN BEBAN KOGNITIF PENGGUNA UNTUK PERANCANGAN ANTARMUKA SISTEM ELECTRONIC MEDICAL RECORD DI RSUDZA


Pengarang

Teuku Abrar Mifta - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Afnan - 196912041994122001 - Dosen Pembimbing I
Roslidar - 197807192002122002 - Dosen Pembimbing II
Yuwaldi Away - 196412061990021001 - Penguji
Ramzi Adriman - 197901302005011001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2204205010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S2) / PDDIKTI : 20101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Elektro., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemerintah Indonesia mewajibkan penggunaan electronic medical record (EMR) di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan. Namun, pengadopsian EMR dapat menimbulkan dampak tidak diinginkan yang memengaruhi proses kognitif pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi desain antarmuka dari sistem EMR yang diimplementasikan di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), dampak yang tidak diinginkan dari adopsi sistem, beban kognitif pengguna sistem, serta hubungan antara keduanya. Studi melibatkan survei berbasis kertas terhadap 200 pengguna sistem EMR, dan wawancara dengan 30 orang diantaranya. Data ordinal dari survei dianalisis secara deskriptif dan korelasional, sementara data kualitatif dari wawancara dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola terkait dampak adopsi dan beban kognitif pengguna. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna jarang mengalami dampak signifikan, tetapi terdapat variasi pengalaman yang tinggi, terutama pada kategori beban kerja, hambatan teknologi, dampak sosio teknis, dan desain sistem, yang menandakan adanya perbedaan persepsi antar pengguna. Beban kognitif partisipan tinggi pada aspek tuntutan mental, kebutuhan fisik, tuntutan waktu, dan upaya yang diperlukan, meskipun partisipan melaporkan tingkat keberhasilan yang baik dalam menyelesaikan tugas. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif lemah namun signifikan antara dampak tidak diinginkan dan beban kognitif (r = 0,278; ρ < 0,01). Hubungan yang lebih kuat ditemukan pada variabel beban kerja (r = 0,691), dampak sosial teknis (r = 0,835), dan desain sistem (r = 0,764), menegaskan pentingnya perbaikan pada aspek tersebut. Wawancara tematik mengungkapkan bahwa meskipun sistem EMR memberikan manfaat signifikan, kendala teknis seperti jaringan yang lambat dan kesalahan sistem sering menghambat efisiensi kerja dan pengambilan keputusan klinis. Selain itu, antarmuka sistem perlu ditingkatkan, seperti penambahan indikator visual berupa warna untuk pengelompokan fitur, penambahan notifikasi sistem, dan penghapusan fitur yang tidak digunakan lagi untuk mengurangi beban kognitif pengguna sistem EMR.

The Indonesian government mandates the use of electronic medical records (EMR) in healthcare facilities to enhance work efficiency and service quality. However, the adoption of EMR can lead to unintended consequences that affect users' cognitive processes. This study aims to investigate the user interface design of the EMR system implemented at Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), the unintended consequences of EMR system adoption, users' cognitive load, and the relationship between these factors. The study involved a paper-based survey of 200 EMR users and interviews with 30 of them. Ordinal data from the survey were analyzed descriptively and correlationally, while qualitative data from the interviews were thematically analyzed to identify patterns related to adoption impacts and users' cognitive load. Descriptive analysis revealed that most users rarely experienced significant unintended consequences. However, there was a high variation in experiences, particularly in the categories of workload, technological barriers, socio-technical impacts, and system design, indicating differing perceptions among users. Participants reported high cognitive load in terms of mental demands, physical demands, time pressure, and required effort, despite generally achieving good task completion rates. Spearman correlation analysis showed a weak but significant positive relationship between unintended consequences and cognitive load (r = 0.278; ρ < 0.01). Stronger correlations were observed for workload (r = 0.691), socio-technical impacts (r = 0.835), and system design (r = 0.764), underscoring the need for improvements in these aspects. Thematic interviews revealed that although the EMR system provides significant benefits, technical challenges such as slow network speeds and system errors often hinder work efficiency and clinical decision-making. Furthermore, the user interface of the EMR system requires enhancements, including the addition of visual indicators such as color-coded feature groupings, system notifications, and the removal of obsolete features to reduce users' cognitive workload

Citation



    SERVICES DESK