Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN ENERGI HIBRID (ENERGI MATAHARI DAN ENERGI BAHAN BAKAR)
Pengarang
arief zaini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0904102010046
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
660.284 26
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Proses pengeringan secara alami yang diperlukan untuk mengawetkan ikan mempunyai beberapa kekurangan seperti waktu yang lama, debu, pengaruh cuaca dan juga hasil tangkapan nelayan yang sulit untuk diprediksi hasil tangkapannya. Proses pengeringan ikan dengan kadar air yang lebih rendah dan memiliki daya simpan yang lebih lama. Untuk memproses Ikan basah menjadi ikan kering juga dapat di olah, oleh industri kecil atau home indistri sehingga produk ikan kering ini dapat dimanfaatkan lebih efektif dan higienis. Tujuan penelitian untuk mendapatkan proses pengeringan ikan basah menjadi ikan kering dengan kadar air yang lebih rendah, serta penggunaan teknologi tepat guna, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dari segi ekonomi. Ada 3 metode pengeringan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan bahan bakar gas, bahan bakar kayu dan energi surya dengan menggunakan kolektor surya. Adapun pengeringan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pengeringan ikan, lamanya waktu pengeringan. Sistem pengering yang dirancang untuk kapasitas 10 kg mempunyai komponen: kolektor surya plat datar, ruang pengering dan ruang pembakaran gas dan kayu. Dalam penelitian ini menggunakan dua jenis ikan: ikan talang dan ikan teri. Dari pengeringan yang dilakukan berat ikan rata-rata dengan sampel yang diambil seberat 300 gram, didapatkan bahwa pengeringan menghasilkan penurunan berat bervariasi menjadi 180 gram (60%) sampai 182.4 (58.6%) setelah Dikeringkan dengan beberapa variasi temparetur selama 6 jam, 9 jam, dan 11 jam. Temperatur udara pengering dalam ruang pengering bervariasi antara 30°C sampai 50°C untuk proses pengeringan ikan teri dari basah menjadi ikan kering, untuk ikan talang dari 65°C sampai 84°C dengan menggunakan energi bahan bakar kayu, dan untuk menggunakan bahan bakar gas 55°C sampai 65°C.
Kata kunci: Energi Hibrid, Pengeringan, ikan.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISA KELAYAKAN PENGERING IKAN KEUMAMAH DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANASRNDARI BAHAN BAKAR (Roni Fahlefi, 2024)
KAJIAN SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN METODE HYBRID (ENERGI SURYA DAN ENERGI BAHAN BAKAR GAS) (Muhammad Hatta, 2018)
KAJIAN PENGGUNAAN ENERGI BAHAN BAKAR UNTUK PROSES PENGERINGAN KEUMAMAH (Rahmat Rezal, 2016)
STUDI SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN ENERGI HIBRID (ENERGI MATAHARI DAN ENERGI BAHAN BAKAR) (arief zaini, 2015)
KAJI KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS DENGAN LALUAN TERHAMBAT PADA ALAT PENGERING (Faisal Amir, 2024)