PENGEMBANGAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN MAZE DI TK NEGERI 6 SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGEMBANGAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN MAZE DI TK NEGERI 6 SABANG


Pengarang

DARA SUSTIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yuhasriati - 196612311991022001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104210022

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PG PAUD (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

372.21

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dara Sustira. (2024). Pengembangan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia Dini melalui Bermain Maze di TK Negeri 6 Sabang. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dra. Yuhasriati M.Pd., dan Gracia Mandira S.Pd., M.Ed.

Pengembangan kecerdasan visual spasial anak usia dini melalui bermain maze di TK Negeri 6 Sabang merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kecerdasan visual spasial pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan visual spasial anak melalui bermain maze di TK Negeri 6 Sabang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dimana setiap siklus mencakup 4 kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tempat pelaksanaan penelitian di TK Negeri 6 Sabang pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Negeri 6 Sabang yang berjumlah 8 orang anak terdiri dari 4 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan unjuk kerja. Penelitian ini dikatakan berhasil jika kecerdasan rata rata visual spasial anak mencapai minimal 75% pada setiap aspek yang diamati dan dinilai. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan yaitu : mengenalkan permainan maze, mendemontrasikan cara bermain maze dan memberi aturan sebelum bermain, guru memperlihatkan alur pada permainan maze, guru mengarahkan untuk bermain maze dengan meminta anak untuk maju kedepan satu-persatu, guru meminta anak untuk berjalan sesuai urutan angka agar sampai ke tujuan, guru harus mampu mengkondisikan anak untuk tetap tenang dalam dalam menunggu giliran main, guru mengajak anak untuk melakukan ice breaking supaya anak lebih semangat dalam bermain, dan guru menanyakan kepada anak mengenai permainan tersebut dan mendengarkan jawaban yang diberikan oleh anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perkembangan. Kecerdasan visual spasial anak pada siklus II tindakan II mencapai 81,25%, dengan rincian terdapat 1 anak mencapai kriteria Mulai Berkembang (MB), 3 anak mencapai kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 4 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa melalui bermain maze dapat membantu mengembangkan kecerdasan visual spasial anak di TK Negeri 6 Sabang.

Kata kunci : Kecerdasan Visual Spasial, Bermain Maze, Anak Usia Dini

Dara Sustira. (2024). Development of Visual Spatial Intelligence in Early Childhood through Maze Playing in TK Negeri 6 Sabang. [Skripsi. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dra.Yuhasriati M.Pd., and Gracia Mandira S.Pd., M.Ed. The development of early childhood visual spatial intelligence through playing maze in Kindergarten 6 Sabang is an activity that can improve visual spatial intelligence in children. This study aims to develop children's visual spatial intelligence through playing Maze in Kindergarten 6 Sabang. The method used in this study is the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out in 2 cycles where each cycle includes 4 activities, namely: planning, implementation, observation and reflection. The research was conducted at TK Negeri 6 Sabang in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The subjects in this study were children in group B at TK Negeri 6 Sabang, totaling 8 children consisting of 4 boys and 4 girls. Data collection techniques were carried out through observation and performance techniques. This study is said to be successful if the average visual spatial intelligence of children reaches a minimum of 75% in each aspect observed and assessed. The implementation of the actions taken were: introducing the maze game, demonstrating how to play the maze and giving rules before playing, the teacher shows the flow of the maze game, the teacher directs them to play the maze by asking the children to come forward one by one, the teacher asks the children to walk according to the sequence of numbers to reach their destination, the teacher must be able to condition the children to remain calm while waiting for their turn to play, the teacher invites the children to do ice breaking so that the children are more enthusiastic about playing, and the teacher asks the children about the game and listens to the answers given by the children. The results of the study showed that there was development. Children's visual spatial intelligence in cycle II of action II reached 81.25%, with details of 1 child reaching the criteria of Starting to Develop (MB), 3 children reaching the criteria of Developing According to Expectations (BSH), 4 children Developing Very Well (BSB). From the results of the study obtained, it can be concluded that playing maze can help develop children's visual spatial intelligence in TK Negeri 6 Sabang. Keywords: Visual Spatial Intelligence, Maze play, Early Childhood

Citation



    SERVICES DESK