STRATEGI KEPOLISIAN DALAM MENANGULANGI TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI KEPOLISIAN DALAM MENANGULANGI TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ASMAUL HUSNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Yunus - 197203102005011001 - Dosen Pembimbing I
Ridayani - 198412012017032101 - Dosen Pembimbing II
Hasbi Ali - 197011222005011002 - Penguji
Saiful - 197606142001121002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906101010086

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Asmaul Husna (2024). Strategi Kepolisian Dalam Menangulangi Tindak Pidana Kekerasan Seksual Perempuan Dan Anak Di Kota Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Muhammad Yunua, S.Pd., M.Pd. dan Ridayani, S.H., M.H.
Tujuan pada penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran kepolisian dalam menangani kasus tindak pidana kekerasan seksual Perempuan dan anak di Banda Aceh. 2) Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi kepolisian dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 3) Untuk mengetahui upaya pencegahan yang dilakukan kepolisian terhadap tindak pidana kekerasan seksual perempuan dan anak. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 1 KBO Reskrim Polresta Banda Aceh, 1 Kanit PPA, 1 Penyidik PPA Laki-laki, dan 1 Penyidik PPA Wanita yang bekerja di Polresta Banda Aceh. Pengumpulan dan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, (ditemukan bahwa) 1) Kepolisian melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) memiliki peran penting dalam menangani tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Peran ini diwujudkan melalui pemulihan fisik dan psikologis kepada korban, penanganan kasus secara cepat dan profesional sesuai prosedur, serta upaya pemulihan korban melalui kerja sama dengan psikolog dan dinas terkait. Selain itu, kepolisian mendukung penegakan hukum dengan menjamin proses yang adil dan menciptakan lingkungan aman bagi kelompok rentan. 2) Faktor penghambat kepolisian dalam melaksanakan perannya menangani kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak antara lain sulitnya mendeteksi kasus serta stigma sosial yang menganggap kekerasan seksual sebagai aib. Stigma ini membuat korban merasa malu dan takut akan penilaian negatif dari masyarakat, sehingga mereka enggan melapor. Kondisi ini menghalangi kepolisian untuk mendapatkan informasi awal yang dibutuhkan dalam menyelidiki dan menindaklanjuti kasus, serta menghambat korban dari akses bantuan dan perlindungan yang seharusnya mereka terima. 3) Upaya pencegahan kepolisian dalam melaksanakan perannya menangani kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dengan sosialisasi, penegakan hukum yang tegas, implementasi aturan terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), seperti Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang mewajibkan pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), pendampingan korban, dan penerapan sanksi kepada pelaku, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk menciptakan lingkungan yang aman. Diharapkan penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan strategi penanggulangan kekerasan seksual di Indonesia dengan negara-negara lain yang berhasil dalam menangani kasus serupa.
Kata Kunci : Strategi Kepolisian, Kekerasan Seksual, Perempuan dan Anak

ABSTRACT Asmaul Husna (2024). Police Strategy in Handling Crimes of Sexual Violence against Women and Children in the City of Banda Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Muhammad Yunua, S.Pd., M.Pd. and Ridayani, S.H., M.H. The objectives of this research are 1) To determine the role of the police in handling criminal cases of sexual violence against women and children in Banda Aceh. 2) To find out the obstacles faced by the police in handling cases of violence against women and children. 3) To find out the prevention efforts carried out by the police against criminal acts of sexual violence against women and children. In this research, researchers used a qualitative approach with a descriptive type of approach. The subjects of this research were 1 KBO Criminal Investigation Unit of the Banda Aceh Police, 1 Head of the PPA Unit, 1 Male PPA Investigator, and 1 Female PPA Investigator who worked at the Banda Aceh Police. Collection and carried out using direct interview techniques. Based on the research results, (it was found that) 1) The police through the Women and Children Protection Unit (PPA) have an important role in handling criminal acts of sexual violence against women and children. This role is realized through physical and psychological recovery for victims, handling cases quickly and professionally according to procedures, as well as efforts to recover victims through collaboration with psychologists and related agencies. In addition, the police support law enforcement by ensuring a fair process and creating a safe environment for vulnerable groups. 2) Factors inhibiting the police from carrying out their role in handling criminal cases of sexual violence against women and children include the difficulty of detecting cases and the social stigma that considers sexual violence a disgrace. This stigma makes victims feel ashamed and afraid of negative judgment from society, so they are reluctant to report it. This condition prevents the police from obtaining the initial information needed to investigate and follow up on cases, and prevents victims from accessing the assistance and protection they should receive. 3) Preventive efforts by the police in carrying out their role in handling criminal cases of sexual violence against women and children are carried out through increasing public awareness through outreach, strict law enforcement, implementation of regulations related to the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS), such as Minister of Education and Culture Regulation Number 30 of 2021 which states requires the formation of a Sexual Violence Prevention and Handling Task Force (PPKS Task Force), assisting victims, and implementing sanctions against perpetrators, as well as collaborating with various institutions to create a safe environment. It is hoped that further research can be carried out by comparing strategies for dealing with sexual violence in Indonesia with other countries that have succeeded in handling similar cases. Keywords: Police Strategy, Sexual Violence, Women and Children

Citation



    SERVICES DESK