KECENDERUNGAN FENOMENA BANDWAGON EFFECT DALAM PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KECENDERUNGAN FENOMENA BANDWAGON EFFECT DALAM PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

PELANGI OLIVIA WULANDARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurbaity - 198108202006042003 - Dosen Pembimbing I
Evi Rahmiyati - 198905102020122005 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104030060

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bandwagon Effect sangat marak terjadi di tengah kecanggihan perkembangan zaman,
termasuk bagi kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
tingkat kecenderungan fenomena Bandwagon Effect pada penggunaan aplikasi TikTok
pada Mahasiswa FKIP Universitas Syiah Kuala. Bandwagon Effect berdampak begitu
besar baik untuk gaya hidup, pekerjaan, pendidikan, kesenian, kesehatan dan lain
sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FKIP Universitas Syiah
Kuala dan terutama yang menggunakan aplikasi TikTok. Sampel penelitian ini terdiri
dari 372 mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Bandwagon Effect yang
terdiri dari 35 item pernyataan, serta menggunakan teknik analisis data berupa analisis
deskriptif. Hasil penelitian dengan teknik analisis data deskriptif didapatkan sebagian
besar mahasiswa FKIP Universitas Syiah Kuala yaitu 221 mahasiswa dengan
persentase 58% berada pada kategori Bandwagon Effect sedang. Berdasarkan per fitur,
pada fitur penambahan music tertinggi dengan sebanyak 150 mahasiswa (39%) berada
pada kategori sangat tinggi, lalu fitur hapus komen dan blokir pengguna secara massal
terendah dengan sebanyak 105 mahasiswa (27%) berada pada kategori sedang.
Berdasarkan per jurusan, pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
tertinggi dengan sebanyak 17 mahasiswa (74%) berada pada kategori tinggi, lalu
jurusan Pendidikan Kimia terendah dengan sebanyak 11 mahasiswa (48%) berada
pada kategori sedang. Maka disimpulkan hasil dari data keseluruhan menunjukkan,
bahwa Bandwagon Effect pada mahasiswa FKIP Universitas Syiah Kuala
memperlihatkan bahwa mahasiswa dalam efek ikut-ikutan tersebut tidak terlalu kuat
atau masif, tetapi masih cukup signifikan orang mengikuti tren TikTok, tetapi tidak
dengan intensitas yang sangat tinggi. Mungkin tren tersebut belum menjadi
mainstream (arus utama), tetapi cukup berpengaruh untuk mendorong sebagian orang
untuk ikut serta.

Bandwagon Effect is very rampant in the midst of the sophistication of the times, including for students. This study aims to describe the level of tendency of the Bandwagon Effect phenomenon on the use of the TikTok application in FKIP students at Syiah Kuala University. The Bandwagon Effect has a huge impact on lifestyle, work, education, arts, health and so on. This research uses a quantitative approach with descriptive research type. The population of this study were all FKIP students of Syiah Kuala University and especially those who used the TikTok application. The sample of this study consisted of 372 students using purposive sampling technique. The data collection technique used a Bandwagon Effect scale consisting of 35 statement items, and using data analysis techniques in the form of descriptive analysis. The results of the study using descriptive data analysis techniques obtained most of the FKIP students of Syiah Kuala University, namely 221 students with a percentage of 58% were in the moderate Bandwagon Effect category. Based on per feature, the highest feature of adding music with 150 students (39%) is in the very high category, then the feature of deleting comments and blocking users in bulk is the lowest with 105 students (27%) in the moderate category. Based on per department, the highest Indonesian Language and Literature Education department with 17 students (74%) is in the high category, then the lowest Chemistry Education department with 11 students (48%) is in the medium category. So it is concluded that the results of the overall data show that the Bandwagon Effect on FKIP students at Syiah Kuala University shows that students in the Bandwagon Effect are not too strong or massive, but still significant enough that people start to follow certain trends, but not with very high intensity. Perhaps the trend has not yet become mainstream, but it is influential enough to encourage some people to participate.

Citation



    SERVICES DESK