ANALISIS BEBAN PENDINGINAN PADA COLD STORAGE UNTUK FILLET IKAN TUNA (THUNNUS SP) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS BEBAN PENDINGINAN PADA COLD STORAGE UNTUK FILLET IKAN TUNA (THUNNUS SP)


Pengarang

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.028 52

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Produk perikanan pada umumnya bersifat perishable (mudah rusak) hat ini dikarenakan kadar air ikan tersebut sangat tinggi sehingga mudah terserang oleh mikroba. Aktivitas mikroba dapat menyebabkan produk perikanan cepat busuk sehingga membuat mutu ikan berkurang dan tidak jarang ikan tidak layak dikonsumsi (Antoro, 2007). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan dan tetap menjaga mutu ikan segar ataupun olahannya adalah dengan cara pengawetan. Dalam usaha untuk menjaga kesegaran dan keawetan ikan dari proses pembusukan dalarn jangka waktu tertentu yaitu dapat dilakukan dengan cara menyimpannya di cold storage (Nugroho, 2005).
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban pendinginan yang terjadi pada cold storage untuk ikan tuna (Thunnus sp) pada Tempat Penampungan Ikan (TPI) Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kotamadya Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2011 sampai Februari 2011 di Tempat Penampungan lkan (TPI) Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kotamadya Banda Aceh, Indonesia. Alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan penelitian adalah: Termometer bola basah (Tbb), Termometer bola kering (TBK) Hibrid Recorder merek Yokogama, Termocouple, Meteran merek Kokon 10 m, Timbangan analitik merek Sartorius, Anemometer digital tipe Kanomax 24-6111, grafik psikrometri/kalkulator RH (Moist Air State Calculator), Oven tipe Philip Harris Ltd dan cold storage panel system dan ikan tuna Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah ikan tuna.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban pendinginan terbesar untuk setiap jenis beban pendinginan berturut-turut adalah beban infiltirasi pada hari ke 14 sebesar 54,61 ton refrigerasi, beban produk terdapat pada hari ke-14 yaitu
12,79 ton refrigerasi, beban pekerja terdapat pada hari ke-14 dan 16 adalah
0,61 ton refrigerasi, beban fusion hari ke-14 sebesar 0,54 ton refrigerasi, beban transmisi mempunyai nilai beban pendinginan yang sama untuk setiap hari yaitu sebesar 0,36 ton refrigerasi dan beban lampu terdapat pada hari ke-16 yaitu 9,7 x
10 -3 ton refrigerasi yang merupakan beban pendinginan yang terkecil. Beban
puncak pendinginan terbesar di dalarn cold storage adalah terjadi pada hari ke-14,
yaitu sebesar 68,91 ton refrigerasi atau sebanding dengan 267, 16 kW. Sedangkan kapasitas pendinginan yang terdapat pada cold storage adalah 91,84 ton refrigerasi atau sama dengan 356,05 kW.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK