Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINERJA DAN KONSUMSI ENERGI PENGERING SURYA HIBRID UNTUK PENGERINGAN MANISAN PALA KERING
Pengarang
Sri Purnama Sari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0805106010006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
660.284 26
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Manisan pain adalah produk andalan yang dihasilkan dari buah pala. Untuk
menghasilkan manisan pala yang berkualitas bagus, maka perlu penanganan
pascapanen yang benar salah satunya adalah pengeringan. Berdasarkan survey
lapangan diketahui bahwa selama ini pengeringan manisan pala yang dilakukan
masyarakat masih menggunakan metode penjemuran, namun sistem pengeringan
tersebut dirasa kurang efektif dari segi waktu dan kapas itas pengeringan. Penggunaan
alat pengering diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengeringan secara
penjemuran. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kinerja alat
pengering dan konsumsi energi, serta mengkaji mutu manisan pala kering.
Alat pengering surya hibrid adalah alat pengering efek rumah kaca yang
dimodifikasi dengan penambahan kipas dan bahan bakar gas. Pengeringan dilakukan
pada siang hari dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Penelitian
dilakukan sebanyak dua kali yang selanjutnyn disebut pengeringan I (dengan bahan
36 kg manisan pala) dan pengeringan II (dengan bahan 25 kg manisan pala).
Parameter penelitian meliputi : iradiasi surya, distribusi suhu, distribusi kelcmbaban
relatif (RH), kecepatan udara, konsumsi energi, kadar air manisan pala, uji
organoleptik manisan pala).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata irradiasi surya yang diterima
pada pengeringan I adalah 366,15 W/m' dan pada pengeringan II sebesar 318,61
W/m'. Waktu yang dibutuhkan untuk pengerin gan I (23 jam) lebih lama
daripada waktu yang dibutuhkan untuk pcngeringan II (13 jam). Sedangkan suhu rata-rata
pada pcngcringan II (43,5"C) adalah lebih tinggi dari suhu rata-rata pengeringan I
(38,5"C). Kecepatan udara rata-r ata yang diperoleh dalam ruang pengering I dan II
adalah (0,2 m/s) lebih rendah dibandingkan dengan lingkungan (> 0,5 m/s) Pada
pcngcringan I, RH rata-rata pada ventilasi (55,5 %) lebih rendah dari kelembaban
relatif lingkungan (76,7%). Pada pengeringan II, RH pada ventilasi (58,5%) lebih
rendah dibandingkan dengan lingkungan (68,1%). Kapasitas alat pada pengeringan
I
sebanyak 1,5 kg/jam dan pada pcngeringan II adalah 1,9 kg/jam. Konsumsi energi
pengeringan I lebih besar (48,34 Ml) dibandingkan dengan konsumsi pengeringan II
(23,69 MJ). Efisiensi yang didapatkan pengering surya hibrid pada pcngeringan 1
adalah 3,2 %, dan pengeringan II sebcsar 3,8 %. Faktor utama yang mempengaruhi
lamanya pengeringan adalah kadar air awal manisan pala kering pada pengeringan
I (63,73%) lebih bcsa r daripada pengeringan II (49,56%). Pengeringan manisan pala
pada pengeringan I dan TI dikontrol sampai kadar air berada di bawah 20%. Dari uji
organoleptik diketahui bahwa pengeringan manisan pala dengan matahari lebih
bagus warnanya dari pengeringan surya hibrid, begitupun dengan aromanya dan
rasa rata-rata khas manisan pala.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGUJIAN SISTIM PENGERING KULIT SAPI MENGGUNAKAN HIBRID KOLEKTOR SURYA DAN BAHAN BAKAR GAS (Firrahmawanda, 2016)
PENGERINGAN MANISAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA RNBILIMBI L) DENGAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA (Mutia, 2014)
STUDI SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN ENERGI HIBRID (ENERGI MATAHARI DAN ENERGI BAHAN BAKAR) (arief zaini, 2015)
UJI SISTEM PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGUNAKAN HIBRID ENERGI BERUPA ENERGI MATAHARI DAN BAHAN BAKAR (Nanda Saputra, 2016)
MODIFIKASI PENGERING TIPE TRAY DRAYER DENGAN PENAMBAHAN INSULATOR (Iqbal Fahri Tobing, 2019)