Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KERJASAMA ANTAR PEMERINTAH GAMPONG BAROH GEUNTEUT DAN TENGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INDUSTRIALISASI NILAM
Pengarang
Defi Eliza - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 198804272017011101 - Dosen Pembimbing II
Zahratul Idami - 197012081997022001 - Penguji
Mukhrijal - 198810202017011101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1910104010020
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kerjasama desa (Gampong) merupakan salah satu dari penyokong untuk memajukan desa (Gampong) dengan adanya kerjasama antar desa (Gampong) diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga suatu pemerintah yang baik itu di tingkat desa (Gampong), juga membutuhkan kerja sama antar desa (Gampong) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian dalam menciptakan kerjasama antara suatu pemerintahan desa (Gampong), dibutuhkan menejemen pemerintahan yang baik, agar tidak terjadinya kesalahpahaman dalam komunikasi antara dua pemerintahan tersebut. Pemerintah Gampong Baroh Geunteut dan Gampong Tengoh Geunteut telah bekerjasama dalam industrialisasi nilam, hal ini bertujuan untuk menjalankan suatu roda penggerak sebuah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan itu kedua desa terus berupaya untuk bekerjsama sehingga sudah menyepakati untuk membuat pabrik dan jalan akses untuk mengambil nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan program kerjasama antara pemerintah Gampong Baroh Geunteut dan Teungoh Geunteut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua gampong tersebut serta mengetahui dan menjelaskan program industrialisasi nilam bagi pemerintah Gampong Baroh Geunteut dan Teungoh Geunteut. Penelitian ini menggunakan teori Collaboratif Governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dan berjenis penelitian lapangan (field Research). Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah dalam hal ini setelah dilakukan sebuah hubungan atau kerja sama Industrialisasi nilam antara gampong Baroh Geunteut dan Tengoh Geunteut bersama pihak Atsiri Research Canter USK dimana telah menghasilkan beberapa program yang dijalankan atau diimplementasikan seperti program pembibitan, penyulingan, dan lain sebagainya telah berjalan efektif dan efesien. Adapun hambatan dari gampong Baroh Geunteut adalah petani masih menerapkan metode tradisional dalam pengembangan industrialisasi nilam. Dan hambatan dari gampong Tengoh Geunteut adalah para petani juga masih menerapkan metode tradisional dalam menjalankan program kerja sama industralisasi nilam, mulai dari perawatan lahan, pemagaran lahan dan proses pasca panen serta penyulingan minyak nilam masih juga tradisioanal, peran pemerintah juga masih dinilai minim dalam menfalisitasi kebutuhan dan pembinaan bagi para petani nilam. Dari hasil analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gampong sudah mampu melakukan kerjasama guna mensejahterakan kehidupan masyarakat, dan hambatan dari kedua gampong juga memiliki hambatan yang sama dalam hal industrialisasi nilam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, harapan kepada petani adalah harus mampu memakai peralatan canggih seperti yang diajarkan oleh pihak ARC. Kemudian kepada pihak ARC harus mampu memberikan sosialisasi yang berkelanjutan kepada para petani agar mampu merubah sistem kerja mereka.
Kata Kunci : Kerja sama, industrialisasi Nilam, Pemerintah Gampong Baroh Geunteut dan Tengoh Geunteut
Village cooperation (Gampong) is one of the supporters to advance the village (Gampong) with the cooperation between villages (Gampong) is expected to accelerate the process of improving community welfare. So that a good government at the village level (Gampong), also requires cooperation between villages (Gampong) in improving community welfare. Thus in creating cooperation between a village government (Gampong), good government management is needed, so that there is no misunderstanding in communication between the two governments. The Gampong Baroh Geunteut and Gampong Tengoh Geunteut governments have collaborated in patchouli industrialization, this aims to run a driving force of a village in improving community welfare with that both villages continue to strive to work together so that they have agreed to build a factory and access road to take patchouli. This study aims to find out and explain the cooperation program between the Gampong Baroh Geunteut and Teungoh Geunteut governments in improving community welfare in the two gampongs and to find out and explain the patchouli industrialization program for the Gampong Baroh Geunteut and Teungoh Geunteut governments. This study uses the Collaborative Governance theory. This study uses a qualitative- descriptive method, and is a field research type. Research data was obtained through observation, documentation and interviews. The results of this study are in this case after a relationship or cooperation in patchouli industrialization between the Baroh Geunteut and Tengoh Geunteut villages together with the Atsiri Research Canter USK which has produced several programs that have been run or implemented such as nursery programs, distillation, and so on have been running effectively and efficiently. The obstacles from the Baroh Geunteut village are that farmers still apply traditional methods in developing patchouli industrialization. And the obstacles from the Tengoh Geunteut village are that farmers also still apply traditional methods in running the patchouli industrialization cooperation program, starting from land maintenance, land fencing and post-harvest processes and patchouli oil distillation are still traditional, the role of the government is also still considered minimal in facilitating the needs and guidance for patchouli farmers. From the results of the analysis of the research results, it can be concluded that both villages have the same obstacles in terms of patchouli industrialization. Keywords: Cooperation, Patchouli industrialization, Baroh Geunteut and Tengoh Geunteut Village Governments
PENGEMBANGAN AGROWISATA GEUNARA BERBASIS MODAL SOSIAL PADA PETANI NILAM DESA TEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG ACEH BESAR (Syarifah Kamilia Salsabila, 2024)
SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA AREAL PENANAMAN NILAM DESARNTEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR (RAUZATUL JANNAH, 2022)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI YANG DILAKSANAKAN OLEH LEMBAGA CANIVA PROGRAMME DI KECAMATAN LHOONG ACEH BESAR (Ahmad Muhajir, 2021)
DIAGNOSIS STATUS HARA PADA RAKYAT (POGOSTEMON GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG, STATUS HARA PADA AREAL PENGEMBANGAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DESA TEUNGOH AREAL PENGEMBANGAN NILAM DESA TEUNGOH GEUNTEUT KECAMATAN LHOONG, ACEH BESAR ACEH BESAR (AL VIATURRAHMI, 2022)
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH DI AREAL YANGRNBELUM DAN SUDAH DITANAMI NILAM DI DESA TEUNGOH GEUNTEUTRNLHOONG ACEH BESAR (MEILIA SANTI, 2022)