PENGERINGAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE KABINET | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGERINGAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE KABINET


Pengarang

Teuku Merza Anwari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605106010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

660.284 26

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah salah satu bunga yang banyak
manfaatnya untuk dijadikan bahan makanan serta dapat mencegah beberapa
penyakit seperti kanker dan lainnya. Pada umumnya bunga rosella dikeringkan
untuk mempertahan umur simpannya. Pengeringan bunga rosella menggunakan
pengering tipe kabinet diharapkan lebih baik dari pada pengeringan dengan sinar
matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan
bunga rosella dengan menggunakan pengering tipe kabinet dengan biomassa
arang tempurung kelapa.
Pengering tipe kabinet yang diuji mempunyai 5 lapis rak. Proses
pengeringan melalui beberapa tahap persiapan yang meliputi tahap sortasi dan
pencucian. Pengeringan dilakukan dengan kapasitas 1,5 kg per ra k atau 7,5 kg per
proses pengeringan. Parameter penelitian meliputi distribusi suhu, kelembaban
relatif (RH), aliran udara , kadar air, rendemen, kapasitas, kerapatan, dan warna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata dalam ruang pengering
adalah 52,90 °C, sedangkan nilai RH berkisar 27,3 %-80,5 %. Nilai rata-rata
kadar air rosella segar sebesar 90 %. Proses pengeringan dilakukan pada
kecepatan udara blower 15 mis sampai kadar air akhir mencapai 11,76 %.
Rendemen pengeringan bunga rosella yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
6,6 %. Adapun Kapasitas pengeringan adalah 0,44 kg/jam. Sedangkan kerapatan
bunga rosella segar (02 g/cm) menjadi lebih kecil setelah pengeringan
(0,04 g/em). Hasil analisis warna metode hunter Lab menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan warna dari teh rosella yang diduga disebabkan oleh posisi rak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK