A CONCEPTUAL MAPPING ANALYSIS OF DEATH METAPHOR IN ACEHNESE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

A CONCEPTUAL MAPPING ANALYSIS OF DEATH METAPHOR IN ACEHNESE


Pengarang

Rizki Amalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kismullah - 198104232008121001 - Dosen Pembimbing I
Anisah - 199301012021022101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2006102020006

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rizki Amalia. (2024). Analisis Pemetaan Konseptual Metafora Kematian dalam Bahasa Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling. dan Anisah, S.Pd., M.A.

Penelitian ini membahas kesenjangan dalam dokumentasi dan klarifikasi metafora kematian di antara penutur bahasa Aceh, dengan menggunakan metode kualitatif dan pengambilan sampel secara purposif. Empat belas metafora yang berbeda untuk kematian dalam bahasa Aceh diidentifikasi, baik dalam bentuk kata maupun frasa. Metafora-metafora ini diklasifikasikan berdasarkan maknanya, yang mengungkapkan konotasi positif dan negatif. Ungkapan positif termasuk frasa seperti Innalillahi wa Innailairaji'un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya), ka geu tinggai tanyoe (Dia telah meninggalkan kita), ka geu woe bak Tuhan (Telah pulang ke rumah Tuhan), ka geu cok pulang (Sudah pulang), ka geu jak (Sudah pergi), dan ka geu peulikôt dônya (Sudah meninggalkan dunia). Sebaliknya, istilah-istilah yang tidak sopan seperti ka matee [mati], ka keumah [Sudah selesai], dan kah wabah kireueh [Harapan akan mengikis seperti penyakit], diidentifikasi membawa konotasi negatif dan kurang menghormati yang biasanya dikaitkan dengan diskusi kematian. Penelitian ini juga menyoroti penggunaan bahasa kiasan oleh orang dewasa ketika menjelaskan kematian kepada anak-anak, seperti ka geujak [Sudah pergi] atau ka jak beut [Pergi belajar]. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang komprehensif tentang metafora kematian di Aceh, dengan menekankan nuansa budaya dalam ekspresi pengalaman manusia yang universal ini.
Kata kunci: Pemetaan konseptual, Metafora kematian, Analisis budaya

Rizki Amalia. (2024). A Conceptual Mapping Analysis of Death Metaphors in Acehnese. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under the supervision Dr. Kismullah, S.Pd.,M.App.Ling. and Anisah, S.Pd., M.A. This study addresses the gap in documentation and clarification of death metaphors among Acehnese speakers, employing qualitative methods and purposive sampling. Fourteen distinct metaphors for death in the Acehnese language were identified, utilizing both words and phrases. These metaphors were classified based on their meanings, revealing both positive and negative connotations. Positive expressions included phrases like Innalillahi wa Innailairaji'un [Actually, we belong to Allah and we shall return to Him], ka geu tinggai tanyoe [He/She has left us], ka geu woe bak Tuhan [Has gone home to God], ka geu cok pulang [He/She already take home], ka geu jak [Already go], and ka geu peulikôt dônya [He/She already lrft the world behind]. In contrast, impolite terms such as ka matee [dead], ka keumah [Already done], and kah wabah kireueh [Hope will scrape like desease], were identified as carrying negative connotations and lacking the respect typically associated with death discussions. The study also highlighted the use of figurative language by adults when explaining death to children, such as ka geujak [Already go] or ka jak beut [Went to study]. This research contributes to a comprehensive understanding of Acehnese death metaphors, emphasizing the cultural nuances in the expression of this universal human experience. Keywords: Conceptual mapping, Death metaphors, Cultural analysis

Citation



    SERVICES DESK