ANALISIS KEHILANGAN MINYAK RESIDU KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE CONTROL CHART DAN FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS (FMEA) PADA PABRIK KELAPA SAWIT TANJUNG SEUMANTOH, ACEH TAMIANG. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEHILANGAN MINYAK RESIDU KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE CONTROL CHART DAN FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS (FMEA) PADA PABRIK KELAPA SAWIT TANJUNG SEUMANTOH, ACEH TAMIANG.


Pengarang

RAZALI IRFANSYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Juanda - 197902242002121001 - Dosen Pembimbing I
Yuliani Aisyah - 197307151999032001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2005105010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kehilangan minyak merupakan sesuatu hal yang wajar terjadi dalam setiap proses produksi pengolahan minyak kelapa sawit. Proses pengolahan minyak kelapa sawit meliputi penimbangan, sortasi, perebusan, perontokan, pencacahan, pengepresan dan klarifkasi. Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi potensi dan faktor penyebab kehilangan minyak berdasarkan titik kritis dengan menggunakan FMEA dan memberikan usulan perbaikan yang dapat dilakukan Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh. Data yang diperoleh dievaluasi dengan metode Individual Moving Range Chart dan kemudian dibandingkan terhadap spesifikasi norma perusahaan. Titik kritis dan kondisi kritis yang paling mempengaruhi kehilangan minyak diidentifikasi menggunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA).Hasil penelitian menunjukkan kehilangan minyak terkendali secara statistik (in statistical control) yang ditandai dengan tidak adanya data yang diluar batas kendali. Kehilangan minyak dari 4 bulan terakhir masih belum memenuhi standar spesifikasi norma perusahaan. Penyebab terjadinya kehilangan minyak ini diidentifikasi dari 5 titik kritis meliputi bahan baku,proses,mesin dan sumber daya manusia,sehingga didapatkan 5 potensi penyebab terjadinya kehilangan minyak dengan nilai RPN tertinggi yaitu kerusakan mesin Sterillizer, Digester, dan Screw press. Usulan perbaikan yang dapat diberikan kepada Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh adalah melakukan pemeriksaan pada mesin secara berkala, jika ada kerusakan langsung dilakukan perbaikan agar tidak terjadi kerusakan yang fatal pada mesin.
Kata kunci : Kehilangan minyak, Control Chart, FMEA

Oil loss is a natural occurrence in every palm oil processing production process. The palm oil processing process includes weighing, sorting, boiling, threshing, enumerating, pressing and crystallizing. This study aims to identify the potential and factors that cause oil loss based on the critical point by using FMEA and provide suggestions for improvements that can be made by the Tanjung Seumantoh Palm Oil Mill. The critical points and critical conditions that most affect oil loss are identified using the Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) method. The results of the study showed that oil loss was controlled statistically (in statistical control) which was characterized by the absence of data outside the control limit. Oil losses from the last 4 months still do not meet the company's norm specifications. The causes of oil loss were identified from 5 critical points including raw materials, processes, machines and human resources, so that 5 potential causes of oil loss with the highest RPN values were obtained, namely damage to the Sterillizer, Digester, and Screw press machines. The proposed repair that can be given to the Tanjung Seumantoh Palm Oil Mill is to carry out periodic inspections on the machine, if there is any damage, repairs will be carried out immediately so that fatal damage to the machine does not occur. Keywords: Oil loss, Control Chart, FMEA

Citation



    SERVICES DESK