Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERFORMA REPRODUKSI KUDA PACU INDONESIA BETINA DI KOTA PADANG PANJANG
Pengarang
Adhytia pandu anugrah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Elmy Mariana - 197909092006042001 - Dosen Pembimbing I
Mohd. Agus Nashri Abdullah - 197108161997021001 - Dosen Pembimbing II
Hendra Koesmara - 198703052019031008 - Penguji
Zikri Maulina Gaznur - 198902052019032018 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1905104010086
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kuda merupakan salah satu ternak yang berkembang pesat di negara- negara maju. Pada industri peternakan kuda dikembangkan sebagai hewan kesenangan dan bidang olahraga ketangkasan terutama kuda pacu (Dominguez et al., 2015). Populasi kuda di Sumatera Barat pada tahun 2020 sebanyak 1511 ekor, sedangkan pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 1187 ekor (BPS, 2022). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana performa reproduksi kuda pacu Indonesia betina di Kota Padang Panjang. Penelitian tentang performa reproduksi pada kuda pacu di Kota Padang Panjang yang meliputi umur pertama kawin, lama siklus berahi, lama waktu berahi, post partum mating (PPM), foaling interval (FI), dan foaling rate (FR), sangat penting untuk mendapatan tingkat keberhasilan perkawinan yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Kota Padang Panjang meliputi dua kecamatan yaitu Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada populasi kuda pacu Indonesia di Kota Padang Panjang. Jumlah data yang tersebar di Kota Padang Panjang saat ini berjumlah 42 ekor dan jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya kuda betina dengan jumlah 30 ekor. Metode pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling dimana pemilihan subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sudah di ketahui sebelumnya yaitu kuda yang digunakan keadaan fisik normal yang telah dewasa kelamin, umur tiga tahun atau lebih, sudah pernah beranak minimal dua kali dan siklus berahi normal. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah umur pertama kawin, lama siklus berahi, lama waktu berahi, post partum mating (PPM), foaling interval (FI), foaling rate (FR). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa umur pertama dikawinkan kuda pacu Indonesia memiliki rata-rata 5,65±1,08 tahun. Berdasarkan lama siklus berahi kuda pacu Indonesia terbilang normal dengan nilai rata-rata 21,13±2,50 hari. Lama waktu berahi kuda pacu Indonesia memiliki rata-rata 8,13±1,76 hari, Post partum mating (PPM) kuda pacu Indonesia rata-rata adalah 83,1±20,77 hari. Foaling interval kuda pacu Indonesia cukup baik dengan nilai rata-rata 459±98,7 hari. Hasil yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kuda pacu Indonesia betina di Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik reproduksi yang baik, namun umur pertama kali kuda pacu Indonesia dikawinkan lebih tinggi dibandingkan dengan kuda ras lainnya di Indonesia, hal ini dikarenakan kuda pacu Indonesia pada umu 2-4 tahun digunakan untuk berpacu.
Horses are one of the livestock that is growing rapidly in developed countries. In the livestock industry, horses were developed as pleasure animals and in the field of agility sports, especially racehorses (Dominguez et al., 2015). The horse population in West Sumatra in 2020 was 1511, while in 2022 it will decrease to 1187 (BPS, 2022). The aim of this research is to determine the reproductive performance of female Indonesian racehorses in Padang Panjang City. Research on reproductive performance in racehorses in Padang Panjang City, which includes age at first mating, length of heat cycle, length of time in heat, post partum mating (PPM), foaling interval (FI), and foaling rate (FR), is very important to obtain levels of high marital success. This research was carried out in August-September 2023 in Padang Panjang City covering two sub-districts, namely West Padang Panjang and East Padang Panjang. The selection of research locations was based on the population of Indonesian racehorses in Padang Panjang City. The amount of data spread across Padang Panjang City currently amounts to 42 animals and the number of samples taken in this study was only female horses with a total of 30 animals. The sampling method for this research uses a purposive sampling method where the selection of subjects is based on certain characteristics or traits that are already known beforehand, namely the horses used are of normal physical condition, are sexually mature, aged three years or more, have given birth at least twice and the heat cycle is normal. The variables observed in this study were age at first mating, length of heat cycle, length of time in heat, post partum mating (PPM), foaling interval (FI), foaling rate (FR). Based on the research that has been carried out, the results show that the average age at which Indonesian racehorses are first bred is 5.65 ± 1.08 years. Based on the length of the heat cycle, Indonesian racehorses are considered normal with an average value of 21.13 ± 2.50 days. The average duration of estrus for Indonesian racehorses is 8.13 ± 1.76 days. Post partum mating (PPM) for Indonesian racehorses is 83.1 ± 20.77 days on average. The foaling interval for Indonesian racehorses is quite good with an average value of 459 ± 98.7 days. The results that have been carried out show that female Indonesian racehorses in Padang Panjang City, West Sumatra Province have good reproductive characteristics, but the age at which Indonesian racehorses are first bred is higher compared to other purebred horses in Indonesia, this is because Indonesian racehorses are at the age of 2 -4 years used for racing.
ISOLASI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA SP. PADA ORGAN REPRODUKSIRNKUDA GAYO BETINA (Diah Ayu Sapitri, 2023)
ISOLASI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS SP. PADA ORGAN REPRODUKSI KUDA GAYO BETINA (FITRIA NAZLA, 2023)
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF KUDA GAYO PACU DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Dhauan Kasange, 2017)
GAMBARAN SITOLOGI ULAS VAGINA KUDA LOKAL YANG MENDERITA PYOMETRA DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Muzzammil, 2025)
PERILAKU KAWIN PADA KUDA GAYO JANTAN DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN KONVENSIONAL DAN NON KONVENSIONAL (ERIDHA FITRIANI BR. NASUTION, 2021)