ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN PROTEIN KARKAS AYAM BROILER YANG DIPELIHARA DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM AIR MINUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN PROTEIN KARKAS AYAM BROILER YANG DIPELIHARA DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM AIR MINUM


Pengarang

SITI MUTIYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yurliasni - 196204301989032002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005104010077

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Peternakan (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dengan semakin meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat, daging ayam broiler yang dijual di pasaran mulai menjadi perhatian konsumen. Penampilan daging yang sesuai dengan keinginan konsumen akan berpengaruh pada tingkat penjualan karkas ayam broiler. Produsen atau peternak ayam broiler harus dapat memproduksi daging ayam broiler yang sehat, bernilai gizi tinggi, berpenampilan menarik, dan lebih disukai jika dihasilkan dari penggunaan bahan-bahan pakan alami. Kendala dalam pemeliharaan biasanya ancaman stress dan serangan penyakit. Pencegahan stress dan penyakit dapat dilakukan dengan pemberian antistress dan antibiotik. Namun, penggunaan bahan aditif komersil dan obat-obatan kimia dapat mengakibatkan meningkatnya residu di dalam daging sehingga tidak baik bagi konsumen untuk mengonsumsi daging tersebut. Pemberian antibiotik dalam ransum ataupun air minum ayam broiler telah dilarang. Oleh karena itu, perlu dicari penggunaan ekstrak alami yang multi fungsi sebagai pencegah stress, antimikroba, dan menyediakan nutrisi tanpa menurunkan kualitas daging ayam broiler. Salah satu bahan tersebut adalah ekstrak daun kelor (Moringa oleifera).
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 29 Maret sampai dengan 2 Mei 2024. Uji organoleptik karkas dan daging ayam dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging, Depertemen Perternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain MB 90 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia, Medan. Ransum perlakuan adalah P0+= Pemberian air minum ditambah vita stress (VS) atau tanpa EDK dengan pemberian pakan 100% ransum komersil (RK), P0-= Pemberian air minum ditambah VS atau tanpa EDK namun pemberian pakan 80% RK disubstitusi dengan 20% bahan pakan substitusi (BPS), P1= air minum dengan pemberian EDK 0,5 g/L air; pakan 80% RK + 20% BPS, P2= air minum dengan pemberian EDK 1 g/L air; pakan 80% RK + 20% BPS, P3= air minum dengan pemberian EDK 2 g/L air; pakan 80% RK + 20% BPS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) subsampel dengan 5 perlakuan, 4 ulangan, dan 2 subsampel. Setiap ulangan merupakan unit percobaaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam. Pada akhir pemeliharaan lima minggu, sebanyak dua ekor ayam dari setiap unit percobaan dengan kriteria rataan berat badan mendekati rataan berat badan dalam unitnya diambil untuk diuji organoleptiknya. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika hasil berbeda nyata maka analisis dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan.
Hasil sidik ragam tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang nyata (P>0,05) pada tingkat kepekatan warna kuning karkas berdasarkan penilaian panelis dengan rataan skor untuk semua perlakuan berkisar 2,87‒3,15 yang mendekati angka 3 yang berarti agak kuning. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna dan konformasi karkas antara ayam broiler yang diberikan EDK dalam air minum (P1, P2, P3) dengan perlakuan tanpa pemberian EDK (P0+, P0-) tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan rataan skor 4,96‒5,21 untuk warna dan 5,04‒5,26 untuk konformasi daging yang semuanya mendekati angka 5 yang berarti suka. Tingkat kesukaan terhadap aroma karkas sangat nyata (P0,05) pada tingkat kesukaan semua parameter daging ayam broiler yang diberikan EDK dalam air minum (P1, P2, P3) dengan tanpa pemberian EDK (P0+, P0-). Secara kuantitaif, kandungan protein daging ayam broiler dari perlakuan EDK (P1, P2, P3) relatif lebih tinggi daripada tanpa perlakuan EDK (P0+, P0-).
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun kelor dalam air minum sebanyak 0,5‒2 g/L tidak berpengaruh pada tingkat kesukaan terhadap konformasi dan warna karkas ayam broiler, namun tingkat kesukaan aroma karkas meningkat. Penggunaan ekstrak daun kelor dalam air minum sebanyak 0,5‒2 g/L tidak mempengaruhi semua parameter tingkat kesukaan terhadap warna, flavor, rasa, dan keempukan daging ayam broiler yang dimasak.

With increasing income and public awareness, broiler chicken meat sold on the market is starting to attract the attention of consumers. The appearance of the meat according to consumer desires will influence the sales level of broiler chicken carcasses. Broiler chicken producers or breeders must be able to produce broiler chicken meat that is healthy, has high nutritional value, has an attractive appearance, and preferably if it is produced from the use of natural feed ingredients. Obstacles in maintenance are usually the threat of stress and disease attacks. Prevention of stress and disease can be done by administering antistress and antibiotics. However, the use of commercial additives and chemical drugs can result in increased residues in the meat so that it is not good for consumers to consume this meat. Giving antibiotics in the ration or drinking water of broiler chickens is prohibited. Therefore, it is necessary to look for the use of natural extracts that have multi-functions as stress prevention, antimicrobial, and provide nutrition without reducing the quality of broiler chicken meat. One of these ingredients is Moringa oleifera leaf extract. This research was carried out at the Animal Husbandry Field Laboratory (LLP), Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from 29 March to 2 May 2024. Organoleptic tests of chicken carcasses and meat were carried out at the Laboratory of Meat Processing Science and Technology, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University This research used 100 broiler chicks (DOC) strain MB 90 produced by PT Japfa Comfeed Indonesia, Medan. The treatment ration is P0+= Giving drinking water plus vita stress (VS) or without EDK with feeding 100% commercial ration (RK), P0-= Giving drinking water plus VS or without EDK but feeding 80% RK substituted with 20% ingredients substitute feed (BPS), P1 = drinking water with EDK 0.5 g/L water; feed 80% RK + 20% BPS, P2= drinking water with EDK 1 g/L water; feed 80% RK + 20% BPS, P3= drinking water with EDK 2 g/L water; feed 80% RK + 20% CPM. This research used a completely randomized subsample design (CRD) with 5 treatments, 4 replications and 2 subsamples. Each replication is an experimental unit, each consisting of 5 chicks. At the end of the five weeks of maintenance, two chickens from each experimental unit with the criteria for an average body weight close to the average body weight in the unit were taken for organoleptic testing. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and if the results were significantly different then the analysis continued with Duncan's Multiple Range test. The results of the variance test did not show any significant differences (P>0.05) in the level of intensity of carcass yellow color based on the panelists' assessment with the average score for all treatments ranging from 2.87‒3.15, which is close to 3, which means slightly yellow. The level of panelists' preference for color and carcass conformation between broiler chickens given EDK in drinking water (P1, P2, P3) and those treated without EDK (P0+, P0-) did not Translated from Indonesian to English - www.onlinedoctranslator.com significantly different (P>0.05) with a mean score of 4.96‒5.21 for color and 5.04‒ 5.26 for meat conformation, all of which are close to 5 which means like it. The level of preference for carcass aroma was very significant (P0.05) in the level of preference for all parameters of broiler chicken meat given EDK in drinking water (P1, P2, P3) and without EDK (P0+, P0-). Quantitatively, the protein content of broiler chicken meat from EDK treatment (P1, P2, P3) is relatively higher than without EDK treatment (P0+, P0-). From the research results it can be concluded that the use of Moringa leaf extract in drinking water at 0.5‒ 2 g/L does not affect the level of preference for the conformation and color of broiler chicken carcasses, but the level of preference for carcass aroma increases. The use of Moringa leaf extract in drinking water as much as 0.5‒2 g/L does not affect all parameters of the level of preference for color, flavor, taste and tenderness of cooked broiler chicken meat

Citation



    SERVICES DESK