Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN BAWANG PUTIH, MAHKOTA DEWA, KUNYIT DAN JAHE MERAH SEBAGAI JAMU FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER.
Pengarang
Mahra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muhammad Daud - 197704112010121001 - Dosen Pembimbing I
Ir zulfan,Msc 196506071990111001 - - - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010027
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ayam broiler merupakan salah satu ternak unggas penghasil daging yang sangat populer di Indonesia. Pertumbuhannya yang cepat yaitu 4-5 minggu menghasilkan produk berupa daging siap potong membuat ayam broiler diminati oleh banyak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi. Pemberian jamu herbal pada ayam broiler dapat menjadi alternatif sebagai pengganti obat-obatan kimia sintetik sehingga tidak menyebabkan residu dalam daging ternak. Penggunaan ramuan herbal pada unggas dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada ternak karena pada bahan herbal terdapat kandungan yang bersifat sebagai anti bakteri. Jamu herbal memiliki manfaat untuk ternak ayam sebagai daya tahan terhadap perubahan cuaca, meningkatkan stamina tubuh ternak ayam, dapat meningkatkan nafsu makan, sehat, dan tidak mudah sakit, serta kualitas daging meningkat yaitu daging mengandung antioksidan tinggi dan kolesterol rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian jamu fermentasi bawang putih, mahkota dewa, kunyit dan jahe merah dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama 55 hari, 10 hari persiapan kandang, 10 hari pembuatan jamu fermentasi dan 35 hari masa pemeliharaan ayam broiler yang dimulai dari Februari 2024 sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan materi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam umur sehari (DOC).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jamu fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performa ayam broiler (bobot badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, konversi ransum (FCR), konsumsi air minum dan mortalitas). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jamu fermentasi berbahan bawang putih, mahkota dewa, kunyit dan jahe merah sebanyak 1-3% dalam air minum memberikan respon yang relatif sama terhadap performa ayam broiler selama periode penelitian.
Broiler chicken is one of the most popular meat-producing poultry in Indonesia. Its fast growth of 4-5 weeks produces products in the form of ready-to-cut meat, making broiler chickens in demand by many people to meet food and economic needs. Giving herbal medicine to broiler chickens can be an alternative as a substitute for synthetic chemical drugs so that it does not cause residues in livestock meat. The use of herbs in poultry can increase the immune system in livestock because the herbal ingredients contain anti-bacterial properties. Herbal medicine has benefits for chicken livestock as resistance to weather changes, increases the stamina of the chicken body, can increase appetite, healthy, and not easily sick, and the quality of meat increases, namely meat contains high antioxidants and low cholesterol. This study aims to see the effect of giving fermented herbs of garlic, crown of god, turmeric and red ginger in drinking water on broiler performance. This research was conducted at the Livestock Field Laboratory (LLP), Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This study lasted for 55 days, 10 days of cage preparation, 10 days of making fermented herbal medicine and 35 days of broiler rearing period starting from February 2024 to April 2024. This study used a completely randomized design (CRD), namely 4 treatments and 4 replicates with the material used in this study using 80 day-old chickens (DOC). The results showed that the use of fermented herbal medicine had no significant effect (P>0.05) on broiler performance (final body weight, weight gain, ration consumption, ration conversion (FCR), drinking water consumption and mortality). Based on the results of the study, it can be concluded that the use of fermented herbal medicine made from garlic, mahkota dewa, turmeric and red ginger as much as 1-3% in drinking water provides a relatively similar response to broiler performance during the study period.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI HERBAL FERMENTASI CAIR SEBAGAI IMBUHAN PAKAN TERHADAP BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM BROILER (MUHAMMAD ADERA KANIA WARIS, 2024)
PEMBERIAN JAMU FERMENTASI DALAM AIR MINUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGAN SALURAN PENCERNAAN AYAM BROILER (Mutia Putri, 2024)
KADAR KOLESTROL, KUALITAS DAN KEAMANAN DAGING AYAM BROILER AKIBAT PEMBERIAN HERBAL FERMENTASI CAIR (Muhammad Adera Kania Waris, 2025)
ANALISIS PH DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM AKIBAT PENGGUNAAN PERSENTASE TEPUNG KUNYIT YANG BERBEDA (SYAHRAS ARDATAMI, 2019)
JUMLAH ESCHERICHIA COLI PADA USUS AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN TERBATAS DAN DIKOMBINASIKAN DENGAN TEPUNG BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) (Maurina Rizki, 2018)