TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP HILANGNYA MINUTA AKTA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP HILANGNYA MINUTA AKTA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Teuku Rahmatsyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Gaussyah - 197412201999031001 - Dosen Pembimbing I
Darmawan - 196205251988111001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2203202010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Kenotariatan (S2) / PDDIKTI : 74102

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum Magister Kenotariatan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Notaris sebagai pejabat umum yang kewenangannya adalah membuat akta otentik, mempunyai kewajiban untuk membuat akta dalam bentuk minuta akta serta wajib menyimpan minuta akta tersebut sebagai bagian dari protokol notaris sesuai dengan Pasal 16 ayat (1) UU Jabatan Notaris. Penyimpanan minuta akta tersebut dilakukan merupakan bentuk perlindungan bagi para pihak dan bagi minuta itu sendiri, yang mana minuta akta tersebut adalah arsip negara yang sudah seharusnya disimpan dan dirawat dengan baik sertra ditempatkan pada tempat yang aman agar tidak rusak maupun hilang, namun pada kenyataannya masih terdapat kantor notaris yang mengalami kehilangan akta minuta dan dimusnahkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tanggung jawab notaris atas hilangnya minuta akta, menjelaskan proses pemeriksaan terhadap notaris yang melakukan penghilangan minuta akta dan menjelaskan perlindungan hukum terhadap para pihak yang meminta salinan akta atas hilangnya minuta akta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yakni dengan mengkaji keadaan yang sebenarnya terjadi di lapangan dalam penerapan peraturan yang berlaku dengan tujuan untuk mendapatkan fakta-fakta serta data guna menjadi sumber dalam kebutuhan identifikasi masalah yang akan membantu dalam penyelesaian masalah yang ada. Jenis pendekatan yang digunakan adalah dengan pengumpulan data primer melalui wawancara terhadap responden dan informan. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, peraturan perundang-undangan, jurnal dan hasil penelitian ilmiah.
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa tanggung jawab dari notaris terhadap hilangnya minuta akta akibat kelalaianya dapat berupa membuat laporan bahwa notaris tersebut kehilangan minuta aktanya ke pihak Kepolisian, dan notaris menjadi Pemohon mengajukan Permohonan kepada Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri Setempat untuk menetapkan Penetapan akan membuat Minuta-Minuta atas Akta-Akta yang telah dilaporkan hilang, dan membuat akta berdasarkan Penetapan Pengadilan, Pemeriksaan terhadap notaris yang mengakibatkan hilangnya minuta akta karena kelalaiannya terlebih dahulu harus adanya pelaporan dari pihak-pihak yang dirugikan kepada Majelis Pengawas Wilayah dan upaya dalam mendapatkan salinan akta bagi para penghadap, yaitu penghadap dapat mengajukan gugatan di Pengadilan terhadap Salinan Akta yang dimilikinya, hal ini diatur pada Pasal 1889 angka 1 dan 2 KUHPerdata

Dengan melihat permasalahan yang timbul maka perlu disarankan kepada pemerintah untuk membentuk regulasi baru dalam Undang-Undang Jabatan Notaris mengenai penyimpanan minuta akta, serta perlu adanya pengaturan lebih lanjut sebagai upaya antisipatsi jika dikemudian hari minuta akta hilang, disarankan untuk notaris dalam menjalankan jabatannya selaku pejabat umum yang berwenang dalam pembuatan akta otentik, memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan Peraturan Jabatan Notaris dan Undang-Undang Notaris. Kemudian disarankan kepada para penghadap atau ahli waris maupun orang yang memiliki kepentingan di dalam akta, dapat menyimpan salinan akta baik yang salinan akta pertama maupun salinan akta kedua dan seterusnya yang telah dilegalisasi secara aman dan terjaga

Kata Kunci: Tanggung jawab, notaris, dan minuta akta.

Notaries as public officials whose authority is to make authentic deeds, have the obligation to make deeds in the form of minutes of deeds and are obliged to keep minutes of deeds as part of the notary protocol in accordance with Article 16 paragraph (1) of the Law on the Office of Notaries. Storing the minutes of the deed is a form of protection for the parties and for the minutes themselves, where the minutes of the deed are state archives which should be stored and cared for properly and placed in a safe place so that they are not damaged or lost, but in reality there are still a notary's office which experienced the loss of minute deeds and was destroyed by irresponsible people. This research aims to explain the notary's responsibility for the loss of deed minutes, explain the process of examining notaries who omit deed minutes and explain the legal protection for parties who request a copy of the deed for missing deed minutes. This research uses an empirical juridical research method, namely by examining the conditions that actually occur in the field in the application of applicable regulations with the aim of obtaining facts and data to become a source for problem identification needs that will help in resolving existing problems. The type of approach used is primary data collection through interviews with respondents and informants. Meanwhile, secondary data was obtained from literature studies, statutory regulations, journals and scientific research results. Based on the results of this research, the notary's responsibility for the loss of deed minutes due to his negligence can be in the form of making a report that the notary lost his deed minutes to the Police, and the notary becomes the Petitioner submitting a Petition to the Honorable Chairman of the Local District Court to determine the decision to make the Minutes. on deeds that have been reported as lost, and making deeds based on court decisions. Examination of notaries who result in the loss of minutes of deeds due to their negligence must first involve reporting from the injured parties to the Regional Supervisory Council and efforts to obtain copies of the deeds for those present. , namely the applicant can file a lawsuit in court against the copy of the deed in his possession, this is regulated in Article 1889 points 1 and 2 of the Civil Code. By looking at the problems that arise, it is necessary to recommend to the government to form new regulations in the Law on the Position of Notaries regarding the storage of minutes of deeds, as well as the need for further regulations as an anticipatory effort if in the future the minutes of deeds are lost. It is recommended for notaries to carry out their position as public officials. who has the authority to make authentic deeds, understands and implements the provisions of the Notary Position Regulations and the Notary Law. Then it is recommended that the parties or heirs or people who have an interest in the deed, can keep a copy of the deed, both the copy of the first deed and the copy of the second deed and so on, which have been legalized safely and securely. Key Words: Responsibilities, notary and deed minutes.

Citation



    SERVICES DESK