PENGARUH ASAL DAN METODE PENYEDUHAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ASAL DAN METODE PENYEDUHAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA)


Pengarang

MUHAMMAD MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Juanda - 197902242002121001 - Dosen Pembimbing I
Cut Erika - 197803012002122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1705105010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknologi Hasi Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Komoditi kopi Robusta sangat besar didukung dengan adanya ketersediaan lahan serta
keunggulan letak geografis dan iklim yang baik sehingga memiliki cita rasa dan aroma yang
khas. Kopi Robusta mempunyai karakteristik yang berbeda dari kopi Arabika baik secara
fisiologi maupun cita rasa. Citarasa kopi robusta memiliki variasi rasa yang netral dengan
aroma seperti gandung dan kopi robusta sebelum di roasting memiliki aroma seperti kacangkacangan.

Kopi Robusta Lamno dan Bener Meriah diduga memiliki karakteristik yang
berbeda dalam hal aroma, keasaman, dan rasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor T adalah asal Kopi Robusta Lamno (T1) dan Kopi
Robusta Bener Meriah (T2). Faktor P adalah Teknik Penyeduhan yang terdiri dari metode
perebusan (P1), metode tubruk (P2), dan metode V60 Dripper (P3). Setiap perlakuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan
Analisis yang dilakukan uji deskriptif dan uji hedonik. Pada uji deskriptif digunakan
merujuk ke metode yang dikembangkan oleh Specialty Coffee Asscociation of America
(SCAA) menggunakan panelis semi terlatih sebanyak 6 orang. Pada uji hedonik, parameter
yang diamati yaitu warna, aroma, dan rasa dengan jumlah panelis sebanyak 25 orang
menggunakan 5 skala penilaian ialah skor 1 (sangat tidak suka), skor 2 (tidak suka), skor 3
(netral), skor 4 (suka), dan skor 5 (sangat suka).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hedonik teknik penyeduhan berpengaruh
nyata (P0,05) terhadap aroma, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna dan
rasa. Aroma pada robusta metode V60 diperoleh skor aroma tertinggi sebesar 3,37 (netral).
Selanjutnya, uji deskripsi berpengaruh nyata (P0,05) terhadap aroma, flavor, salt/acid,
bitter/sweet, balance dan overall. Namun pada uji deskripsi tidak berpengaruh nyata pada
mouthfeel (P>0,05). Nilai deskripsi overall robusta Bener Meriah skor tertinggi 7,06 (very
good). Nilai deskripsi bitter pada robusta Lamno 7,28 (very good) memiliki skor rasa yang
lebih tinggi dibandingkan dengan robusta Bener Meriah 7,12 (very good). Nilai Balance yang
tinggi pada robusta Lamno menunjukkan kualitas rasa yang harmonis dan menyatu 7,04
(very good). Metode penyeduhan V60 lebih disukai oleh panelis. Metode seduh V60 yang
paling disukai pada kopi robusta lebih disukai oleh beberapa orang karena V60 menghasilkan
kopi yang lebih bersih, tidak berminyak, dan menonjolkan rasa serta aroma kopi.

Citation



    SERVICES DESK