OPTIMALISASI KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMALISASI KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

SYIFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nofriadi - 198911032017011101 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 198804272017011101 - Dosen Pembimbing II
Maimun - 198104202010121003 - Penguji
Mukhrijal - 198810202017011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang sosial serta lingkungan termasuk Kota Banda Aceh. Dalam menghadapi masalah ini pemerintah membentuk sebuah lembaga yaitu Dinas pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banda Aceh yang diharapakan dapat secara optimal memfasilitasi berbagai pelayanan kepada korban kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan hambatan dinas tersebut dalam pemberian layanan kepada penerima manfaat. Teori yang diadopsi dalam penelitian ini adalah teori kinerja berdasarkan indikator seperti kuantitas kerja, kualitas kerja, pemanfaatan waktu, tingkat kehadiran dan kerjasama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi yang dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa kinerja dalam pemberian pelayanan yang dilaksanakan oleh dinas ini sudah dijalankan dengan baik. Akan tetapi, terdapat pula hambatan yang dihadapi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Banda Aceh salah satunya adalah sumber daya tenaga kerja yang dirasa masih kurang sehingga perlu penambahan jumlah tenaga kerja agar pelayan diberikan lebih maksimal. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banda Aceh diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam pencegahan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kekerasan seksual.
Kata Kunci: Pencegahan, Pemberdayaan, Kekerasan Seksual, Kota Banda Aceh

Sexual hardness can happen to anyone, regardless of age, gender, or social and environmental background, including the city of Banda Aceh. In dealing with this problem, the government has formed an institution, namely the Banda Aceh City Women's Empowerment and Child Protection Service, which is expected to optimally facilitate various services for victims of sexual hardness. This research aims to determine the performance and obstacles of the agency in providing services to beneficiaries. The theory adopted in this research is performance theory based on indicators such as work quantity, work quality, time utilization, level of attendance and cooperation. The research method used is qualitative with a descriptive approach with data collection through interviews, documentation and observation followed by data processing using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. The findings show that the performance in providing services carried out by this department has been carried out well. However, there are also obstacles faced by the Banda Aceh City Women's Empowerment and Child Protection Service, one of which is that labor resources are felt to be lacking, so it is necessary to increase the number of workers so that they can provide maximum service. It is hoped that the Banda Aceh City Women's Empowerment and Child Protection Service can improve its performance in prevention by providing education to the public about the impact of sexual hardness. Keywords: Prevention, Empowerment, Sexual hardness, Banda Aceh City

Citation



    SERVICES DESK