TINDAK PIDANA PEMUNGUTAN SUARA YANG MENGAKU DIRINYA SEBAGAI ORANG LAIN PADA PEMILIHAN UMUM (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINDAK PIDANA PEMUNGUTAN SUARA YANG MENGAKU DIRINYA SEBAGAI ORANG LAIN PADA PEMILIHAN UMUM (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)


Pengarang

ZULFITRIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mohd. Din - 196412311990021006 - Dosen Pembimbing I
Ida Keumala Jempa - 196811081994032002 - Penguji
Azhari - 196408241989031002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1603101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 533 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Uu Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Uu 2017 tentang Pemilihan Umum Menjadi Uu) mengatakan “Orang yang mengaku dirinya sebagai orang lain saat pemunggutan suara dipidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda paling banyal Rp. 18.000.000”. Namun pada kenyataanya di wilayah hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh, tindak pidana pemilu sudah 2 (dua) kali terjadi berturut-turut di kota Banda Aceh pada tahun 2019 yang lalu.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan mengenai faktor-faktor terjadinya Tindak Pidana Pemungutan Suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Dalam Pemilihan Umum, upaya yang di lakukan dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pemungutan suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Pada Pemilihan Umum, dan Modus Operandi Melakukan Tindak Pidana Pemungutan Suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Pada Pemilihan Umum.
Data dalam skripsi ini diperoleh dengan melakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan yaitu menggunakan data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian lapangan yaitu menggunakan data primer yang diperoleh melalui proses wawancara dengan responden dan informan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor terjadinya Tindak Pidana Pemungutan Suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Dalam Pemilihan Umum adalah faktor ekonomi, banyaknya masyarakat yang tidak terdaftar, kesempatan, balas jasa, diberikan sesuatu, serta lemahnya sistem pada pemilu. upaya yang di lakukan dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pemungutan suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Pada Pemilihan Umum adalah dengan cara sosialisasi, baik di tingkat kampung, kecamatn, maupun kabupaten. Modus Operandi Melakukan Tindak Pidana Pemungutan Suara Dengan Mengaku Dirinya Sebagai Orang Lain Pada Pemilihan Umum adalah melakukan dua kali pencoblosan memakai kertas hak suara yang ditemukan di selokan di tempat pemungutan suara daerah Lamteumen Timur.
Disarankan kepada warga negara Indonesia khusunya rakyat Banda Aceh untuk selalu menaati peraturan yang berlaku, dan kepada pihak yang terlibat langsung dalam proses pemilihan umum untuk dapat mengawasi pelaksanaan pemilu dan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pemilihan umum.

Article 533 of Law Number 7 of 2017 concerning General Elections (Law Number 7 of 2023 concerning Stipulation of Government Regulations in Lieu of the 2017 Law concerning General Elections to Become Uu) states "A person who claims to be someone else when voting is subject to imprisonment for a maximum of 1 year 6 months and a maximum fine of Rp. 18,000,000”. However, in reality, in the jurisdiction of the Banda Aceh District Court, election crimes have occurred twice in a row in the city of Banda Aceh in 2019. The purpose of writing this thesis is to explain the factors that lead to the criminal act of voting by claiming to be someone else in the general election, the efforts made to overcome the criminal act of voting by claiming to be someone else in the general election, and the modus operandi of carrying out the act. Voting Crime By Claiming Himself As Another Person In General Elections. The data in this thesis were obtained by conducting library research and field research. Literature research is using secondary data by studying the literature and applicable laws. Field research uses primary data obtained through an interview process with respondents and informants. Based on the research results, it is known that the factors that lead to the criminal act of voting by claiming to be someone else in the general election are economic factors, the large number of people who are not registered, opportunity, remuneration, being given something, and the weakness of the election system. Efforts made to overcome the criminal act of voting by claiming to be someone else in the general election are by means of outreach, both at the village, sub-district and district levels. The modus operandi of committing the criminal act of voting by claiming to be someone else in the general election was to vote twice using voting paper found in a ditch at the East Lamteumen area polling station. It is recommended to Indonesian citizens, especially the people of Banda Aceh, to always comply with applicable regulations, and to parties directly involved in the general election process to be able to monitor the implementation of the election and continue to carry out outreach to increase public awareness and understanding about general elections.

Citation



    SERVICES DESK