PELAKSANAAN PERJANJIAN OPERASI BEDAH CAESAR ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN PIHAK RUMAH SAKIT (SUATU PENELITIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN PERJANJIAN OPERASI BEDAH CAESAR ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER DAN PIHAK RUMAH SAKIT (SUATU PENELITIAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Razaqi Royadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ishak - 196505081993031002 - Dosen Pembimbing I
Susiana - 198101282006042002 - Penguji
Syarifuddin - 195812311989031018 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010369

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
RAZAQI ROYADI;
(2023)
PELAKSANAAN PERJANJIAN OPERASI
BEDAH CAESAR ANTARA PASIEN DENGAN
DOKTER DAN PIHAK RUMAH SAKIT (Suatu
Penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa Kota Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(viii,72) pp, bibl, tabl,app.

(Ishak, S. H., M. H)
Persetujuan atau informed consent menjadi salah satu dasar pertimbangan
dokter dalam mengambil tindakan medis termasuk dalam tindakan operasi bedah
sebagaimana dijelaskan pada Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran bahwa semua tindakan kedokteran yang akan
dilakukan harus mendapat persetujuan pasien dan persetujuan diberikan setelah
pasien mendapat penjelasan secara lengkap. Pada kenyataannya di RSUD
Meuraxa Kota Banda Aceh persetujuan yang diberikan terhadap pasien tidak
diberikan secara jelas oleh pihak rumah sakit.
Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan
perjanjian operasi bedah caesar antara dokter dan pasien, hak dan kewajiban para
pihak dalam perjanjian operasi bedah caesar dan tanggung jawab hukum terhadap
dokter apabila terjadi malpraktek.
Penelitian ini termasuk penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu
penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan untuk
mendapatkan data sekunder dengan cara mempelajari peraturan perundangundangan
dan buku teks serta jurnal. Penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer dengan
cara mewawancarai responden dan informan.
Pelaksanaan perjanjian operasi bedah caesar di Rumah Sakit Umum
Daerah Meuraxa Banda Aceh. Setiap pasien harus melakukan pendaftaran terlebih
dahulu sebelum melakukan pengobatan, hal ini bertujuan untuk mempermudah
dalam pelaksanaan selanjutnya yaitu tahap penyembuhan yang dilakukan oleh
dokter yang ada di Rumah Sakit tersebut. Perjanjian operasi caesar terjadi pada
saat dokter telah bersedia melakukan pemerikasaan terhadap penyakit yang
diderita oleh pasien, dan bersedia melakukan pembedahan terhadap ibu yang
mengandung bayi. Perjanjian operasi bedah caesar ini ditujukan agar dalam
pelaksanaan penyembuhan oleh dokter
tehadap pasien dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Hak dan kewajiban para pihak dalam
perjanjian operasi bedah caesar harus dijaga kerahasiaannya dan harus memenuhi
standar operasional prosedur (SOP). Tanggung jawab hukum terhadap dokter
baru muncul apabila dokter yang melakukan operasi bedah caesar tersebut
melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian pada pihak pasien.
Disarankan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota
Banda Aceh untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien baik dari pihak
dokter maupun rumah sakit serta dapat lebih menyempurnakan dan memperjelas
bentuk perjanjian operasi bedah caesar. Sehingga dapat dipakai sebagai rujukan
dalam peningkatan pelayanan terhadap pasien di rumah sakit.

Citation



    SERVICES DESK