Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP TRADISI MULAKA NGERBAH DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT MELAYU LANGKAT
Pengarang
Putri Alya - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Irwan Putra - 198801012019031015 - Dosen Pembimbing I
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1906101010036
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP PPKN., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Putri Alya (2023). Persepsi Tokoh Masyarakat terhadap Tradisi Mulaka Ngerbah dalam Pelestarian Lingkungan pada Masyarakat Melayu Langkat.
Tradisi Mulaka Ngerbah merupakan sebuah tradisi yang dilakukan untuk membuka lahan hutan sebagai lahan pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup oleh masyarakat melayu Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui prosesi pelaksanaan tradisi Mulaka Ngerbah dalam pelestarian lingkungan pada masyarakat Melayu Langkat. (2) Mengetahui persepsi tokoh masyarakat terhadap tradisi Mulaka Ngerbah dalam pelestarian lingkungan pada masyarakat melayu Langkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Langkat. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara secara mendalam dengan analisis data melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) tradisi Mulaka Ngebah ialah sebuah tradisi yang dahulu kerap dilakukan oleh masyarakat melayu Langkat dalam membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dengan beberapa tahapan yaitu Njamu Tanah dan Ngerbah Hutan. Njamu Tanah berarti memberikan persembahan kepada penguasa hutan jembalang tanah, sedangkan ngerbah hutan yaitu merebahkan atau menebang pohon dalam hutan serta membersihkan arealnya untuk dijadikan lahan pertanian. (2) persepsi para tokoh masyarakat menunjukkan bahwa tradisi Mulaka Ngerbah dianggap penting dalam pelestarian budaya dan lingkungan. Tradisi ini merupakan bagian dari masyarakat melayu, jika tradisi ini hilang berarti ada bagian penting dari masyarakat melayu yang juga ikut hilang. Oleh karena itu, para tokoh masyarakat sangat berharap adanya kebijakan khusus dari pemerintah terkait dengan tradisi Mulaka Ngerbah. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) tradisi Mulaka Ngebah ialah sebuah tradisi yang dahulu kerap dilakukan oleh masyarakat melayu Langkat dalam membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dengan dua tahapan. (2) persepsi tokoh masyarakat terhadap tradisi Mulaka Ngerbah dalam pelestarian lingkungan menunjukkan bahwa tradisi Mulaka Ngerbah dianggap penting dalam pelestarian warisan budaya dan lingkungan. Adapun saran untuk penelitian selanjutya yaitu (1) terkait dengan perlindungan hukum dan kebijakan (2) studi dapat mengarah pada analisis kebijakan dan kerangka hukum yang mendukung pengakuan, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat terkait dengan tradisi Mulaka Ngerbah.
Kata Kunci: Persepsi Tokoh Masyarakat, Mulaka Ngerbah, Pelestarian Lingkungan
ABSTRACT Putri Alya (2023). Perceptions of Community Leaders on the Mulaka Ngerbah Tradition in Environmental Preservation in the Langkat Malay Community The Mulaka Ngerbah tradition is a tradition carried out to clear forest land as agricultural land used for farming in an effort to fulfill the necessities of life by the Malay people of Langkat. This study aims to: (1) Know the procession of implementing the Mulaka Ngerbah tradition in preserving the environment in the Langkat Malay community. (2) Knowing the perceptions of community leaders towards the Mulaka Ngerbah tradition in preserving the environment in the Malay community of Langkat. The method used in this research is a qualitative method using a descriptive research type. The location of this research is in Langkat Regency. Subjects in this study amounted to six people. Data collection techniques used observation and in-depth interviews with data analysis through data reduction steps, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are (1) the Mulaka Ngebah tradition is a tradition that was often carried out by the Malay people of Langkat in clearing forests for agricultural land with several stages, namely Njamu Tanah and Ngerbah Hutan. Njamu Tanah means making offerings to the ruler of the gnomeless forest forest, while ngerbah means laying down or cutting down trees in the forest and clearing the area to make agricultural land. (2) the perceptions of community leaders indicate that the Mulaka Ngerbah tradition is considered important in preserving culture and the environment. This tradition is part of Malay society, if this tradition is lost it means that an important part of Malay society is also missing. Therefore, community leaders really hope that there will be a special policy from the government related to the Mulaka Ngerbah tradition. The conclusions from this study are (1) the Mulaka Ngebah tradition is a tradition that was often carried out by the Malay people of Langkat in clearing forests to become agricultural land with two stages. (2) the perception of community leaders towards the Mulaka Ngerbah tradition in environmental preservation indicates that the Mulaka Ngerbah tradition is considered important in preserving cultural and environmental heritage. As for suggestions for further research, namely (1) related to legal protection and policy (2) studies can lead to analysis of policies and legal frameworks that support the recognition, protection and respect for the rights of indigenous peoples related to the Mulaka Ngerbah tradition. Keywords: Perception of Community Figures, Mulaka Ngerbah, Environmental Preservation
EKSITENSI DAN PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP SYAIR DIDONG DI BENER MERIAH (KHAIRIMA NADILA, 2025)
LOCAL WISDOM IN THE FOLKLORE AND TRADITIONS OF THE HALOBAN COMMUNITY IN PULAU BANYAK (VIDIA LOLITA BERAMPU, 2025)
MERACU TUNGGANG BALIAK DAN MERACU DUA PADA TRADISI PELAMINAN ADAT JAMEE DI KABUPATEN ACEH SELATAN (FANITA YULIARISA ASWIJA, 2026)
PERSEPSI DAN NILAI KEINGINAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN DAN PELESTARIAN PENYU DI KAWASAN PANTAI LHOKNGA DAN PANTAI SYIAH KUALA (NOVIA DINI ASTARI, 2022)
TRADISI JAMU LAUT DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR DESA JARING HALUS KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA (Fani Aulia Zuhri, 2024)