EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH BERDASARKAN KETINGGIANRNDAN KELERENGAN LAHAN YANG DITANAMI KOPI ARABIKA DIRNKABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH BERDASARKAN KETINGGIANRNDAN KELERENGAN LAHAN YANG DITANAMI KOPI ARABIKA DIRNKABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

FACHRUR ROZI PASI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muyassir - 196404211993091001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 196512311992031039 - Dosen Pembimbing II
Munawar Khalil - 196010061986021002 - Penguji
Zuraida - 196903101994032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fachrur Rozi Pasi 1805108010029. Evaluasi Status Kesuburan Kimia Tanah Berdasarkan
Ketinggaian dan Kelerengan Lahan Yang Ditanami Kopi Arabika di Kabupaten Aceh
Tengah. Dibawah bimbingan Muyassir sebagai ketua dan Helmi sebagai anggota.
RINGKASAN
Kopi Arabika Gayo (Gayo coffee) cukup terkenal di Indonesia, karena memiliki
cita rasa yang khas dan menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan. Bagi masyarakat
Dataran Tinggi Gayo (Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues), kopi
identik dengan kehidupan pertanian, karena sebagian besar penduduk di wilayah ini
menggantungkan hidupnya dari komoditas kopi. Kebanyakan petani kopi Arabika di
Kabupaten Aceh Tengah belum mendapatkan hasil produksi yang maksimal dari target
utamanya. Salah satu penyebab rendahnya hasil produktivitas kopi Arabika di Kabupaten
Aceh Tengah adalah karena tidak ditanam pada ketinggian yang optimum. Selain itu juga
bisa jadi ditanam pada kelerengan lebih besar dari 15 % tetapi tidak melakukan tindakan
konservasi tanah dan kesuburan tanah mungkin masih rendah. Berdasarkan permasalahan
diatas maka diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh ketinggian tanah
pada produktifitas tanah. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana pengaruh kelerengan
terhadap produktifitas tanaman kopi di dataran Gayo. Karena apakah ketinggian dan
kelerengan tersebut berpengaruh dalam produktifitas hasil dari tanaman kopi atau tidaknya.
Penelitian ini menggunakan metode survay yang diikuti dengan observasi lapangan.
Sedangkan analisis data yaitu menggunakan prosedur statistik deskriptif yang didasarkan
pada kategorisasi, dan penentuan status kesuburan tanah menggunakan metode komparasi
(perbandingan) antara data hasil analisis laboratorium dengan daftar kriteria penentuan
status kesuburan tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1995.
Penentuan sampel wilayah yang terkait dengan batas administrasi menggunakan purposive
sampling. Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling nonrandom sampling
dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus
yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan
penelitian. Teknik penetapan sampel wilayah kecamatan dan desa ini didasarkan pada
realita ada tidak adanya perkebunan kopi serta tingkat ketinggian tempat dari permukaan
laut.
Status kesuburan tanah pada lahan Kopi Arabika untuk kategori tinggi terdapat
pada SPL 1, 3, 5 dan 9 dengan ketinggiam 1000-1200 mdpl dan 1400-1600 mdpl dengan
luas 2.152,26 ha. Status kesuburan kimia tanah untuk kategori sedang terdapat pada SPL 2,
4, 6, 7, 10, 11, dan 13 pada setiap ketinggian tempat dengan luas 6.594,25 ha. Status
kesuburan kimia tanah untuk kategori rendah terdapat pada SPL 8 dan 12 dengan
ketinggian 1200-1600 mdpl dan luas areal 6.412,14 ha.
Status kesuburan tanah pada lahan Kopi Arabika untuk kategori tinggi terdapat
pada SPL 1, 3, 5 dan 9 dengan kelerengan lahan 0-8 %, 8-15%, dan kelerengan lahan 2540

% dengan luas 2.152,26 ha. Untuk status kesuburan kimia tanah kategori sedang
terdapat pada SPL 2, 4, 6, 7, 10, 11, dan 13 dengan semua kelerengan lahan dengan luas
6.594,25 ha. Untuk status kesuburan kimia tanah kategori rendah terdapat pada SPL 8 dan
12 dengan kelerengan lahan >25 % dengan luas 6.412,14 ha.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK