PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, PERUBAHAN ANGGARAN SILPA DAN PERUBAHAN ANGGARAN PAD TERHADAP PERUBAHAN ANGGARAN BELANJA BARANG DAN JASA DENGAN LEGISLATURE SIZE SEBAGAI PEMODERASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, PERUBAHAN ANGGARAN SILPA DAN PERUBAHAN ANGGARAN PAD TERHADAP PERUBAHAN ANGGARAN BELANJA BARANG DAN JASA DENGAN LEGISLATURE SIZE SEBAGAI PEMODERASI


Pengarang

Ghina Adhha Haura - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syukriy Abdullah - 197006301995121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2001203010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S2) / PDDIKTI : 62101

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Akuntansi Universitas Syiah Kuala., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.154

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress, perubahan anggaran SiLPA, perubahan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap perubahan anggaran belanja barang dan jasa dengan legislature size sebagai pemoderasi pada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. Selama ini perubahan anggaran sering dianggap sebagai misteri karena tidak dilakukan secara terbuka dan transparan, terutama tentang perubahan sumber dana untuk membiayai belanja daerah. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk tahun anggaran 2019. Analisis data yang digunakan ialah model regresi linear berganda dan MRA dengan mengunduh data yang diambil dari APBD-Perubahan tahun anggaran 2019 dan LKPD tahun 2016 s/d 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress, perubahan anggaran SiLPA, dan perubahan anggaran PAD berpengaruh terhadap perubahan anggaran belanja barang dan jasa. Sedangkan, legislature size baik secara langsung ataupun sebagai pemoderasi tidak berpengaruh terhadap perubahan anggaran belanja barang dan
jasa.
Kata kunci: financial distress, perubahan anggaran SiLPA, perubahan anggaran PAD, perubahan anggaran belanja barang dan jasa, legislature size

This study aims to examine the effect of financial distress, changes in the SiLPA budget, changes in the Regional Original Revenue (PAD) budget on changes in the budget for goods and services with legislature size as a moderator in district/city governments in Indonesia. So far, budget changes are often considered a mystery because they are not carried out in an open and transparent manner, especially regarding changes in sources of funds to finance regional expenditures. The sample in this study was 42 district/city governments in Indonesia for the 2019 fiscal year. The data analysis used was multiple linear regression models and MRA by downloading data taken from the APBD-Changes in the 2019 fiscal year and LKPD 2016 to 2018. Results. The research shows that financial distress, changes in the SiLPA budget, and changes in the PAD budget have an effect on changes in the budget for goods and services. Meanwhile, the legislature size, either directly or as a moderator, has no effect on changes in the budget for goods and services. Keywords: financial distress, changes in the SiLPA budget, changes in the PAD budget, changes in the budget for goods and services, legislature size

Citation



    SERVICES DESK