PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT ANTARA PT RAJAWALI BHIRAWA SEJAHTERA DAN PTPN III DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT ANTARA PT RAJAWALI BHIRAWA SEJAHTERA DAN PTPN III DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA


Pengarang

WHENI NOVIA TRI PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sanusi - 196212191989031004 - Dosen Pembimbing I
Kadriah - 196701011992032001 - Penguji
Muazzin - 197002081998021001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1803101010239

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

343.093

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1338 KUHPerdata menentukan bahwa “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya”. Dengan demikian, perjanjian antara PT Rajawali Bhirawa Sejahtera dan PT Perkebunan Nusantara III bersifat mengikat. Namun, dalam pelaksanaannya para pihak tidak melaksanakan semua kewajibannya sebagaimana yang telah diperjanjikan, sehingga menimbulkan wanprestasi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1238 KUHPerdata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai bentuk wanprestasi, faktor penyebab terjadinya wanprestasi, dan upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) antara PT RBS dan PTPN III.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penelitian lapangan berupa hasil wawancara dengan responden dan informan, serta menggunakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, dan bahan hukum lainnya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi adalah keterlambatan pengangkutan TBS, dan berkurangnya jumlah TBS ketika tiba di PKS. Faktor penyebab terjadinya wanprestasi yaitu dikarenakan kelalaian pihak pengangkut dalam melakukan pengawasan di lapangan, rusaknya armada angkutan, ketidakdisiplinan sopir angkutan, rusaknya jalan perkebunan, dan buah restan (tertinggal di kebun) karena pelonjakan panen TBS. Penyelesaian wanprestasi dilakukan dengan cara musyawarah dan pemberian ganti rugi sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 18 dan Pasal 9 Perjanjian Pengangkutan antara PT RBS dan PTPN III.
Disarankan kepada pihak pengangkut untuk memperketat pengawasan kepada sopir angkutan dan melakukan pengecekan armada angkutan secara berkala, serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan perjanjian sesuai dengan yang telah disepakati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK