Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) MENGGUNAKAN PENGERING SURY…

Armaya Hafis

Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi yang dibudidayakan di Indonesia dan menjadi prioritas utama dalarn pcngcrnbangan pertanian untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam sektor perkebunan. Biji kakao di Aceh umumnya bermutu rendah, hal ini dikarenakan produk kakao yang dihasilkan berasal dari pcrkcbunan rakyat, yang penanganan pasca panennya masih tergolong konvensional, seperti proses pcngeringannya masih menggunakan lahan penjemuran yang kontak dengan lingkungan. Penge…

KAJIAN PENGERINGAN PADA PROSES PENGASAPAN CAIR (LIQUID SMOKING) UNTUK IKAN LE…

Muhammad ridha

lkan lele seperti halnya ikan lain juga merupakan hasil pangan yang mudah rusak (highly perishable food). Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan suatu cara pengawetan dan pengolahan yang dapat mempertahankan daya awet ikan tanpa mengurangi nilai gizi secara maksimal. Salah satu jenis pengolahan yang digunakan adalah pcngasapan dan pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik pengeringan ikan lele pada proses pengasapan cair. Secara khusus bertujuan un…

PENGERINGAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE BAK MODEL …

Marhamah Fitri

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting selain gandum dan padi. Penduduk beberapa wilayah di Indonesia menggunakannya sebagai bahan pangan pokok. Selain itu, jagung juga digunakan sebagai pakan ternak. Salah satu tahapan penting dalam penanganan pasca panen jagung adalah proses pengeringan. Proses pengeringan yang umum dilakukan di rnasyarakat yaitu dengan cara konvensional, yaitu dengan memanfaatkan sinar matahari. Yang menjadi kendala dalam proses penger…

KAJIAN PENGERINGAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTENCENS L.) MENGGUNAKAN OVEN PEN…

Nur Azizah

Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan (solanaceae) yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengeringan cabai rawit dengan menggunakan sinar matahari (alami) dan menggunakan oven pengering. Sebelum dilakukan pengeringan maka dilakukan pengukusan terlebih dahulu. Pengukusan ini bertujuan untuk mengubah kadar air yang masih dalam ikatan kimia yang terkandung di dalam cabai agar menjadi kadar air…

KAJIAN PENGERINGAN ALAMI (SUN DRYING) BIJI KAKAO FERMENTASI DENGAN BERBAGAI M…

Ikram

RINGKASAN Kakao merupakan tanaman perkebunan yang sangat berkembang di Provinsi Aceh beberapa tahun belakangan ini. Produksi kakao Aceh pada tahun 2011 adalah sekitar 25 ribu ton, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 27 ribu ton. Kebanyakan kebun kakao yang ada di Aceh masih dimiliki oleh rakyat, dan hanya dikelola seadanya dengan penanganan pasca panen yang kurang memadai. Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh penanganan pasca panen. Pada umumnya masyarakat di Aceh mengeringkan biji k…

PERBANDINGAN KINERJA ALAT PENGERING APKOMPA DAN APH UNTUK PENGERINGAN PISANG

Bambang SP

RRINGKASAN Pisang merupakan komoditas yang cepat membusuk setelah dilakukan pemanenan, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang memadai agar mutunya dapat dipertahankan dan daya simpan serta daya gunanya dapat ditingkatkan. Penelitian tentang perbandingan kinerja alat pengering prsang dengan sumber panas kolektor surya parafin (APKOMPA) dan pemanas listrik /heater (APH) dilakukan sebagai suatu upaya dalam rangka memperbaharui metode pengeringan tradisional. Penelitian ini bertujuan…

PEMANFAATAN PANAS BUANG KETEL UNTUK PROSES PENGERINGAN BIJI PALA

Yusrizal

Kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah penghasil pala terbesar di provinsi Aceh saat ini yang mencapai produksi 4,923 ton pada tahun 2008. Hasil pala disuling dengan menggunakan ketel peyulingan minyak pala dengan bahan bakar kayu.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar panas yang bisa dimanfaatkan oleh alat penukar panas untuk proses pengeringan serta berapa lama waktu yang dibutuhkan alat pengering untuk mengeringkan biji pala. Metode Penelitian ini adalah Pe…

UJI SISTEM PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGUNAKAN HIBRID ENERGI BERUPA ENERGI MATA…

Nanda Saputra

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh kakao merupakan komoditas perkebunan yang sangat menjanjikan dari segi ekonomi. Untuk meningkatkan harga jual kakao diperlukan proses pengeringan, pengeringan bertujuaan untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada biji kakao, karena jika kadar air biji kakao melebihi dari yang diizinkan (SNI) yaitu 7-8 %, maka akan terjadinya aktifitas mikroorganisme pembusuk didalam biji kakao sehingga biji ka…

KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KAKAO

Abdul Muthalib

Proses pengeringan biji kakao secara tradisional adalah penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas alas plastik ataupun diatas lantai semen. Kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu temperatur yang diterima oleh biji kakao tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawah, biji kakao yang dikeringkan memerlukan pembalikan, disamping itu penjemuran ditempat terbuka dapat dengan mudah …

PERANCANGAN SISTEM OTOMASI PENGERING TEH DAUN KELOR MENGGUNAKAN METODE LOGIKA…

IRFAN

Daun kelor merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan teh alami. Salah satu proses dalam pembuatan teh adalah tahap pengeringan. Idealnya pada tahap pengeringan daun kelor perlu dikeringkan sampai kadar air daun maksimal 10% dengan suhu 35oC. Pengeringan juga harus dilakukan tanpa terkena sinar matahari langsung. Oleh karena itu pengeringan menggunakan pemanas (heater) akan lebih efektif. Pada penelitian sebelumnya alat pengering menggunakan …




    SERVICES DESK