PENANGANAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL D…
Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) menyebutkan “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah), meskipun sudah ada aturan mengenai sanksi kelalaian manusia y…
PENERAPAN PRINSIP PERTANGGUNGJAWABAN (RESPONSIBILITY) OLEH PT. JASA RAHARJA (…
Pasal 2 huruf c POJK Nomor 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian menetapkan bahwa penerapan prinsip responsibility menjadi dasar dalam pengelolaan perusahaan perasuransian. Prinsip ini mengharuskan perusahaan menjalankan kegiatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, etika, standar, serta praktik usaha perasuransian yang sehat. Namun, dalam kenyataannya, menjalankan prinsip ini terdapat hambatan, seperti banyak masyarakat yang merasa lama…
PELAKSANAAN PERJANJIAN DAMAI DALAM KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS MELALUI PERDA…
Berdasarkan Pasal 1851 Kitab Undang Undang Hukum Perdata ditentukan perdamaian merupakan suatu perjanjian yang disepakati kedua belah pihak dengan tujuan mengakhiri suatu perkara yang sedang dalam proses, atau untuk mencegah timbulnya suatu perkara. Namun dalam praktek tidak selamanya hal tersebut dapat dilaksanakan, sebagaimana yang terjadi dalam perjanjian damai kasus kecelakaan lalu lintas dimana hasil perdamaian tidak dapat dijalankan secara maksimal, karena masih ada itikad tidak baik da…
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA MENGEMUDIKAN KENDERAAN KARENA KE…
Pasal 310 ayat (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan setiap orang yang mengemudikan Kenderaan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kenderaan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah).
Tujuan penulisan skripsi adalah untuk menjela…
TINDAK PIDANA MENGEMUDIKAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT KARENA KELALAIAN MEN…
ABSTRAK
Rifka Devial Sukma,
(2018)
Tindak Pidana Mengemudikan Kendaraan Bermotor
Roda Empat Karena Kelalaian Mengakibatkan
Orang Lain Meninggal Dunia (Suatu Penelitian Di
Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tapaktuan)
(vi, 61),pp.,bibl.,tabl.,
Nurhafifah, S.H, M.Hum
Kelalaian (kealpaan) dalam mengemudikan kendaraan bermotor roda
empat menyebabkan orang lain mati merupakan kejahatan dan dapat dipidana.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tenta…
ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN UJI STATISTIK MIN…
Studi analisis karakteristik kecelakaan lalu lintas pada Jalan Rama Setia, Kota Banda Aceh ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kecelakaan paling dominan dalam kasus kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tersebut, sehingga didapatkan jenis kendaraan dengan keterlibatan tertinggi dalam kecelakaan lalu lintas di lokasi tinjauan. Studi ini juga menggunakan analisis karakteristik lalu lintas pada Jalan Rama Setia yang dilakukan dengan menggunakan metode …
HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS PADA JALAN PINGGIRAN KO…
Jalan Banda Aceh-Medan Km 6,5 di sekitar Desa Santan merupakan salah satu jalan pinggiran kota yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Jalan ini berdasarkan fungsinya merupakan jalan arteri primer. Perkembangan arus lalu lintas pada jalan ini terus meningkat, seiring dengan kondusifnya keamanan dan dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Pada saat jam-jam sibuk volume lalu lintas sangat tinggi, kenaikan volume lalu lintas menyebabkan kepadatan lalu lintas sangat tinggi s…