PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR NUTRI AGRO PLUS (NAP) DAN JENIS AKSESI BUAH KAKAO…
DEDE PANDER. "Pengaruh Pupuk Organik Cair Nutri Agro Plus (NAP) dan Jenis
Aksesi Buah Kakao terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)", dibawah
bimbingan Efendi sebagai pembimbing utama dan Cut Nur Ichsan sebagai pembimbing
anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC NAP dan jenis
aksesi buah kakao terhadap pertumbuhan bibit, serta untuk mengetahui nyata tidaknya
interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian telah dilaksanakan di ke…
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO MENURUT LREP DI KECAMATAN GLUMP…
M. Agus Salim Syahputra. Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kakao
menurut LREP di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie, di bawah
bimbingan Syamsidah Djuita sebagai ketua dan M. Rusdi sebagai anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk
pengembangan tanaman kakao menurut kriteria kesesuaian lahan LREP di
Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Agustus 2008 sampai dengan Desember 2008.
…
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK…
DANI ARENGKA. "Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)
pada Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair dan Interval Waktu Pemberian yang
Berbeda" (Ashabul Anhar sebagai pembimbing utama dan Ainun Marliah scbagai
pembimbing anggota) ini Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit
kakao pada berbagai jenis pupuk organik cair dan interval waktu pemberian yang
tepat serta interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian ini juga ingin
membandingkan efekt…
PENGARUH WADAH FERMENTASI DAN KETEBALAN TUMPUKAN PADA PROSES FERMENTASI TERHA…
Fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan pelepasan
zat lendir dari permukaan kulit biji, agar menghasilkan biji dengan mutu dan aroma
yang baik, menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur, dan menghasilkan biji
dengan warna yang cerah dan bersih selama penyimpanan.
Jenis wadah dan ketebalan tumpukan pada saat fermentasi biji kakao diduga
berpengaruh terhadap karakteristik biji yang dihasilkan selama fermentasi. Penelitian
ini bertujuan untuk mcningkatkan kua…
PENGARUH UMUR POHON DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR D.I. GROW TERHADAP PER…
Abstrak Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, yang berlangsung dari tanggal 10 Okteber %
15 Januari 2012. Benih yang digunakan adalah benih kakao yang berasal dari umur pohon kakao 5,10 dan 15 tahun, yang diambil pada bagian tengah buah kakao yang telah masak fisiologis, varietas Criollo yang diperoleh dari perkebunan rakyat di Desa Teladan, Kecamatan Lembah Selawah, Kabupaten, Aceh Besar. Pupuk yang …
UJI PERFORMANSI ALAT PENGERING DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOR SEBAGAI SUMBER ENERG…
Kakao merupakan salah satu hasil perkebunan yang digunakan sebagai bahan makanan dan minuman. Kakao diperdagangkan dalam bentuk biji kakao kering yang kadar airnya tinggal 7%. Proses pengeringan mempunyai peranan yang sangat penting dalam penanganan biji kakao karena proses pengeringan yang kurang baik akan mengakibatkan rusaknya fisik, citarasa serta mutu kakao yang mengakibatkan turunnya harga kakao. Selain dikeringkan secara alamiah yaitu dengan penjemuran …
PENGARUH PERBANDINGAN TANAH DAN KOMPOS PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPU…
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan tanah dan kompos pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit kakao serta interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober 2010 sampai dengan 14 Feb…
PENINGKATAN KUALITAS BIJI DAN PRODUK KAKAO (THEOBROMA CACAO L) MELALUI FERMEN…
Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh pada kelembapan dan temperatur yang agak tinggi, dan tumbuh baik diantara 20°LS dan 20°LU. Secara garis besar tananan kakao membutuhkan temperatur rata-rata 25°C dengan temperatur harian terendah rata-rata tidak kurang dari 15°C. Temperatur rendah menyebabkan proses pembungaannya terhambat.
Buah kakao dapat diolch menjadi produk-produk berbasis coklat dan lemaknya …
ANALISIS EFISIENSI DAN EKONOMI PADA ALAT PENGERING SURYA UNTUK PENGERINGAN…
Irvan Hilmi Mudir. 0405106010019.
Analisis Energi dan Ekonomi pada Alat Pengering Surya untuk Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dibimbing oleh Andriani Lubis, S.TP, M.Si sebagai pembimbing utama Hendri Syah, S.TP, M.Si sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Pengeringan merupakan suatu cara yang digunakan untuk mempertahank.an mutu suatu produk. Proses pengeringan berhubungan dengan perpindahan panas dan massa, oleh sebab itu diperlukan energi. Pengeringan buatan (artifici…
KAJIAN FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN PADA MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L)
RINGKASAN Kakao merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang memiliki prospek cukup cerah sebab permintaan di dalam negeri juga semakin kuat dengan semakin berkembangnya sektor agroindustri. Di pihak lain ada kecenderungan timbulnya faktor-faktor pembatas di negara-negara pengekspor kakao. Hal ini akan menguatkan perkakaoan kita. Salah satu tahapan penting dalam penanganan pasca panen kakao adalah proses fermentasi. Penanganan pasca panen kakao dimulai sejak pemetikan buah, fermentasi …