Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PRARANCANGAN PABRIK DIRECT REDUCED IRON (DRI) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.00…

Okta Satria

ABSTRAK Prancangan pabrik DRI (Dureet Reduced lron) ini menggunakan bijih besi sebagai bahan baku utama Proses produksi DR menggunakan proses berbass padatan dengan mengunakan batubara sebagai reduktor. Kapasitas produksi sebesar 60 000 ton pertahun dengan waktu operasi 330 hari pertahuan 24 jam perhari. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroaan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahan struktur organisasi garis dan staf. Kebutuha…

PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI BIJIH JARAK DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 30.0…

Anggi Mentari Pasaribu

Prarancangan pabrik Biodiesel ini menggunakan bijih jarak sebagai bahan baku. Kapasitas produksi pabrik Biodiesel ini adalah 30.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 160 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Tanjung, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Uta…

PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI BIJI JARAK (JATROPHA CURCAS) DENGAN KAPASI…

Elya Yustika

Prarancangan ini menggunakan bahan baku utama buah jarak (Jatropha Curcas).Proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinu dengan melibatkan reaksi transesterifikasi trigliserida. Proses ini berlangsung 330 hari pertahun, 24 jam perhari, dengan kapasitas bahan baku sebesar 39.600 ton/tahun. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di desa Bunyeot, Kabupaten Bireuen, Nangroe Aceh Darussalam, dengan luas tanah 24.610 m2. Sumb…

KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO NON FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MEDIA JEM…

Afzal Khalilullah ZA

Tanaman kakao akan menghasilkan buah kakao yang didalamnya terdapat biji-biji kakao. Melalui proses pascapanen yang meliputi proses pengolahan dan pengeringan, akan dihasilkan biji-biji kakao kering yang siap dikirim ke pabrik pengolah. Biji kakao yang umum dikeringkan oleh masyarakat adalah biji kakao non fermentasi dan dikeringkan dengan metode alami atau dengan memanfaatkan sinar matahari. Pada penelitian ini dilakukan pengeringan biji kakao non fermentas…

UJI KINERJA ALAT PENGERING BIJI KOPI (COFEE DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR

Yenni Ferdian

Kopi (Coffea sp) adalah salah satu hasil perkebunan yang menjadi sumber devisa bagi Indonesia. Selain mempunyai nilai ekonomis, minuman kopi sangat digemari karena memiliki cita rasa serta aroma yang khas , kegemaran minum kopi cepat meluas keseluruh dunia setelah ditemukannya cara-cara penggunaan bahan maupun metode pengolahan yang lebih sempurna. Proses pengeringan biji kopi, yang dilakukan oleh masyarakat atau industri rumah tangga umumnya secara tradisional yaitu deng…

PENGARUH WADAH FERMENTASI DAN KETEBALAN TUMPUKAN PADA PROSES FERMENTASI TERHA…

Anggun Welcy Andrianti

Fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan pelepasan zat lendir dari permukaan kulit biji, agar menghasilkan biji dengan mutu dan aroma yang baik, menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur, dan menghasilkan biji dengan warna yang cerah dan bersih selama penyimpanan. Jenis wadah dan ketebalan tumpukan pada saat fermentasi biji kakao diduga berpengaruh terhadap karakteristik biji yang dihasilkan selama fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mcningkatkan kua…

KONVERSI CAIRAN KULIT BIJI JAMBU METE (CASHEW NUT SHELL LIQUID) MENJADI PEREK…

Rieka Wahyuni

ABSTRAK CNSL (Cashew Nut Shell Liquid) merupakan fenol alam yang terdapat pada kulit biji jambu mete yang bersifat terbaharukan yang sangat berpotensial untuk menggantikan sumber fenol yang berbasis minyak bumi CNSL dapat mengalami polimerisasi kondensasi melalui inti fenoliknya dengan penambahan formaldchida membentuk fenolik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan polimerisasi CNSL dengan menambahkan variable rasio mol formaldehida resin terhadap mol CNSL, yaitu 1:1, 1:1,25, 1:1,5, …

PENINGKATAN KUALITAS BIJI DAN PRODUK KAKAO (THEOBROMA CACAO L) MELALUI FERMEN…

Husnil Edni

Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh pada kelembapan dan temperatur yang agak tinggi, dan tumbuh baik diantara 20°LS dan 20°LU. Secara garis besar tananan kakao membutuhkan temperatur rata-rata 25°C dengan temperatur harian terendah rata-rata tidak kurang dari 15°C. Temperatur rendah menyebabkan proses pembungaannya terhambat. Buah kakao dapat diolch menjadi produk-produk berbasis coklat dan lemaknya …

ANALISIS EFISIENSI DAN EKONOMI PADA ALAT PENGERING SURYA UNTUK PENGERINGAN…

Irvan Hilmi Mudir

Irvan Hilmi Mudir. 0405106010019. Analisis Energi dan Ekonomi pada Alat Pengering Surya untuk Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dibimbing oleh Andriani Lubis, S.TP, M.Si sebagai pembimbing utama Hendri Syah, S.TP, M.Si sebagai pembimbing anggota. RINGKASAN Pengeringan merupakan suatu cara yang digunakan untuk mempertahank.an mutu suatu produk. Proses pengeringan berhubungan dengan perpindahan panas dan massa, oleh sebab itu diperlukan energi. Pengeringan buatan (artifici…

KAJIAN FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN PADA MUTU BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L)

Harir Fauzi

RINGKASAN Kakao merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang memiliki prospek cukup cerah sebab permintaan di dalam negeri juga semakin kuat dengan semakin berkembangnya sektor agroindustri. Di pihak lain ada kecenderungan timbulnya faktor-faktor pembatas di negara-negara pengekspor kakao. Hal ini akan menguatkan perkakaoan kita. Salah satu tahapan penting dalam penanganan pasca panen kakao adalah proses fermentasi. Penanganan pasca panen kakao dimulai sejak pemetikan buah, fermentasi …




    SERVICES DESK