Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



PENYELESAIAN TINDAK PIDANA ZINA SECARA ADAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKU…

Zaituni

ABSTRAK PENYELESAIAN TINDAK PIDANA ZINA SECARA ADAT (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen) Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala (v, 55) pp,,bibl,,tbl Nurhafifah, S.H., M.Hum. Pasal Tindak Pidana Zina, yaitu diatur dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat menyatakan bahwa Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah zina, di ancam dengan ‘uqubat Hudud cambuk 100 (seratus) kali dan di atur dalam Pasal 284 Kitab U…

KEDUDUKAN HUKUM PUTUSAN PERADILAN ADAT DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGA…

Riyan Auliyanda Safrizal

Berdasarkan Pasal 18 Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa/ Perselisihan Adat dan Istiadat menegaskan bahwa, 1) Putusan peradilan Adat bersifat damai dan mengikat, 2). Putusan peradilan adat mengacu pada musyawarah dan mufakat”. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (selanjutnya disingkat SKB) antara Gubernur, Kapolda, dan Majelis Adat Aceh Nomor: 189/677/2011, 1054/MAA/XII/2011, B/121/1/2012, menegaskan kembali bahwa putusan peradilan adat ber…

LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM BUDAYA MINANGKABAU MENURUT HUKUM ADAT (SUATU…

Anisa Putri

Hukum Adat Nagari Singgalang melarang keras untuk melangsungkan perkawinan sesuku, Apabila perkawinan sesuku tetap dilangsungkan maka bagi pelakunya akan diberikan sanksi adat. Aturan ini sudah ada sejak dahulu di Minangkabau, namun dalam prakteknya masih ada yang melakukan perkawinan sesuku. Hal ini jelas bertentangan dengan ketentuan hukum adat yang ada di Nagari Singgalang. Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan penyebab terjadinya perkawinan sesuku pada masyarakat Nagari Singg…

POSITIVISASI HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA

Yulfan

POSITIVISASI HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA Yulfan* Dr. Sulaiman, S.H., M.H.** Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H.*** ABSTRAK Formalisasi hukum adat adalah perubahan norma hukum adat yang sebelumnya tidak tertulis atau istilah lainnya adalah positivisasi, dalam lingkup hukum adat juga terjadi proses positivisasi. Namun positivisasi hukum adat akan memunculkan beberapa permasalahan, dikarenakan adanya perbedaan sumber, adat bersumber dari kebiasaan dan tradisi yang berkembang dala…

LARANGAN PERKAWINAN SEMARGA (NAMARIBOTO) DARI SEGI HUKUM ADAT BATAK TOBA (SUA…

AR-RANNIRY SAVA ASY-SYARH ADDIN

Perkawinan menurut adat bukan hanya berarti sebagai ‘perikatan perdata’ tetapi juga merupakan ‘perikatan adat’ sekaligus merupakan ‘perikatan kekerabatan’. Perkawinan bukan hanya menyangkut kedua mempelai saja, tetapi juga keluarga kedua belah pihak. Perkawinan semarga ialah perkawinan yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki marga yang sama. Perkawinan semarga sangat dilarang keras dikarenakan dalam adat Batak Toba orang yang semarga adalah saudara kandung. larangan ini sudah …

KONSEKUENSI HUKUM JUAL BELI TANAH HAK MILIK ADAT YANG BELUM BERSERTIFIKAT DI …

Nanda Elsa Safirah

KONSEKUENSI HUKUM JUAL BELI TANAH HAK MILIK ADAT YANG BELUM BERSERTIFIKAT DI GAMPONG LAMDINGIN Nanda Elsa Safirah  Sulaiman ** Mazwar *** ABSTRAK Indonesia menjamin kepastian hukum atas tanah melalui sistem pendaftaran tanah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria (UUPA) dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 Tentan Pendaftaran Tanah. Pendaftaran tanah menjadi syarat penting untuk memperoleh perlindungan hukum a…

PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN MELALUI HUKUM ADAT GAMPONG LUE…

ACHMAD FARABI

Tindak pidana penganiayaan ringan di lingkungan mayarakat merupakan permasalahan yang memerlukan penanganan yang tepat demi menjaga kesejahteraan dan ketentraman di lingkungan masyarakat. Namun kenyataannya, penganiayaan ringan masih terjadi dan perangkat adat Gampong menghadapi kendala dalam penyelesaiannya. Peradilan adat Gampong menawarkan hasil penyelesaian yang memfokuskan pada perdamaian antar kedua belah pihak. Meski demikian, terdapat permasalahan yang menyangkut tentang mekanisme pe…

STUDI ETNOBOTANI PADA UPACARA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SUKU GAYO DI KECAMATAN P…

Mahyudin

ABSTRAK Mahyudin (2025). Studi Etnobotani pada Upacara Ritual Adat Pernikahan Suku Gayo di Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Djufri, M.SI. dan Yaumil Istiqlal M. Nur, S.Pd.I.,M.Pd. Studi etnobotani dalam ritual upacara pernikahan adat Suku Gayo merupakan salah satu budaya lokal. Tujuan penelitian mengetahui spesies tumbuhan, makna filosofi, dan pemamfaatan organ tumbuhan yang digunakan dalam ritual upacara pernik…

PROSESI ADAT BERINAI PADA PENGANTIN ACEH

Putri Nurul Aflah

Prosesi adat berinai merupakan salah satu tradisi penting dalam budaya pernikahan masyarakat Aceh yang kaya akan nilai-nilai filosofi dan spiritual. Prosesi ini biasanya dilakukan menjelang hari pernikahan dan melibatkan pengukir inai untuk mengaplikasikan inai pada tangan dan kaki pengantin wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosesi adat berinai di Banda Aceh, mengidentifikasi perubahan atau evolusi dalam penggunaan inai oen gaca seiring berjalannya waktu, serta memahami tingkat …

KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN MORFOMETRIK SIPUT LAUT (TURBO ARGYROSTOMUS ) SERT…

Rizqi Aulia Rahmadhana

Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik morfologi, morfometrik, dan kepadatan Turbo argyrostomus sebagai salah satu spesies gastropoda yang berperan penting dalam ekosistem pesisir pada Pantai Ujoeng Kareung, Kota Sabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi morfologi dan morfometrik serta menentukan kepadatan Turbo argyrostomus di Pantai Ujoeng Kareung, Kota Sabang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan metode purposive sampling pada dua stasiun, menggunaka…




    SERVICES DESK