PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.)


Pengarang

FARAH ZAIRINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mardhiah Hayati - 196207081987022001 - Dosen Pembimbing I
Marai Rahmawati - 198106132006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1705101050038

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bawang merah memiliki harga jual yang tinggi di pasaran. Peningkatan budidaya dan sentra produksi bawang merah diperlukan karena permintaan konsumen yang meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dan meningkatnya daya beli. Penggunaan giberelin pada beberapa varietas bawang merah merupakan faktor pendukung yang dapat memberikan kontribusi dalam berhasilnya budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi giberelin dan varietas yang tepat, serta interaksi antara kedua faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan 2 dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman sampel. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri dari 3 taraf (kontrol, 125 ppm, dan 250 ppm) dan varietas bawang merah yang terdiri dari 3 varietas (varietas Bima Brebes, varietas Tajuk, dan varietas Vietnam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 40 HST. Tinggi tanaman yang lebih tinggi dijumpai pada perlakuan kontrol. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah anakan pada umur 30, 40, 50, 60, dan 70 HST, dan jumlah umbi per rumpun, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 70 HST. Tinggi tanaman pada umur 70 HST tertinggi pada varietas Tajuk. Sebaliknya, jumlah anakan per rumpun pada umur 30, 40, 50, 60, dan 70 HST, dan jumlah umbi per rumpun tertinggi pada varietas Bima Brebes yang berbeda tidak nyata dengan varietas Vietnam. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi giberelin dengan varietas bawang merah terhadap semua peubah yang diamati.

Shallots are commodities that have a high selling value in the market. Currently, shallot production and cultivation centers need to be improved due to increasing consumer demand with increasing population and increasing purchasing power. The use of gibberellins in several shallot varieties is a supporting factor that can contribute to the success of shallot cultivation. This study aims to determine the appropriate concentration of gibberellins and varieties, as well as the interaction between these two factors on the growth and yield of shallots. The study was conducted in Experimental Garden 2 and Horticulture Laboratory, Agriculture Faculty of Syiah Kuala University during June to August 2021. The study used a 3 x 3 factorial randomized block design that repeated 3 times. The factors studied were the concentration of gibberellins consisting of 3 levels (control, 125 ppm, 250 ppm) and onion varieties consisting of 3 varieties (Bima Brebes variety, Tajuk variety, and Vietnam variety). The results showed that the concentration of gibberellins significant to plant height on 40 DAP. Plant height was found in the control treatment. Varieties is highly significant to number of saplings per clump on 30, 40, 50, 60, and 70 DAP, the number of bulbs per clump, and significant to plant height in 70 DAP. The best plant height growth due to varietal treatment was found in the treatment of Tajuk variety. The best number of saplings per clump on 30, 40, 50, 60, and 70 DAP, and the number of bulbs per clump on Bima Brebes variety, which non significant to Vietnam variety. There was no interaction between the concentration of gibberellins and shallot varieties on all observed variables.

Citation



    SERVICES DESK