PENGARUH FREKUENSI PENGOLAHAN TANAH DANDOSIS PUPUK MAGNESIUM KIESERIETE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH FREKUENSI PENGOLAHAN TANAH DANDOSIS PUPUK MAGNESIUM KIESERIETE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL)


Pengarang

aqshal assalam - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805101060015

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.655

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai akibat frekuensi pengolahan tanah dan dosis pupuk magnesium kieseriete, serta interaksi antara keduafaktor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pengolahan tanah yang terdiri atas T0= Tanpa olah tanah, T1= Olah tanah 1 kali, T2= Olah tanah 2 kali, sedangkan faktor yang kedua adalah dosis pupuk kieseriete yang terdiri dari D1= 260 kg ha-1, D2= 360 kg ha-1, dan D3= 460 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pengolahan tanah berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong bernas pertanaman. Jumlah polong bernas lebih banyak dijumpai pada frekuensi olah tanah 1 kali. Dosis pupuk kieseriete berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong bernas pertanaman, sedangkan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering dan bobot 100 butir kedelai berpengaruh tidak nyata. Jumlah polong bernas terbaik dijumpai pada dosis pupukkieseriete 360 kg ha-1.Terdapat interaksi yang sangat nyata antara frekuensi pengolahan tanah dengan dosis pupuk kieseriete terhadap tinggi tanaman 45 HSTdan interaksi yang tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST. Jumlah cabang produktif, berat berangkasan basah dan beratberangkasan kering, jumlah polong bernas yang lebih baik terdapat pada kombinasi perlakuan olah tanah 1 kali dengan dosis pupuk kieseriete 460 kg ha-1.
Kata Kunci : Frekuensi, pupuk magnesium kieseriete, tanaman kedelai

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK